Perhatikan perusahaan - perusahaan "cina" seperti Astra, BCA dan lain - lain ....
Bagaimana dikriminasi dalam gaji, pangkat, status, terhadap orang - orang pribumi....
Bagaimana dengan rapat - rapat yang mereka adakan di saat - saat orang islam harus shalat jumat....

Keadilan belum terjadi...... maka akan ada "Keadilan" yang lain....

.......................

Hadeer wrote:

 

Alexander Lumbantobing wrote:

Kalau soal penentuan kriteria masuk UMPTN, memang melibatkan juga masukan dari
mahasiswa.
 
Tolong sekali lagi bukti nya mana .... ? Masukkan yang seperti apa dari MAHASISWA untuk penentuan kriteria UMPTN ?.
Kalau saya bilang bahwa untuk masuk UMPTN ada kuota berdasarkan agama dan
kecenderungan untuk membatasi WN keturunan tertentu, itu menunjukkan bahwa
sistem pendidikan di Indonesia belum 'fair'. Jangan salah tangkap maksud
kalimat saya ini. Ini untuk menunjukkan betapa dipersulitnya WN beragama
tertentu dan juga keturunan tertentu untuk dapat masuk ke PTN. Jadi kalimat
saya ini bukan pernyataan untuk memamerkan sesuatu atau menonjolkan kepandaian
orang-orang terkena kuota yang berhasil masuk ke PTN. Kalimat itu hanya
membeberkan fakta, bahwa - dikarenakan kuota tak tertulis itu - seseorang yang
terkena kuota itu harus kerja keras berlipat ganda mengatasi ketidak-adilan
yang dipraktekan secara melembaga seperti itu.
Keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia atau Keadilan untuk segelintir orang ..... ????? Mau Pilih Mana ?
Jika dibandingkan dengan di
USA, maka UU di sini melarang lembaga-lembaga pendidikan di USA untuk memilih
calon siswa berdasarkan: agama, keturunan, orientasi seksual, ras, dll.
 
Pernah saya baca di Koran Kompas Surat Pembaca bahwa British Council Jakarta mengadakan test penerimaan Beasiswa diadakan Hari Jumat... pukul 12.00 siang....saat dimana orang Islam shalat Jumat .....ANEH kan ?

Alex Lumbantobing...janganlah melihat yang namanya USA  itu seperti DEWA....apakah mereka juga menjalankan Keadilan menurut UU mereka....Dont be so naif laa.....lihat Kongres di USA tentang Israel dan Palestina....lihat Irak......
 
 

 

Kirim email ke