Mr Proto,

Ambo iyo indak nio naik kereta wisata nan jurusan M Jamil tu :D, Tapi batua 
keceik angku mah sudah saatnya ditahap awal ini rekan rekan MPKAS mendapatkan 
standing aplaus, Bravo MPKAS.

Ado satu usulan nan nio ambo sampaikan, usulan ko sudah sejak lamo ambo tahan 
dek takuik situasi jadi menghangat he he he.

MPKAS selalu mengkampanyekan Trans Sumatra Railway manuruik ambo iko iyo 
ditahan dulu stek tapi sebagai program jangka panjang bulieh sajo. Program iko 
paralu pengkajian matang, sdm nan mumpuni, dana sampai kesiapan semua pihak.

Nah lebih baik peras otak kini, bagaimana tahapan tahapan yang sudah dilakukan 
oleh MPKAS bisa berkembang bukan justru menjadi layu, contohnya :

1.  MPKAS, mendorong semua pihak untuk kembali dijalankannya kereta wisata, nah 
mari kita bantu pemerintah daerah dan KAI untuk bisa benar benar keluar dari 
masalah ini. Trus terang hampir disuluruh dunia Kereta Wista itu selalu 
berujung dimuesum sejarah. Program program kereta wisata selalu merugi. Kini 
sisi wisatanya sudah akan mulai dibantu dengan berdirinya MAPPAS. Namun jauh 
yang lebih penting adalah membuat kajian dari ide ini, mulai dari perencanaan, 
organisasi sampai marketingnya biar tidak kembali ditutup karena cuma akan 
menjadi bumerang buat MPKAS.

2.  Pembukaan Kembali jalur reguler Padang - Pariaman, nah ide ini pun harus 
dilengkapi dengan paket kajian yang komprehensif. Trus terang saya tidak 
berharap dibukanya rute ini karena dorongan dari MPKAS.Kalou tidak berhasil 
MPKAS akan jadi headline koran koran lokal sebab mendrong pemerintah daerah dan 
KAI untuk mengeluarkan budget yang sia sia hasilnya.


 Data Empiris,
 
 Kenyataan dilapangan mengatakan bahwa rute padang - pariaman sebelumnya 
merupakan rute yang sudah ditutup. Tentu ada sebab permasalahan disana tapi 
mestinya hal INI mudah untuk mengetahuinya karena selalu memiliki kesamaan 
dengan permasalahan KAI diindonesia (Merugi).
 
 Kenyataan bahwa untuk mengaktifkan rute itu kembali memakan dana yang tidak 
sedikit.
 
 Kenyataan bahwa pembukaan rute padang - pariaman menggunakan alokasi anggaran 
sebagian berasal dari APBD. (Perlu dipahami bahwa penggunaan dana melalui APBD 
harus sangat auditable).
 
 Kenyataan bahwa MPKAS mendapatkan sambutan hangat di media massa lokal karena 
ide dan upayanya mengaktifkan kembali perkeretaapian Sumbar.

Kenyaatan bahwa Pemerintah Daerah dan KAI kembali terbangun dari tidurnya dan 
kembali meng-aktifkan kereta api karena gempuran bertubi tubi dari masyarakat 
luas yang bergabung dalam MPKAS.
 
 Bisa jadi kenyatan bahwa MPKAS menjadi berita utama karena idenya menghabiskan 
ratusan juta rupiah.

Solusi,

Sudah waktunya MPKAS melebarkan sayap organisasi, melakukan kerjasama strategis 
dengan pihak pihak terkait.

Menggunakan seluruh network nan ado untuk memperkuat organisasi dengan cara 
mencari sumber daya manusia nan ahli dalam hal marketing dan perencanaan 
dibidang tranportasi massal ini.

Membuat time schedule dalam rangka membuat studi menyeluruh terhadap ide ide 
MPKAS.

Mendorong Pemerintah Daerah dan KAI untuk bersama sama memikirkan masalah 
masalah nan mungkin akan dihadapi.

Regards
Ronal Chandra


proto_melayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Menilik apa yang dilakukan MPKAS sudah 
saatnya kita berikan standing 
aplaus dengan suksesnya menjadi katalis bagi hidupnya kembali kereta 
di Sumbar...

langkah pertama sudah selesai dan sekarang langkah berikutnya yaitu 
memainkan fungsi kontrol (saya gak tau apa ini berlawanan dg SK GUb 
atau tidak). APakah angka angka itu sudah benar ? musti diselidiki 
agar tidak jadi blunder nantinya sekiranya menimbulkan perlawanan dr 
masyarakat terutama yang anti korupsi.

satu hal lagi yang saya kira penting MPKAS yang M nya adalah 
masyarakat, sudah selayaknya MPKAS juga memikirkan masyarakat itu 
sendiri. kritikan Bapak Azwar Anas saya pikir sangat bagus. jangan 
nantinya masyarakat yang bermaksud menikmati perjalanan eksotis 
dengan kereta malah berujung ke M Jamil. menempatkan masyarakat 
sebagai titik tolak selanjutnya saya pikir sangat "seksi" untuk 
image MPKAS kedepannya..sehingga tidak terkesan MPKAS hanyalah 
orang2 suruhan pemprop (pake Sk segala soalnya) tapi juga 
memperjuangkan nasib dan kesejahteraan masyarakat (pemberi Sk 
Gubernur) yang secara langsung maupun tidak terkait dengan kereta 
api.

contohnya : apakah sudah terpikir sekiranya kereta api akan 
dihidupkan hingga bukittinggi dan payakumbuh kemana masyarakat yg 
selama ini hidup dibantaran kereta api akan di relokasi ?

kalau memang target 2 juta wisatawan akan menghasilkan 2 trilyun 
(wow) siapakah yang akan menikmati kue tersebut ? kalau saya menilai 
ukuran saat ini hanyalah PT KAI dan pelaku besar macam Tour Travel 
dan hotel hotel besar. lalu apa yang akan dinikmati masyarakat 
langsung ? memang benar juga akan menghasilkan PAd yang ujung2nta 
bagi masyarakat juga. tapi kita tahulah dana yang masuk kepmerintah 
mengalirnya kemana. jadi ini musti dpikirkan program apa yang akan 
membuat masyarakat ikut menyicipi kue 2 T tersebut.

sekian dulu, mohon maaf

Benni


--- In [EMAIL PROTECTED], Yulnofrins Napilus  
wrote:
>
> Rasanya angka ini perlu dipertanyakan nih...? Krn utk operasional 
KA Pdg-Pariaman bolak balik kita cukup bayar Rp.5 juta saja dg bbrp 
gerbong. Sedangkan Pdg-Pdg Panjang Rp. 10juta. Angka ini baru 
sekedar utk bertahan hidup dan bukan cari untung.
>    
>   Tadi malam wartawan Tempo jg sms mempertanyakan hal ini. Krn 
jadi bikin misinformasi buat masyarakat. Nanti saya coba cros check 
jg dg kawan2 di milis IRPS yang sangat menguasai mslh perkereta 
apian. Thanks.
>    
>   Salam,
>   Nofrins
> 
> 

 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008.
-----------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >500KB.
2. Email dikirim untuk banyak penerima.
--------------------------------------------------------------
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di:
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2
dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas.
============================================================

Kirim email ke