Assalamu'alaikum WW
ahai...Mak Malin....basuo baliak jo si Z ...baa kaba mak?....kini awak indak
mambahas partai, politik, dan pemilu sarato pilkada lah.....
Tulisan mamak menarik untuak dibaco dan batambah juo pengetahuan sejarah
minangkabau dan Islam di Minangkabau....daripado mandanga tambo taruih sajo
nan itupun indak bisa di fotokopi...hiks......, namun ado babarapo alinea di
tulisan mamak iko nan samo persis jo nan dalam buku " Adat dan Islam di
Minangkabau"- HAMKA...., pertanyaan ambo ..apokoh karano persamaan
sumber...atau tulisan mamak bag tersebut memang bersumber dari buku HAMKA
tsb ?
Ado ciek lai mak...., penyebaran urang minang itu kan memang sampai ka
Riau...Kampa, Siak dll....
nan ado info ndak soal baa dinamokan "urang Siak" untuak urang nan madok ka
baruah di awak ?
Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
From: abp malin bandaro <[EMAIL PROTECTED]>
Assalamualaikum ww
Pesatnya dawah Islamiyah menjadikan Tanah Air Islam benar2 mengglobal
sejak Barat Jauh bakelok kapedalaman Afrika taruih ka pulau2 Nusantara,
Filipina tatumbuak di Timur Jauh bakelok ka nagari Suku Hui sapanjang
Tembok Besar China taruih ke Siberia (Azerbaijan, Kazkhstan, Uzbekistan,
Tajikistan, Turkmenistan, lewat Turki taruih ka Spanyol Andalusia dan
Pulau2 Kreta dan Bosnia Eropa Timur, alangkah perkembangan yang spektakuler
yang tentu saja di-iringi dengan berkembangan Pemikiran yang memunculkan
kelompok2 / mahzab2 sebut saja misal untuk kelompok yang berhubungan dengan
Ilmu2 Tauhid / Ushuluddin yang membahas tentang Kalamullah (disebut juga
Ilmu2 Kalam) memunculkan kelompok Jabariah, Qadariah, Mutazilah dan
Asyariah kemudian ber-cabang2 lagi membentuk sekte2 dan bercabang lagi
membentuk aliran ini aliran itu begitu pula dengan ilmu2 Syariah (hukum)
muncul pula mahzab2 Syafii, Hanbali, Hanafi dan Maliki tak kurang pula
bidang politik muncul pula golongan
Syiah yang bercabang dan bercabang lagi, ehmmm
. biasalah, kalau bos
udah nggak ada macam2 bisa terjadi lagi pula kan Rasulullah pernah bilang
kelak Islam ini terpecah menjadi 73 golongan (kalau Mak Malin sih nggak
pengen masuk salah satu dari yang 73 itu mending milih orisinal aja
gittttuuu lhoooo)
Adalah Muhammad Abdul Wahab murid Ibnul Qayyimul Jauziah yang berguru
pada Ibnul Taimiyah salah seorang tokok Mahzab Hanafi yang gusar melihat
warna warni Islam ini sebenarnya cucu murid Ibnu Taimiyah ini bukanlah
membentuk Mahzab baru tapi anak Abdul Wahab ini hanya mempertegas Mahzab
Hanafi yang berpegang teguh pada Nash dan sangat2 tabu memainkan unsur
logika dalam menafsirkan suatu Nash karena menurut mereka kalau logika
ikut2an sering2 kepeleset dari rel yang sebenarnya dan ini berbahaya
apalagi unsur raso jo pareso cenderung nggak mau ketinggalan dan inilah
yang terjadi dalam dunia Islam bahkan banyak pula oknum2 untuk berbagai
kepentingan memelintir ayat2 Alquran kalau nggak ati2 akan ikut terjerumus
dan pengalaman menunjukan hal demikian,
Sang Wahabi juga berpendapat untuk mewujudkan semua ini jelas wilayah
politik harus digarap, siapa bilang agama dan politik harus dipisahkan
politik (syiasi) bahagian dari Islam bukankah Rasulullah juga berpolitik
lihat aja Rasulullah disamping sebagai Nabi juga Kepala Negara, punya
