Sebenarnya ucapan bung alex ini ada benarnya. Namanya KKN kita memang
sudah luar biasa kusutnya, termasuk (yang saya tahu) program BPPT tahun
1988-1990an. Banyak anak jendral yang kuliah di Jerman ketemu batunya
alias enggak lulus.
Proses UMPTN juga enggak bisa dibilang mulus 100%, banyak anak pejabat
yang ke UI, ITB atau universitas negeri lainnya.
Saya pernah mendengar pendapat kalau persaingan dibuat sempurna di
UMPTN, maka banyak anak 'keturunan Cina' yang masuk, sedangkan yang
keturunan pribumi tidak. Entah apa ini suatu alasan agar KKN semakin
lancar, atau memang bangsa kita yang belum bisa menerima 'keturunan
Cina' sebagai bagian bangsa ini.
Keadilan?? entah harus pakai 'kacamata' yang mana menentukan hal ini.
peace.

alex wrote:
>
> Wah wah ojo ngono Bung Haddeeer (wong endi koen..jenengmu nggak lazim)
> Baru habis silahturahmian  koq sudah bermarah-marahan.......
>
> Aku dewean ngalami peristiwa yang podo karo Cak Lumbantobing..........
> Ono temenku ynag bodo e nggak ketulungan (nuwun sewu lho Mas) eh
> tau-tau nya masuk ITB hanya disebabkan ayahandanya berbintang 3.
> Saya sich nggak iri, memang untung dia punya ayah berbintang, sedang
> kita-kita khan cuma cuma berbintang kalu lagi mimpi atau kena tonjok.
>
> Yang anda katakan ono akale namun sayangnya bukan anak petani pribumi
> yang masuk namun anak pejabat/berbintang pribumi yang masuk. Kalo
> anda membandingkan dengan anak Cina saya kira mereka nggak ada
> yang ngarepin masuk UMPTN. Masuk selamat nggak juga bersyukur, toh seperti
> kata anda mereka lebih bergengsi masuk MIT, Harvard, Princeton, LeHigh,
> Stanford dll. dibandingkan ke UGM, ITB, ITS, UI yang menurut anda harus
> bercampur baur dengan anak-anak petani yang miskin. Maaf lho namun saya
> hanya menyitir argument anda Bung Hadder.
>
> Jadinya begini lho Cak, mungkin Cak sendiri nggak pernah bergaul dengan
> para joki (untuk masuk UMPTN). Ku punya teman yang ikut UMPTN hingga
> 5 atau bahkan lebih. Satu kali masuk untuk dia dan yang empat lainnya
> untuk memasukkan orang lain, orang itu bisa orang Cina yang kaya, orang
> pribumi yang kaya dan yang jelas nggak mungkin orang miskin, karena
> bayarannya jutaan keatas. Trus siapa yang salah...mohon petunjuknya....
> Matur nuwun inggih.............
>
> Wass
> AL
>
> At 09:30 21.01.1999 +0700, you wrote:
> >Harusnya Bang Alex lebih memperluas pandangan dalam melihat sesuatu,
> >jangan sempit sekali analisa nya dalam memandang sesuatu.
> >
> >Kebetulan juga saya mempunyai sahabat-sahabat sewaktu kuliah menjadi
> >OPERATOR seleksi UMPTN (BUKAN IKUT DALAM PENENTUAN KRITERIA KELULUSAN
> >UMPTN...tolong di ralat, karena seorang mahasiswa tidak dapat menentukan
> >kriteria UMPTN...!!!!!!!!  Hati - hati menulis jangan berbohong dan
> >membuat OPINI palsu ..!!!!!......)
> >
> >Yang ada adalah SEDAPAT MUNGKIN KEADILAN BAGI SELURUH PESERTA UMPTN
> >UNTUK DAPAT MERASAKAN KULIAH DI PTN.
> >
> >Di sini seluruh faktor dari seseorang calon menjadi variable dalam
> >seleksi : Asal SMA, Orang tua kerja dimana, Pendapatan Orang Tua, Agama,
> >Keturunan, Jurusan yang dituju, Propinsi, dan masih banyak lagi (saya
> >sudah lupa).
> >
> >Seseorang dari Irian Jaya atau dari Aceh tentu juga ingin merasakan
> >sekolah di ITB atau UI atau UGM, bukan hanya seorang keturunan cina yang
> >dari kecil sudah mendapat sekolah yang layak di yayasan mereka dan
> >kekayaan dari orang tua mereka, tetapi juga ingin ikut masuk sekolah ke
> >NEGERI......:-)....anak petani yang sebagian besar di negara ini juga
> >mau sekolah di NEGERI...yang tidak mendapatkan kesempatan yang sama
> >dalam bersaing dan belajar semasa SMA....karena mereka orang miskin.....
> >
> >Dan juga jangan Anda Bilang bahwa "penjatahan masuk UMPTN yang
> >juga sering didasarkan pada alasan agama tertentu atau keturunan
> >tertentu", ini adalah pernyataan yang SOMBONG....apa anda pikir mereka
> >lebih hebat dari orang lain.....he....he....nanti dulu......
> >
> >SMILE.....YOU MAKE ME SICK....
> >
> >
> >Alexander Lumbantobing wrote:
> >
> >> Kenyataan ini memang pahit dan meresahkan, tetapi inilah salah satu PR
> >> kita
> >> memberantas KKN di bidang pendidikan - termasuk penjatahan masuk UMPTN
> >> yang
> >> juga sering didasarkan pada alasan agama tertentu atau keturunan
> >> tertentu
> >> (sistem kuota). Ssahabat-sahabat saya sewaktu kuliah dulu banyak yang
> >> ikut
> >> dalam proses penentuan kriteria kelulusan UMPTN dan pemeriksaan ujian
> >> di Pusat
> >> Ilmu Komputer UI, Salemba. Begitu nyata dan terang-terangan....
> >>
> >> Warm regards,
> >>
> >> Alexander Lumbantobing
> >

Kirim email ke