Waw...
gimana nih kalo oom Brawi jadi Menhan+kam trus saya jadi Pangabnya..?
saya bukan ORANG LAMA lho..




---Panut Wirata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya setuju bahwa tindakan tegas dari aparat harus ditujukan pada
> penyerang untuk melindungi yang lemah.  Mungkin kita perlu berani
> membela aparat/ABRI bila memang tindakannya benar.
>      Saya kira salah satu kunci dari keadilan adalah melindungi yang
> lemah dan menahan yang kuat dalam kasus si kuat memperdaya si lemah.
> Kalau satu-satunya jalan menyelamatkan si lemah adalah harus
membunuh si
> kuat, ya jalan itulah yang harus ditempuh.  Tentu saja sebelum
ditembak
> si kuat harus diberi peringatan dahulu supaya menghentikan
tindakannya.
> Bila ternyata si kuat malah berbalik menyerang aparat, maka sama
sekali
> tidak salah bila aparat menembak si kuat itu.  Alasannya semata-mata
> bela diri.  Kalau KONTRAS atau siapapun menyalahkan tindakan aparat
> dalam kasus contoh di atas, maka KONTRAS hanyalah mencari popularitas
> dengan beraksi sok moralis.  Dalam hal ini, silahkan saja KONTRAS
datang
> ke medan kerusuhan dan menyelesaikan masalah tersebut.  Jadi saya kira
> tidak ada dilema rumit yang perlu dipertimbangkan dalam kasus seperti
> ini.  Kritik (dan proses hukum) perlu diberikan bila memang ada bukti
> bahwa pembunuhan atau penyikasaan dilakukan tanpa alasan yang kuat,
> seperti kasus penculikan aktivis, penyiksaan dalam interogasi dsb.
> Tetapi dalam kasus melindungi orang yang akan dibunuh orang lain,
sangat
> jelas sekali bahwa yang lemah harus dilindungi.
>      Masalahnya, aparat kita seringkali bertindak sangat tidak tepat
> tempat dan waktu.  Waktunya bertindak tegas, malah tidak tegas;
waktunya
> sedikit santai malah membabi-buta.  Sudah jelas Prabowo mengakui
> bertanggungjawab terhadap penculikan, eh jaksa penuntut hanya menuntut
> kroco-kroco pelaksananya tanpa berusaha mencari biangnya.  Lalu
> provokator Ambon yang sudah di adili (apakah benar-benar provokator
atau
> hanya orang yang lagi sial ketangkap) hanya dipenjara 3 bulan.  Banyak
> orang diperikasa dalam kasus KKN oleh Andi Ghalib, tapi siapakah yang
> sudah diputuskan bersalah dan menghuni penjara?  Bagaimana dengan para
> ninja pembunuh Kiai di Banyuwangi yang telah ditangkap, apakah sudah
di
> hukum?  Tapi saya juga khwatir bila hukum ditegakkan dengan sempurna,
> hampir separuh penduduk Indonesia masuk penjara.  Sekarang saja,
> nampaknya penjara sudah tidak muat lagi, karena itu hukuman-hukuman
> sangat ringan.  mungkin perlu dompet amal untuk pembangunan penjara.
>
> Panut Wirata
>
> --- ". Brawijaya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Nope, tindakan ini memang sangat diperlukan. Justru
> > kita perlu mempertanyakan
> > pihak-pihak yang masih bicara soal HAM, yang untuk
> > kasus ini tidak pada
> > tempatnya. Masih banyak yang bisa dilakukan oleh para
> > LSM-HAM untuk ikut
> > membantu meringankan beban para pengungsi. Bila
> > memang ada LSM-HAM masih juga
> > mencela tindakan ini, saya kira justru titik terang
> > siapa yg mendalangi
> > kejadian-kejadian terusirnya para pendatang di
> > berbagai tempat di
> > wilayah-wilayah Indonesia ini. Sungguh mengherankan
> > karena pada peristiwa
> > Ambon pihak LSM tidak berbunyi sama sekali. Makin
> > mengherankan bila untuk
> > kasus Sambas mereka akan berbunyi. Piala berujud
> > kepala yang ditampilkan di
> > harian Waspada kemarin itulah yang merupakan
> > pelanggaran HAM.
> >
> > Saya malah merasa agak lucu dengan sikap gojak-gajik
> > (salting) dari petinggi
> > ABRI untuk menyelesaikan masalah ini.
> >
> >
> > Salam,
> > Jaya
> >
> >
> > On Mar 23,  1:29pm, Dodo D. wrote:
> > > Subject: Re: [Berita sangat buruk tentang
> > Indonesia]
> > > Contoh sedikit nih, mungkin rekan2 yang lain bisa
> > memberikan argumen
> > > tentang bagaimana harus menyikapinya. Contoh berita
> > di Kompas ini saya
> > > rasa bisa memberikan gambaran tentang dilema yang
> > dihadapi oleh
> > > aparat. Di suatu sisi aparat merasa punya kewajiban
> > moral untuk
> > > melindungi mereka yang dalam bahaya, bayangkan
> > seandainya aparat
> > > membiarkan warga asli menyerang orang madura yang
> > berlindung dihutan,
> > > berapa nyawa yang akan melayang. Seandainya juga
> > dalam tugas
> > > perlindungan tersebut aparat hanya bertahan, tanpa
> > memberikan tindakan
> > > represif, saya yakin warga asli akan berani
> > menyerang dan membunuh
> > > aparat, sehingga korbanpun akan banyak berjatuhan
> > di pihak aparat.
