Assalamu'alaikum Wr. Wb. Sato ciek maucapkan salamaik ka MPKAS nan alah malangkah dan berhasil mayakinkan PemProv dan PJKA tantang paralu no mak itam ko di hidupkan lagi di Sumbar.
Tapi kejelian harus paralu pulo, jan sampai sumangaik kawan2 nan idealis sangaik ko nantik di manfaat kan .... Perusahaan negara baiak itu PLN, Telkom dan PJKA nan untuang tu paling di daerah Jawa ko sajo. Lah sampai ka daerah apolai nan bantuak Sumbar pasti marugi dek biaya investasi dan operasional indak bisa ta tutuik i dek penghasilan. Jadi operasional di daerah labiah banyak fungsi sosial sajo. Kalau PLN jo Telkom mau ndak mau harus tataok ba operasi karano manyangkuik kebutuhan dan ketergantungan masyarakat. Tapi PJKA agak babedo, kebutuhan masyarakat akan transportasi indak baitu tagantuang ka PJKA dek banyak alternatif lain, malah waktu di antikan operasi no ampia indak bapangaruah apo2 terhadap masyarakat. Ma antikan operasi indak berarti indak ado biaya lai untuak Divre Sumbar. Biaya untuak gaji pegawai dan perawatan aset nan sangaik banyak tu tataok harus kalua. Mungkin angko 100 jt sahari manuruik Ir. Ridwan ko adolah biaya operasinal nan harus di kaluakan PJKA untuak keseluruhan kalau aktif baliak. Jadi kalau ado akses ka dalam di palajari bana bara biaya operasional PJKA sabalun aktif baliak, bara tambahan nan di paralukan pengaktifan kembali dan bara biaya operasional tambahan setelah aktif. Dan biaya tambahan ko jadi baban PJKA atau Pemda atau mungkin bisa di tutuik dari pendapatan. Kalau indak bisa ta tutuik, untuak bara lamo kiro2 harus di subsidi. Nan di khawatirkan berita di Singgalang, PJKA ma ambiak kesempatan dari ke inginan masyarakat tadi untuak mandapek biaya tambahan dari Pemda (APBD) untuak mengurangi kerugian di Sumbar. Samantaro Sumbar sendiri tamasuak daerah nan APBD nya minus. Mudah2 an hal iko lah jadi pamikiran dunsanak2 di MPKAS dan maaf kalau indak di tampaik no. Wassalam Tan Ameh ----- Original Message ----- From: Ronal Chandra To: Membangun Minangkabau Nan Bergengsi Cc: [email protected] Sent: Tuesday, February 13, 2007 12:44 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Surat Cinta Untuk MPKAS. Mr Proto, Ambo iyo indak nio naik kereta wisata nan jurusan M Jamil tu :D, Tapi batua keceik angku mah sudah saatnya ditahap awal ini rekan rekan MPKAS mendapatkan standing aplaus, Bravo MPKAS. Ado satu usulan nan nio ambo sampaikan, usulan ko sudah sejak lamo ambo tahan dek takuik situasi jadi menghangat he he he. MPKAS selalu mengkampanyekan Trans Sumatra Railway manuruik ambo iko iyo ditahan dulu stek tapi sebagai program jangka panjang bulieh sajo. Program iko paralu pengkajian matang, sdm nan mumpuni, dana sampai kesiapan semua pihak. Nah lebih baik peras otak kini, bagaimana tahapan tahapan yang sudah dilakukan oleh MPKAS bisa berkembang bukan justru menjadi layu, contohnya : 1. MPKAS, mendorong semua pihak untuk kembali dijalankannya kereta wisata, nah mari kita bantu pemerintah daerah dan KAI untuk bisa benar benar keluar dari masalah ini. Trus terang hampir disuluruh dunia Kereta Wista itu selalu berujung dimuesum sejarah. Program program kereta wisata selalu merugi. Kini sisi wisatanya sudah akan mulai dibantu dengan berdirinya MAPPAS. Namun jauh yang lebih penting adalah membuat kajian dari ide ini, mulai dari perencanaan, organisasi sampai marketingnya biar tidak kembali ditutup karena cuma akan menjadi bumerang buat MPKAS. 2. Pembukaan Kembali jalur reguler Padang - Pariaman, nah ide ini pun harus dilengkapi dengan paket kajian yang komprehensif. Trus terang saya tidak berharap dibukanya rute ini karena dorongan dari MPKAS.Kalou tidak berhasil MPKAS akan jadi headline koran koran lokal sebab mendrong pemerintah daerah dan KAI untuk mengeluarkan budget yang sia sia hasilnya. Data Empiris, Kenyataan dilapangan mengatakan bahwa rute padang - pariaman sebelumnya merupakan rute yang sudah ditutup. Tentu ada sebab permasalahan disana tapi mestinya hal INI mudah untuk mengetahuinya karena selalu memiliki kesamaan dengan permasalahan KAI diindonesia (Merugi). Kenyataan bahwa untuk mengaktifkan rute itu kembali memakan dana yang tidak sedikit. Kenyataan bahwa pembukaan rute padang - pariaman menggunakan alokasi anggaran sebagian berasal dari APBD. (Perlu dipahami bahwa penggunaan dana melalui APBD harus sangat auditable). Kenyataan bahwa MPKAS mendapatkan sambutan hangat di media massa lokal karena ide dan upayanya mengaktifkan kembali perkeretaapian Sumbar. Kenyaatan bahwa Pemerintah Daerah dan KAI kembali terbangun dari tidurnya dan kembali meng-aktifkan kereta api karena gempuran bertubi tubi dari masyarakat luas yang bergabung dalam MPKAS. Bisa jadi kenyatan bahwa MPKAS menjadi berita utama karena idenya menghabiskan ratusan juta rupiah. Solusi, Sudah waktunya MPKAS melebarkan sayap organisasi, melakukan kerjasama strategis dengan pihak pihak terkait. Menggunakan seluruh network nan ado untuk memperkuat organisasi dengan cara mencari sumber daya manusia nan ahli dalam hal marketing dan perencanaan dibidang tranportasi massal ini. Membuat time schedule dalam rangka membuat studi menyeluruh terhadap ide ide MPKAS. Mendorong Pemerintah Daerah dan KAI untuk bersama sama memikirkan masalah masalah nan mungkin akan dihadapi. Regards Ronal Chandra proto_melayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Menilik apa yang dilakukan MPKAS sudah saatnya kita berikan standing aplaus dengan suksesnya menjadi katalis bagi hidupnya kembali kereta di Sumbar... langkah pertama sudah selesai dan sekarang langkah berikutnya yaitu memainkan fungsi kontrol (saya gak tau apa ini berlawanan dg SK GUb atau tidak). APakah angka angka itu sudah benar ? musti diselidiki agar tidak jadi blunder nantinya sekiranya menimbulkan perlawanan dr masyarakat terutama yang anti korupsi. satu hal lagi yang saya kira penting MPKAS yang M nya adalah masyarakat, sudah selayaknya MPKAS juga memikirkan masyarakat itu sendiri. kritikan Bapak Azwar Anas saya pikir sangat bagus. jangan nantinya masyarakat yang bermaksud menikmati perjalanan eksotis dengan kereta malah berujung ke M Jamil. menempatkan masyarakat sebagai titik tolak selanjutnya saya pikir sangat "seksi" untuk image MPKAS kedepannya..sehingga tidak terkesan MPKAS hanyalah orang2 suruhan pemprop (pake Sk segala soalnya) tapi juga memperjuangkan nasib dan kesejahteraan masyarakat (pemberi Sk Gubernur) yang secara langsung maupun tidak terkait dengan kereta api. contohnya : apakah sudah terpikir sekiranya kereta api akan dihidupkan hingga bukittinggi dan payakumbuh kemana masyarakat yg selama ini hidup dibantaran kereta api akan di relokasi ? kalau memang target 2 juta wisatawan akan menghasilkan 2 trilyun (wow) siapakah yang akan menikmati kue tersebut ? kalau saya menilai ukuran saat ini hanyalah PT KAI dan pelaku besar macam Tour Travel dan hotel hotel besar. lalu apa yang akan dinikmati masyarakat langsung ? memang benar juga akan menghasilkan PAd yang ujung2nta bagi masyarakat juga. tapi kita tahulah dana yang masuk kepmerintah mengalirnya kemana. jadi ini musti dpikirkan program apa yang akan membuat masyarakat ikut menyicipi kue 2 T tersebut. sekian dulu, mohon maaf Benni --- In [EMAIL PROTECTED], Yulnofrins Napilus wrote: > > Rasanya angka ini perlu dipertanyakan nih...? Krn utk operasional KA Pdg-Pariaman bolak balik kita cukup bayar Rp.5 juta saja dg bbrp gerbong. Sedangkan Pdg-Pdg Panjang Rp. 10juta. Angka ini baru sekedar utk bertahan hidup dan bukan cari untung. > > Tadi malam wartawan Tempo jg sms mempertanyakan hal ini. Krn jadi bikin misinformasi buat masyarakat. Nanti saya coba cros check jg dg kawan2 di milis IRPS yang sangat menguasai mslh perkereta apian. Thanks. > > Salam, > Nofrins > > ------------------------------------------------------------------------------ Get your own web address. Have a HUGE year through Yahoo! Small Business. ------------------------------------------------------------------------------ Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

