Ya kebetulan dia masuk jurusan terfavorit............
jadi menurut anda nggak peduli bagaimana caranya masuk entah
karena dewan jendral, joki, untung-untungan.........karena
toch nantinya ada seleksi alam......gitu ya Mas Lutfi.......

Ya udah sekarang ya royokan ae Mas, yang punya duit ya pake joki,
yang miskin.untung-untungan, yang jendral lewat dewan jendral.......

Apa ini yang disebut profi....dan kita inginkan besama..........

Apa bukan sistemnya yang kita modified.....atau orangnya yang kita
eliminate???

Wass
AL
Mas Lutfi, kalo yang masuk lewat duit tapi memang otaknya encer
ya tetep aja lolos seleksi alam...toch

At 07:46 22.01.1999 +0700, Lutfi wrote:
>Peluang lulus UMPTN juga bergantung jurusan yg. diambil (meskipun di kampus
>top).  Misalnya untuk jurusan Fisika di ITB peluangnya tentu lebih besar
>daripada masuk Teknik Elektro.
>
>Jadi, dilihat dulu anak orang berbintang itu apakah memilih jurusan "kering"
>atau "basah", terus mungkin dia memang cukup mampu u/ tembus UMPTN.
>Perlu diketahui juga bahwa UMPTN itu kan testnya multiple choices.  Bisa
>terjadi kemungkinan dg. cara "cap-cip-cup kembang kuncup" (menebak), dia
>bisa lulus (meski dg. nilai kritis).
>
>Di kampus negeri spt. ITB dan IPB, sistem gugur dilaksanakan pd. tahun
>pertama.  Di ITB dikenal dg. nama TPB (Tahap Persiapan Bersama).  Disitu
>kemampuan para mahasiswa benar-benar diadu.  Yg. masuknya lewat "dewan
>jenderal" atau lewat duit akan merasakan tekanan yg. amat sangat.  Banyak
>yg. gugur disini.  Di sini pula terlihat bahwa banyak juga mahasiswa
>keturunan yg. survive (memang patut diakui, mereka yg. masuk negeri
>rata-rata qualified).  Yg. masuknya cuma karena mengandalkan uang akan
>di-DO, tidak perduli dia anak siapa.  (pernah juga anak seorang profesor di
>ITB di DO).

Kirim email ke