Assalamu'alaikum.w.w.

  ... kita sambung yang kemaren ....

  Apa makna akal, akal maknanya ikat. Arab menyebut
'iqal. Ikat kepala orang arab itu disebut egal.  Egal
ini sebenarnya dulu, seperti ini ceritanya. Ketika
mereka musafir di padang pasir, di waktu mereka hendak
beristirahat, supaya unta jangan lari, maka diikat
lutut unta itu supaya ndak bisa berdiri dan ndak bisa
lari. Kalau ia berjalan kembali dibukanya ikat tu.
Lama-lama disediakan khusus untuk pengikat kaki unta
ini seperti simpai bagi kita. Ketika istirahat
dimasukkan ke kaki unta itu, kalau berjalan ia buka,
setelah itu ndak sengaja-sengaja diletakkan di atas
kepala... eh bagus  pula nampaknya. ..:) sampai  kini
dipakai. Itulah asal egal tu. ...Tau orang arab marah
dia :)
Oleh orang kita ada pula yang dibeli tu ...:)
     Kita kembali, akal saja tidak cukup membuat orang
jadi baik, maka kita perlu hidayah. Kita minta
hidayah, oleh karena akal tidak dapat membenarkan ada
atau tidak adanya Allah. Akal dapat memikirkan
sekedarnya saja. Kita minta hidayah ini kepada Allah.
Jangan diminta kepada  manusia hidayah.
Meminta ini...., mintalah kepada  Allah…
Oleh karena Allah sayang kepada  hamba-Nya yang rajin
meminta. Tetapi manusia marah, terbit jin, kalau kita
sering meminta. Allah suka, sayang, rindu kepada
orang yang rajin meminta.
Ingat dan ingatlah ini baik-baik...
Tapi Allah marah kepada  orang yang jarang meminta
kepada-Nya.
Manusia marah kepada  orang yang suka meminta
kepadanya dan sayang kalau tidak diminta.
Maka mintalah kepada  Allah swt., sampai yang
sakecil-kecilnya. Sampai tali sepatu pun boleh
diminta.
   Cuma yang patut diminta tiap hari dalam hal ini
adalah hidayat.
Jalan yang lurus. Jalan yang lurus yang bagaimana ?.
  "Ih dinash Shiraathal mustaqiiim".
Dan memang dalam sembahyang tiap hari kita minta.
Subuh-subuh, ‘Allahumah diinii fi man hadaid
  Yaa Allah berilah kami hidayah
Dalam duduk antara dua sujud, Rabbir firghli, warhamni
wajburni,...  Wahdiini…
Beri aku hidayah…
Maka hendaklah  di selaraskan, disamakan antara yang
diminta dengan perbuatan. Inilah yang dinamakan
"taufiq". Sering Kita mendengar dari ustad-ustad,
wabillahit taufiq wal hidayah.
Sabenarnya wabillahil hidayah wat taufiq.
Hidayah dulu baru taufiq. Sesudah meminta kepada
Allah hidayah, barulah perbuatan kita, amalan kita,
perangai kita dengan petunjuk Allah swt. diselaraskan.
Ini yang disebut taufiq. Taufiq maknanya muafakad.
Muafakad maknanya sesuai, sejajar diantara amalan
dengan permintaan. Kita meminta dari pagi-pagi berikan
aku hidayat ya Allah ...eh ikutlah hidayat tu. Jangan
pagi-pagi minta hidayah, keluar-keluar rumah…
duduk-duduk main domino.
"... Ngapain engku pagi-pagi...ini ?"
"... Ah  ndak,... buka-buka agak selecut".....he
he...:)
  Orang perempuan, pagi-pagi minta hidayah,
keluar-keluar rumah... ndak berjilbab.....:)
Ini namanya tidak sama perbuatan dengan permintaan.
Hendaknya haruslah sama antara permintaan dengan
amalan.
Mestilah sama antara hidayah dengan taufiq.
Nampak kan...?    Bagaimana kita selama ini ?.
    Amalan, perbuatan, perangai, tingkah laku, tindak
tanduk, cara hidup, cara bekerja, cara berniaga, cara
berolahraga, cara bertetangga, cara bermasyarakat,
cara bernegara, mestilah sama antara hidayah yang
diminta dengan taufiq.
Bagaimana kita mau hidayah tapi kita ndak ikut hidayah
itu. Yang kita minta tiap hari dari pagi sampai 17
kali kecuali hari jum’at 15 kali. Bagaimana mau dapat
hidayah kalau tidak diiringi dengan taufiq.
Oleh sebab itu, kita mesti ikut apa yang
disyari’atkan.
Barulah berbahagia dunia dan berbahagia di akhirat.

