Iya kang alex,
Mungkin solusinya bukannya kita malah membuat jurang pemisah yang lebar
antar elemen bangsa ini, melainkan sebaiknya kita expand dan bangun lagi
universitas-universitas yang bagus diseluruh daerah.
Menurut saya pribadi, seharusnya seluruh potensial bangsa ini kita
manfaatkan untuk kebaikan.
Just a thought.
peace.

alex wrote:
>
> Untuk Mang Blucer,
>
> Kemarin ada acara menarik di RCTI, yakni diskusi antara James Dananjaya
> (athropolog), Sri Ediwati (Dirjen Kebudayaan) dan pengusaha Fadel
> Muhamad.....tentang Pembauran dan sebagainya...............
>
> Menurut penuturan Prof james (Gurubesar UI), pernah suatu kali ada
> seorang pribumi namun bermata sipit mengikuti UMPTN. Sewaktu mengisi
> formulir UMPTN dia memilih pribumi dan ternyata oleh pengawas dia
> dipanggil dan ditegur. Eh kamu khan CIna kok milih pribumi, ganti!
> Katanya nggak nggak saya pribumi.....Lalu kata pengawas.....OK OK
> kami hanya ingin agar kita nggak kecolongan...(?). Rupanya memang
> benar seperti kata Anda.......ada juga diskriminasi di bidang pendidikan.
>
> Saya rasa khan nggak semua Cina kayak Liem...(kaya raya), saya tahu
> ada Cina yang jadi tukang jual siomay keliling sejak saya masih SD hingga
> sekarang........, ada yang jadi penjual roti dll.........
>
> Memang inti permasalahannya adalah korupsi (KKN)....para pejabat lebih
> memanjakan Cina karena mereka sendiri dapet komisi dari si pengusaha itu.
> Saya heran mengapa kita orang pribumi yang 98% ini harus ngeri dan takut
> dengan orang Cina yang mungkin nggak sampai 2%. Bayangkan!!
> Begitu pula dengan kekayaan....siapa sih nggak kenal Arifin, Bakrie,
> dan para pejabat, mentri, jendral.......apa mereka bukan tergolong orang
> kaya. Ada sekali-kali mampir di sekitar Menteng dan kebayoran Baru,
> terlihat sekali bahwa rumah-rumah mewah itu sebgaian besar dimiliki
> kaum pribumi ini.
>
> Ataukah ini hanya sebagai "scapegoat". betapa kasihannya bangsa ini!
>
> Wass,
> AL
>
> At 13:48 21.01.1999 -0500, Blucer wrote:
> >Sebenarnya ucapan bung alex ini ada benarnya. Namanya KKN kita memang
> >sudah luar biasa kusutnya, termasuk (yang saya tahu) program BPPT tahun
> >1988-1990an. Banyak anak jendral yang kuliah di Jerman ketemu batunya
> >alias enggak lulus.
> >Proses UMPTN juga enggak bisa dibilang mulus 100%, banyak anak pejabat
> >yang ke UI, ITB atau universitas negeri lainnya.
> >Saya pernah mendengar pendapat kalau persaingan dibuat sempurna di
> >UMPTN, maka banyak anak 'keturunan Cina' yang masuk, sedangkan yang
> >keturunan pribumi tidak. Entah apa ini suatu alasan agar KKN semakin
> >lancar, atau memang bangsa kita yang belum bisa menerima 'keturunan
> >Cina' sebagai bagian bangsa ini.
> >Keadilan?? entah harus pakai 'kacamata' yang mana menentukan hal ini.
> >peace.
> >

Kirim email ke