Wah...kalau tahu Ramadhan Pohan itu professional, tulisannya saya baca
semua deh dari dulu. Sayangnya saya baru tahu.
Helson SIAGIAN
-----------------------
http://gwu.edu/~siagian
-----------------------
On Tue, 2 Mar 1999, Moko Darjatmoko wrote:
> At 12:44 AM 3/2/1999, Ramadhan Pohan wrote:
>
> |Koran partisan, fundamentalis seperti Kompas-- saya pikir, kelak hanya akan
> |dibaca oleh kaum fundamentalis nya belaka. Sebab yang merah dibilang hijau,
> |yang putih dibilang abu-abu-- dan hanya kaum fundamentalis saja
> |yang mau tepuk
> |tangan atas pembohongan dan keculasan seperti itu. Bagi yang nasionalis dan
> |pro kepada kenetralan-- kelak akan memilih selera kebenarannya sendiri: yang
> |tidak bias dan tidak selektif.
>
> Sebelum forum ini jadi kancah "pers bashing", saya ingin bertanya ... apa sih
> sebenarnya 'kriteria' yang dipakai untuk mendakwa atau menyimpulkan satu koran
> atau penerbitan itu "partisan, fundamentalis, bohong, culas." Apakah hanya
> karena beritanya tidak sesuai dengan 'keinginan' kita semata?
>
> Bias dan selektip tidak bisa dihindari baik oleh koran yang 'paling objectip'
> sekalipun --pertama-tama karena volume berita selalu lebih besar dari ruang
> yang tersedia, kemudian ada perbedaan [sumber] informasi, beda sudut pandang,
> dsb. Ini terjadi dinegara mana saja, ukuran bias dan selektipnya biasanya
> lebih tergantung pada 'independency' -- umumnya independency dari kepentingan
> negara atau penguasa setempat.
>
> Seandainya pun ada pemberitaan yang salah, tidak akurat .. bukankah itu bisa
> diluruskan, paling tidak diforum diskusi kita ini. Sebagai orang pers,
> seharusnya Bung Pohan bisa lebih spesifik, pemberitaan mana yang disebut
> "partisan, fundamentalis, bohong, culas" itu. Agak janggal rasanya mendengar
> tuduhan 'wholesale' semacam ini dari seorang profesional seperti Bung Pohan.
>
> Tentu saja orang selalu bisa menggunakan cara apa saja untuk menyanggah
> 'kebohongan' - bahkan kalau perlu dengan kebohongan yang lain, seperti yang
> ditulis oleh FNU Brawijaya dibawah ini:
>
> |Mbak Steph baru nyadar kalau Kompas sekaligus membawa nama Nasrani?
> |Sudah terkenal bahwa kompas boleh dipanjangkan menjadi Komando Pastur.
> |Bila nggak percaya silakan lihat susunan redaksinya. ...
>
> But .. that is hardly professional or intelectual.
>
> Moko/
>