Blucer:

Kok jadi galak begitu sih:

Kalau soal penentuan kriteria masuk UMPTN, memang melibatkan juga masukan dari
mahasiswa.

Kalau saya bilang bahwa untuk masuk UMPTN ada kuota berdasarkan agama dan
kecenderungan untuk membatasi WN keturunan tertentu, itu menunjukkan bahwa
sistem pendidikan di Indonesia belum 'fair'. Jangan salah tangkap maksud
kalimat saya ini. Ini untuk menunjukkan betapa dipersulitnya WN beragama
tertentu dan juga keturunan tertentu untuk dapat masuk ke PTN. Jadi kalimat
saya ini bukan pernyataan untuk memamerkan sesuatu atau menonjolkan kepandaian
orang-orang terkena kuota yang berhasil masuk ke PTN. Kalimat itu hanya
membeberkan fakta, bahwa - dikarenakan kuota tak tertulis itu - seseorang yang
terkena kuota itu harus kerja keras berlipat ganda mengatasi ketidak-adilan
yang dipraktekan secara melembaga seperti itu. Jika dibandingkan dengan di
USA, maka UU di sini melarang lembaga-lembaga pendidikan di USA untuk memilih
calon siswa berdasarkan: agama, keturunan, orientasi seksual, ras, dll.

BTW: tolong sampaikan kepada Adi Darmaputra untuk mengirim e-mail ke saya.

Warm regards,

Alex

Kirim email ke