Mamak Chaidir Latif dan sanak palanta Yth : Masalah kereta api di Sumbar lah pernah ambo tulih dipalanta 2 ( duo ) tahun nan lapeh , tapi kini ko topik diangkek baliak itu manunjuakkan kapadulian urang awak nan ado dipalanta ko terhadap Sumatera Barat dan mungkin juo baru sekedar wacana . Makin lamo masalah kereta ko makin parah . Manuruik carito nan ambo danga wakatu pulang bulan July 2006 kapatang , lubang kalam ( terowongan ) manuju Sawah Lunto dan Lubang Kalam Kapitan di Muaro Kalaban alah taban indak bisa dilalui lai .
zul amry piliang (warga bali asa minang ) Date: Sat, 9 Oct 2004 22:24:52 -0700 (PDT) From: "zul amri" <[EMAIL PROTECTED]> Add to Address Book Add Mobile Alert To: [email protected] Subject: Perkereta apian di Sumbar hampir menemui ajal. Assalamualikum wr.wb : Kalau dulu kereta api di Sumbar merupakan angkutan utama dan merupakan primadona yang menghubungkan ibukota propinsi dengan beberapa kota kota kabupaten yang terbentang dari Padang sampai Pariaman , Padang Panjang , Buklittinggi , Payakumbuh , Solok , Sawah Lunto , Muaro Sijunjung , namun kini perkereta apian tersebut hanya tinggal kenangan . Saat ini yang ada dan masih beroperasi hanya jalur Padang Pariaman sebagai kereta api wisata yang berangkat dua kali sehari p.p dari stasiun Simpang Haru Padang . Selebihnya hanya tinggal bekas bekas stasiun dan rel yang tidak dirawat lagi . Dan dibeberapa lokasi jalan atau rel tersebut telah tertimbun tanah longsor dan tak bisa dilewati lagi seperti jalur Solok Sawah Lunto. . Kereta api sejatinya untuk melayani angkutan batubara dari Sawah Lunto ke Padang dan Teluk Bayur , karena produksi batu bara semakin menyurut dan persaingan dengan truk besar pengangkut batu bara semakin sengit , maka peran kereta semakin lama semakin tersingkir . Suatu pertanyaan besar muncul , mau diapakan asset PJKA sepanjang jalur kereta api tersebut ? Ini harus diselamatkan sebelum tangan tangan jahil mengegrogoti asset tersebut . Wassalam : zul amry piliang --- In [EMAIL PROTECTED], chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > sanal ansori dan para dunsanak > ass ww > Ternyato banyak juo peminat nasib mak itam di Ranah Minang > Banyak yang dapak kita lakukan di Ranah agar mak itam kito indak mati total > Kalau melibatkan investor barangkali nan manarik bagi mereka adalah angkutan barang Berperannya swasta memeng dimungkinlan dalam revisi UU 13 tentang perkeretaa[ian > Di Peguyuban nanti kito bahas angkutan sawit dll dati Pasaman sebagai langkah awal > Ch N Latief Dt Bandaro 78 > > Anzori <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dari dulu Pemerintah Pusat/Daerah tidak tertarik mengembangkan perkretaapian. Karena waktu zaman makmur era 75-88, sektor kereta api hanya dilihat sebelah mata. Padahal banyak sekali investor yang bisa diajak zaman itu. Kalau monorel saja Bank Arab mau membiayai hanya dengan syarat jaminan Pemerintah, apalagi kereta api. Inevstor asing mana yang tidak mau, kalau Pemerintah mengeluarkan jaminan. > Hanya saja kita saat itu merasa sombong, ibarat katak di bawah tempurung. Kita tidak melihat jauh kedepan dan tidak mau belajar dari negara bekas penjajah. Belanda bikin rel dengan rodi dengan jangkauan pandang 100 tahun kedepan. Tapi ketika kita merdeka kita lebih menghargai rel kereta sebagai besi tua. Coba lihat India bekas jajahan Inggeris. Buat mereka kereta merupakan alat transportasi utama. Di Malaysia setiap hari selalu ada kereta KL-Singapura. Harusnya di kita kota-kota kabupaten bisa dijalani dengan kereta. Padahal rel nya sudah ada dan tidak akan berkarat kalau keretanya jalan. > Kalau kini ingek lagu katiko pesta ala usai.Indak tahu kapan ka mamulai baliak. Akibatnya jalan kereta hanyo untuak pencinta- pencinta nostalgik. > > Kini saatnyo Pemda untuak merehabilitasi angkutan kereta. kalau satu program ini saja berhasil selama 5 tahun, bisa dianggap seluruh program Pemda berhasil. Jadi tantangan untuk merehab sektor perkeretaapian di Sumatera Barat. > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

