Kalo semua partai nantinya bisa berkampanye seperti ini.., Insya Allah
tidak bakalan ada kerusuhan lagi, rakyat gembira, dan kita semua bisa
bekerjasama bahu-membahu membangun Indonesia.
Sepertinya tips ini bisa juga dipakai sebagai acuan dalam
berdiskusi ni.....
Wassalam,
Mohamad Rosadi
======================================================================
Partai Keadilan: ETIKA KAMPANYE DALAM ISLAM
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran
yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik". (QS. An-Nahl:
125)
"Barang saipa yang menunjukkan pada kebaikan maka baginya mendapat
pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut" (HR Muslim).
1. Ikhlas dan Membebaskan diri dari Motivasi Rendah.
Kampanye dalam Islam merupakan bagian dari amal shaleh dan ibadah,
oleh karenanya harus memperhatikan keikhlasan motivasi sehingga
kampanye yang dilakukan bukan hanya berdampak baik pada
masalah-masalah keduniaan tetapi juga mendapat keridhaan Allah SWT
dan pahala kebaikan di akhirat.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan
lurus". (QS. Al-Bayyinah: 5)
"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari
kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia
serta menghalangi (orang) dari jalan Allah.
Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan". (QS. Al-Anfal:
47)
2. Menampilkan Partai dan Menyampaikan Program-programnya Dengan Cara
yang Sebaik-baiknya (Ihsan).
Partai yang baik dan program yang bagus harus pula disampaikan dengan
cara yang bagus pula. Bagusnya program partai tetapi jika tidak
dibarengi dengan cara penyampaian yang simpatik, tidaklah menjamin
simpati pemilih. Rasulullah SAW. bersabda: "Sesungguhnya Allah
mewajibkan untuk berbuat sebaik-baiknya (ihsan) dalam segala sesuatu"
(HR Muslim).
3. Tidak Memaksa
Kampanye dalam Islam sama dengan berdakwah, yaitu mengajak dan tidak
memaksa. Sehingga dalam kampanye tidak boleh memaksa orang lain untuk
menerima, memberikan hak pilihnya dan mendukung partai tertentu
dengan berbagai macam cara apapun. Masa pemilih mempunyai hak dan
kebebasan memilih suatu partai sesuai dengan pilihan hati nuraninya.
" Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat". (QS.
Al-Baqoroh: 256)
4. Tidak Jatuh Pada Dusta / Bohong
Berbohong adalah perbuatan terlarang dalam Islam, apalagi yang
dibohongi itu orang banyak,sudah tentu bahayanya lebih berat.
Berbohong ialah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai
dengan keadaan sebenarnya.
" Janganlah kamu berdusta, karena dusta mengantarkan pada kemaksiatan
dan kemaksiatan mengantarkan ke neraka. Dan seseorang yang senantiasa
berdusta dan mudah untuk berdusta sampai dicatat disisi Allah sebagai
pendusta" (Muttafaqun 'alaihi).
5. Tidak Mengucapkan Janji Secara Berlebihan.
Kondisi yang tidak terkendali, bisa mengakibatkan seorang larut dalam
alam khayal, mengumbar janji muluk yang tidak mampu untuk
dilaksanakan. Janji pasti akan dipertanggung-jawabkan di
Akhirat.
"Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta
pertanggungan jawabnya". (QS. Al-Isra: 34)
6. Tidak Jatuh dalam Ghibah, Caci Maki dan Cemooh
Dalam kampanye juga tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang
melukai harga diri dan martabat seseorang yang tidak dibolehkan
Syari'at, kecuali orang yang sudah terang-terangan melakukan perbuatan
zhalim dan merusak.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok
kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih
baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita
(mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita
(yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan)
dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
Seburuk-buruknya panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman
dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang
yang zalim.
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah
kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu
menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara
kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu
merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang".
(QS Al-Hujuraat: 11-12)
"Mencaci maki seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya
suatu kekafiran"(Muttafaqun 'alaihi).
7. Tetap Menjaga Rasa Ukhuwah Islamiyah
Kampanye bukanlah arena untuk memuaskan selera dan hawa nafsu.
Perkataan yang diucapkan dan sikap yang ditampilkan harus senantiasa
mencerminkan rasa ukhuwah Islamiyah.
"Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu
damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya
kamu mendapat rahmat". (QS. Al-Hujuraat: 10)
"Janganlah saling hasad, saling membuka aib, saling benci, saling
berpaling, dan janganlah kalian menjual dagangan saudaramu, jadilah
kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Muslim dengan sesamanya adalah saudara, tidak saling menzhalimi,
saling menghina, meremehkan. Takwa letaknya ada disini (Rasulullah SAW
menunjuk pada dadanya 3x ). Seorang sudah cukup dianggap jahat jika
menghina saudaranya. Setiap muslim dengan sesamanya adalah haram;
darahnya, hartanya dan kehormatannya" (HR Muslim).
8. Tidak Memuji-Muji Diri Sendiri
Akhlak Islam mengharuskan agar suatu partai tidak menganggap dirinya
yang paling baik, partainyalah yang paling Islami, dst. Sedang orang
lain dan partai lain tidak ada yang benar. Tetapi haruslah senantiasa
mengakui keterbatasan-keterbatasan diri sebagai manusia dan
keterbatasan partai sebagai kumpulan komunitas manusia. Kemudian
menggantungkan rencana dan program pada Allah SWT.
"Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling
mengetahui orang yang bertakwa". (QS. An-Najm: 32).
9. Memberikan Kemaslahatan Bagi Bangsa
Kampanye hendaknya dapat memberi kemaslahatan bagi bangsa baik
material maupun spiritual dan menghindari kampanye yang tidak berguna
apalagi menimbulkan dosa. Dalam hal pemuatan spanduk, stiker dll, juga
harus memuat pesan yang baik bagi masyarakat.
"Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat untuk
manusia" (HR At-Tirmidzi).
"Diantara kebaikan Islam seseorang, (dia) meninggalkan apa-apa yang
tidak berguna" (HR At-Tirmidzi).
10. Dilakukan Secara Tertib dan Tidak Mengganggu Pihak Lain.
Dalam kampanye harus memperhatikan hak-hak orang lain, jangan diganggu
dan dirusak. Jika kampanye menggunakan cara pengerahan masa dan
sejenisnya, maka harus dilakukan secara tertib dan terkendali. Hak
pengguna jalan harus diberikan dan dilarang merusak atribut partai
lain.
" Janganlah menimbulkan kerusakan pada diri sendiri dan orang lain"
(HR Ibnu Majah dan ad-Daruqutni).
11. Selalu Ingat akan Kewajiban Utama
Pada saat-saat kampanye biasanya orang lupa segala-galanya termasuk
lupa akan kewajiban-kewajiban utama, maka bagi seorang muslim kampanye
jangan sampai melupakan kewajiban dirinya seperti, lupa akan shalat
apalagi meninggalkannya.
12. Memberi Keteladanan yang Baik
Kampanye yang efektif adalah dengan cara memberi keteladanan yang
baik. Prilaku perbuatan lebih kuat dan lebih mengenai daripada
ungkapan lisan.
" Mu'min yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna
akhlaknya" (HR At Tirmidzi).
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com