> > > Dalam hal ini, menurut saya, tindakan represif
> > dengan memberikan
> > > tembakan yang akhirnya memakan 4 korban jiwa di
> > pihak penyerang, sudah
> > > cukup adil secara moral, karena bisa mencegah
> > jatuhnya korban yang
> > > lebih besar. Tentunya aparat tidak asal menembak
> > dengan membabi buta.
> > > Tapi sebenar benarnya tindakan ini, pasti akan
> > mendapatkan penilaian
> > > negatif dari berbagai pihak, karena bagaimanapun
> > ada masyarakat sipil
> > > yang terbunuh. Nah ini kan dilema...
> > >
> > > Baca sendiri deh berita di bawah ini (nggak usah
> > mikir biasnya dulu,
> > > ini hanya sekedar contoh kasus).
> > >
> > > Rabu, 24 Maret 1999
> > >
> > >                        Situasi Sambas Berangsur
> > Normal
> > >
> > >                        Sambas, Kompas
> > >
> > >                        Situasi kota-kota kecil di
> > pesisir utara
> > > Kalimantan Barat seperti
> > >                        Pemangkat, Tebas dan Sambas,
> > hari Selasa (23/3)
> > > berangsur-angsur
> > >                        normal. Tetapi menjelang
> > malam, terlihat
> > > kelompok-kelompok massa
> > >                        yang berkumpul di pinggir
> > jalan.
> > >
> > >                        Laporan terakhir
> > menyebutkan, situasi yang
> > > berangsur normal
> > >                        tersebut diwarnai bentrokan
> > antara pasukan
> > > keamanan yang hendak
> > >                        menyelamatkan warga Madura
> > yang sembunyi di
> > > dalam hutan di
> > >                        Samalantan dengan penduduk
> > asli setempat.
> > >
> > >                        Massa bersenjata api rakitan
> > dan senjata tajam
> > > mencoba menyerang
> > >                        petugas yang datang dengan
> > belasan truk.
> > > Pasukan keamanan
> > >                        melepaskan tembakan ke arah
> > massa, dan
> > > diperkirakan sedikitnya
> > >                        empat pelaku penyerangan
> > tewas.
> > >
> > >                        Dalam penyapuan (sweeping)
> > yang dilakukan
> > > pasukan keamanan di
> > >                        Samalantan, ditemukan
> > potongan-potongan jenazah
> > > yang tak utuh
> > >                        lagi. Kondisi mereka sudah
> > membusuk.
> > >
> > >                        Sesuai laporan Pemda Kalbar,
> > kerusuhan yang
> > > meledak sejak awal
> > >                        pekan lalu di tujuh
> > kecamatan di Kabupaten
> > > Sambas,
> > >                        sekurang-kurangnya
> > menyebabkan 165 korban
> > > tewas. Angka ini
> > >                        belum termasuk empat korban
> > tewas di Samalantan.
> > >
> > >                        Penindak kerusuhan
> > >
> > >                        Di Jakarta hari Selasa,
> > Kepala Staf Umum ABRI
> > > Letjen TNI Sugiono
> > >                        melepas pemberangkatan
> > Pasukan Penindak
> > > Kerusuhan Massal
> > >                        berkekuatan enam Satuan
> > Setingkat Kompi.
> > >
> > >                        Pasukan yang terdiri dari
> > unsur TNI AD dan
> > > Brigade Mobil Polri itu
> > >                        diterbangkan lima pesawat
> > Hercules TNI AU ke
> > > Kalbar, untuk
> > >                        memperkuat aparat keamanan
> > dalam upaya melerai
> > > pertikaian dan
> > >                        kerusuhan yang terjadi di
> > sana. Sekitar pukul
> > > 18.50 pasukan itu tiba
> > >                        di depan Markas Kepolisian
> > Resor Sambas di
> > > Singkawang.
> > >
> > >                        Sugiono menyatakan, dalam
> > menangani kerusuhan,
> > > ada tiga aspek
> > >                        yang harus ditangani secara
> > bersamaan dan
> > > teliti. Pertama,
> > >                        menghentikan kerusuhan;
> > kedua, menegakkan hukum
> > > dengan
> > >                        menindak para pelaku
> > pelanggaran hukum di
> > > lapangan. Ketiga,
> > >                        menindak aktor intelektual
> > yang mendalangi
> > > kerusuhan.
> > >
> > >                        Pengungsi
> > >
> > >                        Ribuan pengungsi warga
> > Madura masih menunggu
> > > dievakuasi di
> > >                        Desa Sabaran, Kecamatan
> > Tebas. Sejak Rabu pekan
> > > lalu hingga
> > >                        Selasa, sudah diangkut
> > sekitar 7.000 warga
> > > Madura, yang kemudian
> > >                        diberangkatkan ke Pontianak
> > dengan KM Anugerah
> > > Makmur, KM
> > >                        Kaap Bol, KM Mekar Niaga, KM
> > Ikaguri, dan KRI
> > > Teluksabang.
> > >
> > >                        Pelabuhan Sintete di
> > Pe-mangkat (Kalbar) sejak
> > > seminggu terakhir
> > >                        ini ikut terganggu. Menurut
> === message truncated ===
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>

_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke