Wa'alaikum salam wr wb., Bia ambo indaklah maraso urang nan akhli ugamo, bia ambo jawek pertanyaan sutan dibawah ko.
[cut] > Kini ingin tanggapan dari nan ahli, baa kalau awak bakarajo jo bos nan Islam > (indak kapia, sacaro leterlek), tapi ado nan indak logis jikok dipakai > nalar. Gaji si bos (dikwitasi) cuma cukuik untuak mambaia telepon ano jo > anak binino. Sadang rumahno, kendaraanno iyo bana tajijiah aia liua urang > mancaliakno. [cut] > Baa tu, ahli ugamo? Dalam urusan antara anak buah dan atasan, sebenarnya tidaklah terlalu sulit untuk memahami apakah si Boss korupsi atau tidak. Biasanya dalam lingkungan kerja korupsi, anak buah yang mengajukan usulan si boss yang menyetujui. Korupsi terjadi apabila sudah ada kesepakatan antara atasan dan bawahan untuk memang menggulirkan pekerjaan menjadi tindak korupsi. Korupsi saat ini dilakukan oleh orang-orang terpandang dan menjabat posisi "elit" di birokrasi dan pemerintahan, karena tindak korupsi diyakini kehidupan kita menjadi susah dan membuat banyak orang melarat. Apabila mereka itu beragama Islam, lebih bermanfaat atau lebih terhormat kah mereka dibandingkan dengan boss yang bukan Islam? Wassalam, R Sampono Sutan _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

