On Thu, 14 Jan 1999 15:48:17 -0600, Indi Soemardjan wrote:
----------------------------------------------------------
|> Yang saya maxud adalah penjajahan oleh bangsa lain yang
IA: Sejak kapan "maksud" jadi "maxud" yah ? :-)
|> tidak ada hubungan erat dengan salah satu golongan dalam
|> kewarganegaraan. Jadi penjajahan oleh ABRI atau Suharto
|> tidak bisa dianggap sbg. penjajahan oleh bangsa asing.
|> (karena Suharto dan ABRI masih erat hubungannya dengan
|> masayrakat lokal).
IA: Terus kalau Gajah Mada (i.e., Majapahit) menyerbu
Sumatra dan Kalimantan dibilang bukan penjajahan ?
Ah nyang bener ente ? :-)
|> Contohnya:
|> Penjajahan oleh, misalnya Rusia, bisa meningkatkan
|> solidaritas bangsa kita. Ingat: Solidaritas bangsa kita
|> sedang terpecah belah, maka itu saya coba bayangkan jika
|> penjajahan oleh Rusia bisa membangkitkan rasa
|> kebersamaan dalam diri seluruh WNI.
|>
|> Singkatnya: Jika ada "common enemy" rasa persaudaraan di
|> Nusantara akan bertambah kuat.
|>
|> setuju?
IA: Nggak setuju :-)
Lha wong dijajah Belanda 350 th. aja masih kayak gini,
gimana kalau dijajah lagi. Apa nggak pada molor semua
nanti. :-)
Intinya: teori "common enemy" menemukan anomali apabila
diterapkan pada bangsa Indonesia. :-)
|> PS: What do you mean by saying: "Amit-amit jabang bayi ..."
IA: It means ... ya amit-amit jabang bayi ajah. :-)