Rasanya angka ini perlu dipertanyakan nih...? Krn utk operasional KA
Pdg-Pariaman bolak balik kita cukup bayar Rp.5 juta saja dg bbrp gerbong.
Sedangkan Pdg-Pdg Panjang Rp. 10juta. Angka ini baru sekedar utk bertahan hidup
dan bukan cari untung.
Tadi malam wartawan Tempo jg sms mempertanyakan hal ini. Krn jadi bikin
misinformasi buat masyarakat. Nanti saya coba cros check jg dg kawan2 di milis
IRPS yang sangat menguasai mslh perkereta apian. Thanks.
Salam,
Nofrins
"Nofend St. Mudo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mungkin juga sebagai masukan dan pertimbangan juga buat sanak di MPKAS,
Artikel dari Tajuk di Singgalang tentang biaya Aperasional kereta api ini.
=======================
Keretaapi Beroperasi Lagi
SUDAH sangat lama keretapi penumpang tidak beroperasi di Sumatra Barat. Namun
kerinduan untuk naik keretapi tetap ada bagi masyar­alkat daerah ini, meski
mobil dengan berbagai jenis sudah sangat banyak membawa penumpang ke berbagai
daerah Sumatra Barat.
Keretapi dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara(BUMN). Namun di Sumatra
Barat, baik keretapi penumpang maupun barang tampaknya tidak begitu
menguntungkan, sehingga bisnis keretapi tersebut boleh dikatakan merugi terus
menerus. Apalagi dengan tidak diba­wanya lagi batubara dari Sawahlunto ke
Padang oleh keretapi.
Berkembangnya usaha perkeretapian di Sumatra Barat tampaknya sejak dulu tidak
bisa dikelola oleh pihak perkeretapian sendiri, tapi membutuhkan turun tangan
pihak ketiga. LIhatlah kembali persejarahan keraetapi sejak lama, terutama pada
era Belanda. berhasilnya keretapi sampai masuk kepelosok pedesaan disebabkan
turuntangannya pemerintah Belanda. Umpamanya saja keretapi ke Limbanang
Limapuluh Kota sebagai pengangkut hasil tambang mas Manggani serta pekerja yang
banyak di drop Belanda ke sana. Begitu juga sampai ke Sijunjung, Sungailimau
Padang Pariaman dan daerah lainnya.
Bahkan pada zaman Orde Baru, berhasilnya keretapi di Sumatra Barat juga tidak
terlepas dari turun tangannya pemerintah daerah. Bahkan pada era Gubernur Azwar
Anas perkembangan perkeretapian di Sumatra Barat boleh terbilang membanggakan.
Sebaliknya, tanpa keikutsertaan pemerintah daerah, dipastikan keretapi di
daerah ini tidak akan berkembang sebagaimana yang diharapkan.
Kini, keretapi di Sumatra Barat tampaknya menggeliat lagi. Bahkan dalam waktu
dekat akan dioperasikan keretapi penumpang antara Padang dengan Pariaman.
Namun, dari keterangan yang disampaikan Manager Prasarana PT Keretapi Divisi
regional II Sumatra Barat Ir. Ridwan, bahwa biaya operasional setiap hari
keretapi itu sangat tinggi, yaitu Rp100 juta.
Kalau benar apa yang disampaikan menyangkut biaya operasional ini, sebesar
Rp100 juta perhari, ini sungguh luar biasa juga. Dana sebesar itu jelas
terbilang besar. Akan lebih baik rasanya dioperasikan saja kendaraan lain yang
biayanya tidak sebesar itu.
Apalagi, kalau dananya diambilkan dari APBD, tentu perlu ditelaah lagi.
Sebab, dikhawatirkan dana Rp100 juta perhari tersebut akan jadi bahan
pergunjingan masyarakat. Bahkan bisa saja disebut sebagai usaha foya- foya
melalui subsidi yang diberikan Pemerin­tah Daerah.
Mengoperasikan kembali keretapi di Sumatra Barat kita setuju saja. Tapi
jangan ada gerakan mubazir berupa menghabiskan dana APBD untuk mengoperasikan
keretapi tersebut. Apalagi, sekarang masyarakat butuh pengangkutan yang cepat
dan selamat. Untuk itu, pantas kita pertanyakan, apakah benar keretapi sudah
benar- benar siap membawa penumpang kembali di Sumatra Barat.
Sebaiknya pemerintah daerah di Sumatra Barat hendaknya memikirkan lebih
maksimal berbagai gerakan yang akan dimunculkan. Kalau hanya untuk uji coba-
uji coba saja, lebih baik tidak dilakukan. Sebab, sekarang tidak masanya lagi
sistem uji coba itu, sebab rakyat sudah muak dengan berbagai gerakan ujicoba
yang selalu merugikan mereka.
http://www.hariansinggalang.co.id/link/tajuk.php
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================