menteri, gubernur, hubungan diplomatik, punya MOU (Piagam Madinah),
mengirim utusan khusus ke-negara2 non Muslim dan lain sebagainya, nah kalau
ada yang mengatakan Islam urusan-nya dimesjid jangan ikut campur urusan
negara berarti sudah termakan propaganda musuh2 Islam, demikianlah akhirnya
berkat kegigihan, istana Raja Saud dan rakyatnya berhasil di-Wahabi-kan
yang sekarang kita kenal sebagai Saudi Arabia Kingdom
Dipedalaman Sumatera ber-awal dari Pasai muncul 2 aliran pemikiran Islam
yang saling bertentangan masing2 oleh Shekh Abdul Rauf yang dekat dengan
Penguasa bersama dengan Shekh Nuruddin ar Raniri yang mempertahankan faham
Ahlusunnah Wihdatus Syuhud bahwa Alam (termasuk kita manusia) ini adalah
bekas kekuasaan Tuhan, difihak lain ada pula Shekh Hamzah al Fansuri dan
Shekh Syamsuddin as Samaterani dengan faham Widatul Wujud yang berpendapat
bahwa Alam adalah bahagian dari Tuhan laksana buih dilautan bagian dari
ombak, tentu saja faham ini tidak bisa ditolerir apalagi karena kedekatan
Shekh Abdul Rauf dengan sang raja membuat faham ini terusir dari bumi Aceh
Mendapat info faham Wihdatul Wujud masuk pula ke Minangkabau dan
bermarkas di Cangking, Abdul Rauf mengerahkan murid2nya termasuk bekas
muridnya Shekh Burhanuddin Ulakan Pariaman untuk membendung faham ini namun
didaerah Darek Pedalaman Minangkabau faham ini laku keras apalagi ada
mirip2nya dengan ajaran Budha bahwa Didalam diri ada Tuhan lebih dari itu
faham ini tidak menekankan betul masalah2 Ibadah, asal ingat saja Allah
maka sudah sama artinya dengan sholat, pada hal di Aceh siapa2 yang tidak
sholat di-anggap berfaham Wihdatul Wujud maka orang itu harus disadarkan
kalau tidak maka halal darahnya (di-mati-kan)
Samalah di-mana2 setelah pemimpin sipiritual yang kharismatik ini (Shekh
Abdul Rauf dan Shekh Burhanuddin) tiada penyimpangan2 terjadi di-mana2
muncul berbagai aliran dan sekte yang tidak jarang teradopsi pula ajaran
non Islam / Jahiliyah entah itu dari Hindu Budhisme, Israiliyat, klenik,
animism, dinamisme dan lain sebagainya dimana faham2 baru ini dikemas dan
diberi label Islam sebut saja misalnya tasauf, thoriqah dan lain
sebagainya, situasi seperti ini berlangsung lebih seratusan tahun hingga
nggak heran Minangkabau ketika itu kembali berbau asap dupa dan menyan
Di-akhir abad 17 adalah 3 muda Minangkabau yang baru saja ikutan ngaji
pada salah satu Halaqoh Masjidil Haram dan alangkah terbuka matanya setelah
menjalani tarbiyah tersebut ternyata Islam dikampuang halaman betul2
amburadul maka bertekatlah ketiga calon tentara Allah ini Haji Abdul Rahman
Piobang, Haji Sumaniak dan Haji Miskin untuk memulihkan Ranah Bundo Nan
Den Cinto tu, Insya Allah
Bingung juga ketiga muda ini sesampainya dikampuang melihat situasi yang
kacau beliau itu, mau mulai dari mana yaa
? Kita Cuma bertigaaaaa
. Luhak
nan tigo salaweh tu tantu indak mungkin ka-diranangi surang, akhirnya
terbayang wajab para murabi yang telah membina mereka selama ini semangat
mereka timbul kembali The War Is Begin perang harus dimulai
Bagaimana ketiga tentara Allah ini mempersiapkan perang menghadapi
orang2 Islam Minangkabau yang telah sesat itu? Jangan ke-mana2, makmalin
kembali setelah pariwara
Wasalam
abp
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================