     Kemudian shiraathal ladziii na an’amta ‘alaihim.
Jalan yang diminta tadi itu jalan yang bagaimana ?.
Yaitu jalan orang-orang yang engkau beri nikmat atas
mereka.
Jalan yang diberi nikmat atas mereka itu jalan siapa
?.
Tafsirul Qur’an bil qur’an,
Jalan yang engkau beri nikmat atas mereka,
Mereka itu siapa ?.
"Wamaa yuti’illahu warrasuluhu faula ika ma’aladziina
‘an’amallah, minan nabiyyiin, wasshidiqiin,
wassyuhadaa, wasshalihiin".
Ini dia.
Barang siapa yang menta’ati Allah dan rasulnya, maka
mereka nanti bersama dengan orang-orang yang diberi
nikmat oleh Allah dari puak-puak nabi-nabi,
shiddiqiin, syuhadaa was sahlihiin.
  Jalan yang seperti ini yang kita kehendaki.
Tafsirul Qur’an bil Qur’an.
Mantafsirkan Qur’an tidak boleh sembarangan. Pernah
pula beberapa dari orang yang sudah merasa pintar
ilmunya tapi "nyeleneh" kata orang Jawa dan pandai
pula mengatakan tafsiran yang anda pakai obsolet,
ketinggalan jaman, sudah kuno, dan sebagainya.
Sehingga merasa terjemahan mereka yang hanya
menggunakan logika akal dan melihat kemajuan zaman
kemudian mencoba mencocok-kan dengan kemajuan kaum
kuffar karena frustasinya adalah yang benar. Ini
adalah kebohongan.
Sebab mentafsirkan Qur’an dengan hanya memakai ‘akal
hukumnya haram. Sebelum mentafsirkan Qur’an dengan
akal dengan ilmu dan teknologi yang ada, seseorang
mesti mengerti dulu bagaimana asbabun nuzulnya, harus
mengerti bahasa Arab dengan gramatikanya, atau disebut
orang nahu sharaf harus mengerti bagaimana ilmu
ma-ani, ilmu bayan sampai kepada  ilmu balaghahnya
(balaghah ini sastera Arab). Kalau ndak, tidak  akan
mengerti apa yang dimaksud.
Dengan akal saja ndak cukup, Apa contohnya.
   Misalnya dalam Qur’an disebut :
  "Aulaa laka fa aulaa, sumaa aulaa laka fa-aula"
Aula ini dalam bahasa Arab artinya utama.
Kalau diterjemahkan dengan akal artinya
   "Utama dan utama, dan kemudian utama dan utama"
Ndak kena pasangan ini ni.
Sabenarnya :  "Celakalah dan celakalah"
            "Kemudian celakalah dan celakalah"
Di sini tidak dapat kita mengerti mengapa begitu kalau
tidak tahu dengan ilmu-ilmu yang tadi tu.
                   
Jadi jangan kita pandai-pandai mengatakan tafsiran
ini sudah obsolet, kuno, tidak up to date dsb. karena
kita tidak pula mengerti, terima sajalah apa yang
sudah dibuat oleh ulama pintar-pintar dulu, baru
pakaikan ilmu akal kita (atau bahasa kerennya logika
sains dengan teknologi). Kalau ingin juga, aaa, bagus
belajar semua persyaratan yang disebutkan tadi.

.... lah panjang pula ... beresok kita sambung ...

Wabillahil hidayah wat taufiq

Wassalam

St. Sinaro


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke