Menilik apa yang dilakukan MPKAS sudah saatnya kita berikan standing aplaus dengan suksesnya menjadi katalis bagi hidupnya kembali kereta di Sumbar...
langkah pertama sudah selesai dan sekarang langkah berikutnya yaitu memainkan fungsi kontrol (saya gak tau apa ini berlawanan dg SK GUb atau tidak). APakah angka angka itu sudah benar ? musti diselidiki agar tidak jadi blunder nantinya sekiranya menimbulkan perlawanan dr masyarakat terutama yang anti korupsi. satu hal lagi yang saya kira penting MPKAS yang M nya adalah masyarakat, sudah selayaknya MPKAS juga memikirkan masyarakat itu sendiri. kritikan Bapak Azwar Anas saya pikir sangat bagus. jangan nantinya masyarakat yang bermaksud menikmati perjalanan eksotis dengan kereta malah berujung ke M Jamil. menempatkan masyarakat sebagai titik tolak selanjutnya saya pikir sangat "seksi" untuk image MPKAS kedepannya..sehingga tidak terkesan MPKAS hanyalah orang2 suruhan pemprop (pake Sk segala soalnya) tapi juga memperjuangkan nasib dan kesejahteraan masyarakat (pemberi Sk Gubernur) yang secara langsung maupun tidak terkait dengan kereta api. contohnya : apakah sudah terpikir sekiranya kereta api akan dihidupkan hingga bukittinggi dan payakumbuh kemana masyarakat yg selama ini hidup dibantaran kereta api akan di relokasi ? kalau memang target 2 juta wisatawan akan menghasilkan 2 trilyun (wow) siapakah yang akan menikmati kue tersebut ? kalau saya menilai ukuran saat ini hanyalah PT KAI dan pelaku besar macam Tour Travel dan hotel hotel besar. lalu apa yang akan dinikmati masyarakat langsung ? memang benar juga akan menghasilkan PAd yang ujung2nta bagi masyarakat juga. tapi kita tahulah dana yang masuk kepmerintah mengalirnya kemana. jadi ini musti dpikirkan program apa yang akan membuat masyarakat ikut menyicipi kue 2 T tersebut. sekian dulu, mohon maaf Benni --- In [EMAIL PROTECTED], Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rasanya angka ini perlu dipertanyakan nih...? Krn utk operasional KA Pdg-Pariaman bolak balik kita cukup bayar Rp.5 juta saja dg bbrp gerbong. Sedangkan Pdg-Pdg Panjang Rp. 10juta. Angka ini baru sekedar utk bertahan hidup dan bukan cari untung. > > Tadi malam wartawan Tempo jg sms mempertanyakan hal ini. Krn jadi bikin misinformasi buat masyarakat. Nanti saya coba cros check jg dg kawan2 di milis IRPS yang sangat menguasai mslh perkereta apian. Thanks. > > Salam, > Nofrins > > "Nofend St. Mudo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mungkin juga sebagai masukan dan pertimbangan juga buat sanak di MPKAS, Artikel dari Tajuk di Singgalang tentang biaya Aperasional kereta api ini. > ======================= > Keretaapi Beroperasi Lagi > > SUDAH sangat lama keretapi penumpang tidak beroperasi di Sumatra Barat. Namun kerinduan untuk naik keretapi tetap ada bagi masyar­alkat daerah ini, meski mobil dengan berbagai jenis sudah sangat banyak membawa penumpang ke berbagai daerah Sumatra Barat. > Keretapi dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara(BUMN). Namun di Sumatra Barat, baik keretapi penumpang maupun barang tampaknya tidak begitu menguntungkan, sehingga bisnis keretapi tersebut boleh dikatakan merugi terus menerus. Apalagi dengan tidak diba­wanya lagi batubara dari Sawahlunto ke Padang oleh keretapi. > Berkembangnya usaha perkeretapian di Sumatra Barat tampaknya sejak dulu tidak bisa dikelola oleh pihak perkeretapian sendiri, tapi membutuhkan turun tangan pihak ketiga. LIhatlah kembali persejarahan keraetapi sejak lama, terutama pada era Belanda. berhasilnya keretapi sampai masuk kepelosok pedesaan disebabkan turuntangannya pemerintah Belanda. Umpamanya saja keretapi ke Limbanang Limapuluh Kota sebagai pengangkut hasil tambang mas Manggani serta pekerja yang banyak di drop Belanda ke sana. Begitu juga sampai ke Sijunjung, Sungailimau Padang Pariaman dan daerah lainnya. > Bahkan pada zaman Orde Baru, berhasilnya keretapi di Sumatra Barat juga tidak terlepas dari turun tangannya pemerintah daerah. Bahkan pada era Gubernur Azwar Anas perkembangan perkeretapian di Sumatra Barat boleh terbilang membanggakan. > Sebaliknya, tanpa keikutsertaan pemerintah daerah, dipastikan keretapi di daerah ini tidak akan berkembang sebagaimana yang diharapkan. > Kini, keretapi di Sumatra Barat tampaknya menggeliat lagi. Bahkan dalam waktu dekat akan dioperasikan keretapi penumpang antara Padang dengan Pariaman. Namun, dari keterangan yang disampaikan Manager Prasarana PT Keretapi Divisi regional II Sumatra Barat Ir. Ridwan, bahwa biaya operasional setiap hari keretapi itu sangat tinggi, yaitu Rp100 juta. > Kalau benar apa yang disampaikan menyangkut biaya operasional ini, sebesar Rp100 juta perhari, ini sungguh luar biasa juga. Dana sebesar itu jelas terbilang besar. Akan lebih baik rasanya dioperasikan saja kendaraan lain yang biayanya tidak sebesar itu. > Apalagi, kalau dananya diambilkan dari APBD, tentu perlu ditelaah lagi. Sebab, dikhawatirkan dana Rp100 juta perhari tersebut akan jadi bahan pergunjingan masyarakat. Bahkan bisa saja disebut sebagai usaha foya- foya melalui subsidi yang diberikan Pemerin­tah Daerah. > Mengoperasikan kembali keretapi di Sumatra Barat kita setuju saja. Tapi jangan ada gerakan mubazir berupa menghabiskan dana APBD untuk mengoperasikan keretapi tersebut. Apalagi, sekarang masyarakat butuh pengangkutan yang cepat dan selamat. Untuk itu, pantas kita pertanyakan, apakah benar keretapi sudah benar- benar siap membawa penumpang kembali di Sumatra Barat. > Sebaiknya pemerintah daerah di Sumatra Barat hendaknya memikirkan lebih maksimal berbagai gerakan yang akan dimunculkan. Kalau hanya untuk uji coba- uji coba saja, lebih baik tidak dilakukan. Sebab, sekarang tidak masanya lagi sistem uji coba itu, sebab rakyat sudah muak dengan berbagai gerakan ujicoba yang selalu merugikan mereka. > http://www.hariansinggalang.co.id/link/tajuk.php > > > > --------------------------------- > Need Mail bonding? > Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users. > Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. > ----------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ============================================================ > UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. > - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. > - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: > 1. Email ukuran besar dari >500KB. > 2. Email dikirim untuk banyak penerima. > -------------------------------------------------------------- > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta- setting > * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 > dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. > ============================================================ > Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, Juni 2008. ----------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ============================================================ UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email dengan attachment tidak dianjurkan, sebaiknya melalui jalur pribadi. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >500KB. 2. Email dikirim untuk banyak penerima. -------------------------------------------------------------- * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Membaca dan Posting email lewat web, bisa melalui mirror mailing list di: http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages http://groups.google.com/group/RantauNet?gvc=2 dengan mendaftarkan juga email anda disini dan kedua mirror diatas. ============================================================

