Title: RE: Hanya ada satu cara

Beberapa kata yang Anda tunjukkan memang membuktikan para pengusaha (besar) sama klasnya dengan pedagang kaki lima dalam penggunaan bahasa (Inggris). Buktinya "real estat" adalah bukan bahasa Inggris atau Indonesia. Lansekap? Apa pula ini bah! Ada juga yang menulis "bakeri holan", de el el.


-----Original Message-----
From:   Lutfi M. [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Sunday, 17 January, 1999 16:27
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: Hanya ada satu cara

Menarik juga menganalisa etimologi (?) bahasa.
Spt. misalnya asal-usul kata yg. dituliskan di bawah ini:

LANSEKAP (aslinya "lanscape") RIL ISTAT, KOMPLEK (asilnya� "complex"), KOMPUTER, KALKULATOR ->bhs. Inggris
MAKSUD (aslinya� MAKSHUD), JAWAB, BILA, SAH (aslinya SHAH), ISTILAH (aslinya ISHTILAH), UMUM ->b. arab
SEPATU ->b. spanyol (aslinya ZAPATO)

----------
From: Indi Soemardjan[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 15 Januari 1999 9:12
Subject: ������ Re: Hanya ada satu cara

Indra Adrisudiro wrote:

> IA: Sejak kapan "maksud" jadi "maxud" yah ?

> :-)

Indi 'njawap:

-sejak Real Estate menjadi Ril Estat (seharusnya cukup dengan Komplek
Perumahan)

-sejak Mall menjadi Mal (sebaiknya cukup disebut dengan Alun-alun atau
tempat berkumpul)

-sejak Computer/Calculator menjadi Komputer/Kalkulator (alangkah baiknya
bila disebut sebagai Penghitung)

-sejak Zapato (bahasa Spanyol?) menjadi Sepatu (seharusnya cukup dengan
Kasut)

-sejak Management menjadi Manajemen, dll. dll.



Disamping itu ada juga satu hal yang cukup kreatif:

Bowling disebut denga Boling yang merupakan singkatan dari Bola
Gelinding.


BTW,
siapa sih orang yang mensahkan istilah2 diatas? pendapat umum kah?


pis.

INDI

Kirim email ke