Yang saya maxud adalah penjajahan oleh bangsa lain yang tidak ada
hubungan erat dengan salah satu golongan dalam kewarganegaraan. Jadi
penjajahan oleh ABRI atau Suharto tidak bisa dianggap sbg. penjajahan
oleh bangsa asing. (karena Suharto dan ABRI masih erat hubungannya
dengan masayrakat lokal).
Contohnya:
Penjajahan oleh, misalnya Rusia, bisa meningkatkan solidaritas bangsa
kita. Ingat: Solidaritas bangsa kita sedang terpecah belah, maka itu
saya coba bayangkan jika penjajahan oleh Rusia bisa membangkitkan rasa
kebersamaan dalam diri seluruh WNI.
Singkatnya: Jika ada "common enemy" rasa persaudaraan di Nusantara akan
bertambah kuat.
setuju?
INDI
PS: What do you mean by saying: "Amit-amit jabang bayi ..."
Indra Adrisudiro wrote:
>
> On Thu, 14 Jan 1999 08:08:58 -0600, Indi Soemardjan wrote:
> ----------------------------------------------------------
> |> Hanya ada satu cara untuk memperbaiki persatuan di Indonesia,
> |> yaitu:
> |>
> |> Penjajahan oleh Bangsa lain ke Nusantara.
> |>
> |> Andaikata negara kita dijajah kembali oleh bangsa asing, alhasil
> |> kita akan bersatu dan kembali bekerja sama antar golongan. Adanya
> |> rasa kebersamaan/tertindas inilah yang kira2 bisa membantu seluruh
> |> WNI untuk bergandeng tangan.
> |>
> |> Ada yang bisa minta tolong salah satu negara tetangga untuk pura2
> |> menjajah RI?
>
> IA: Apakah penjajahan/imperialisme ekonomi atas Indonesia, dan juga
> penjajahan oleh Bapak Pembangunan Indonesia selama 32 tahun
> masih kurang ? :-)
>
> Amit-amit jabang bayi ...
--
Indi Soemardjan
Be my guest: http://pagina.de/indradi