Maksudnya berkampanye untuk partai politik atau untuk agama Islam?
Salam,
Vincent Sitindjak
Norman, OK
----- Original Message -----
From: Mohammad Rosadi <[EMAIL PROTECTED]>
> Kalo semua partai nantinya bisa berkampanye seperti ini.., Insya Allah
> tidak bakalan ada kerusuhan lagi, rakyat gembira, dan kita semua bisa
> bekerjasama bahu-membahu membangun Indonesia.
>
> Sepertinya tips ini bisa juga dipakai sebagai acuan dalam
> berdiskusi ni.....
>
>
> Wassalam,
> Mohamad Rosadi
> ======================================================================
>
> Partai Keadilan: ETIKA KAMPANYE DALAM ISLAM
>
> "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran
> yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik". (QS. An-Nahl:
> 125)
>
> "Barang saipa yang menunjukkan pada kebaikan maka baginya mendapat
> pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut" (HR Muslim).
>
>
> 1. Ikhlas dan Membebaskan diri dari Motivasi Rendah.
>
> Kampanye dalam Islam merupakan bagian dari amal shaleh dan ibadah,
> oleh karenanya harus memperhatikan keikhlasan motivasi sehingga
> kampanye yang dilakukan bukan hanya berdampak baik pada
> masalah-masalah keduniaan tetapi juga mendapat keridhaan Allah SWT
> dan pahala kebaikan di akhirat.
>
> "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
> memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan
> lurus". (QS. Al-Bayyinah: 5)
>
> "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari
> kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia
> serta menghalangi (orang) dari jalan Allah.
>
> Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan". (QS. Al-Anfal:
> 47)
>
>
> 2. Menampilkan Partai dan Menyampaikan Program-programnya Dengan Cara
> yang Sebaik-baiknya (Ihsan).
>
> Partai yang baik dan program yang bagus harus pula disampaikan dengan
> cara yang bagus pula. Bagusnya program partai tetapi jika tidak
> dibarengi dengan cara penyampaian yang simpatik, tidaklah menjamin
> simpati pemilih. Rasulullah SAW. bersabda: "Sesungguhnya Allah
> mewajibkan untuk berbuat sebaik-baiknya (ihsan) dalam segala sesuatu"
> (HR Muslim).
>
>
> 3. Tidak Memaksa
>
> Kampanye dalam Islam sama dengan berdakwah, yaitu mengajak dan tidak
> memaksa. Sehingga dalam kampanye tidak boleh memaksa orang lain untuk
> menerima, memberikan hak pilihnya dan mendukung partai tertentu
> dengan berbagai macam cara apapun. Masa pemilih mempunyai hak dan
> kebebasan memilih suatu partai sesuai dengan pilihan hati nuraninya.
>
> " Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
> telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat". (QS.
> Al-Baqoroh: 256)
>
>
> 4. Tidak Jatuh Pada Dusta / Bohong
>
> Berbohong adalah perbuatan terlarang dalam Islam, apalagi yang
> dibohongi itu orang banyak,sudah tentu bahayanya lebih berat.
> Berbohong ialah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai
> dengan keadaan sebenarnya.
>
> " Janganlah kamu berdusta, karena dusta mengantarkan pada kemaksiatan
> dan kemaksiatan mengantarkan ke neraka. Dan seseorang yang senantiasa
> berdusta dan mudah untuk berdusta sampai dicatat disisi Allah sebagai
> pendusta" (Muttafaqun 'alaihi).
>
>
> 5. Tidak Mengucapkan Janji Secara Berlebihan.
>
> Kondisi yang tidak terkendali, bisa mengakibatkan seorang larut dalam
> alam khayal, mengumbar janji muluk yang tidak mampu untuk
> dilaksanakan. Janji pasti akan dipertanggung-jawabkan di
> Akhirat.
>
> "Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta
> pertanggungan jawabnya". (QS. Al-Isra: 34)
>
>
> 6. Tidak Jatuh dalam Ghibah, Caci Maki dan Cemooh
>
> Dalam kampanye juga tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang
> melukai harga diri dan martabat seseorang yang tidak dibolehkan
> Syari'at, kecuali orang yang sudah terang-terangan melakukan perbuatan
> zhalim dan merusak.
>
> "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok
> kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih
> baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita
> (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita
> (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan)
> dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
> Seburuk-buruknya panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman
> dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang
> yang zalim.
>
> "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
> sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah
> kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu
> menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara
> kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu
> merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
> Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang".
> (QS Al-Hujuraat: 11-12)
>
> "Mencaci maki seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya
> suatu kekafiran"(Muttafaqun 'alaihi).
>
>
> 7. Tetap Menjaga Rasa Ukhuwah Islamiyah
>
> Kampanye bukanlah arena untuk memuaskan selera dan hawa nafsu.
> Perkataan yang diucapkan dan sikap yang ditampilkan harus senantiasa
> mencerminkan rasa ukhuwah Islamiyah.
>
> "Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu
> damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya
> kamu mendapat rahmat". (QS. Al-Hujuraat: 10)
>
> "Janganlah saling hasad, saling membuka aib, saling benci, saling
> berpaling, dan janganlah kalian menjual dagangan saudaramu, jadilah
> kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
>
> Muslim dengan sesamanya adalah saudara, tidak saling menzhalimi,
> saling menghina, meremehkan. Takwa letaknya ada disini (Rasulullah SAW
> menunjuk pada dadanya 3x ). Seorang sudah cukup dianggap jahat jika
> menghina saudaranya. Setiap muslim dengan sesamanya adalah haram;
> darahnya, hartanya dan kehormatannya" (HR Muslim).
>
> 8. Tidak Memuji-Muji Diri Sendiri
>
> Akhlak Islam mengharuskan agar suatu partai tidak menganggap dirinya
> yang paling baik, partainyalah yang paling Islami, dst. Sedang orang
> lain dan partai lain tidak ada yang benar. Tetapi haruslah senantiasa
> mengakui keterbatasan-keterbatasan diri sebagai manusia dan
> keterbatasan partai sebagai kumpulan komunitas manusia. Kemudian
> menggantungkan rencana dan program pada Allah SWT.
>
> "Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling
> mengetahui orang yang bertakwa". (QS. An-Najm: 32).
>
>
> 9. Memberikan Kemaslahatan Bagi Bangsa
>
> Kampanye hendaknya dapat memberi kemaslahatan bagi bangsa baik
> material maupun spiritual dan menghindari kampanye yang tidak berguna
> apalagi menimbulkan dosa. Dalam hal pemuatan spanduk, stiker dll, juga
> harus memuat pesan yang baik bagi masyarakat.
>
> "Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat untuk
> manusia" (HR At-Tirmidzi).
>
> "Diantara kebaikan Islam seseorang, (dia) meninggalkan apa-apa yang
> tidak berguna" (HR At-Tirmidzi).
>
>
> 10. Dilakukan Secara Tertib dan Tidak Mengganggu Pihak Lain.
>
> Dalam kampanye harus memperhatikan hak-hak orang lain, jangan diganggu
> dan dirusak. Jika kampanye menggunakan cara pengerahan masa dan
> sejenisnya, maka harus dilakukan secara tertib dan terkendali. Hak
> pengguna jalan harus diberikan dan dilarang merusak atribut partai
> lain.
>
> " Janganlah menimbulkan kerusakan pada diri sendiri dan orang lain"
> (HR Ibnu Majah dan ad-Daruqutni).
>
>
> 11. Selalu Ingat akan Kewajiban Utama
>
> Pada saat-saat kampanye biasanya orang lupa segala-galanya termasuk
> lupa akan kewajiban-kewajiban utama, maka bagi seorang muslim kampanye
> jangan sampai melupakan kewajiban dirinya seperti, lupa akan shalat
> apalagi meninggalkannya.
>
>
> 12. Memberi Keteladanan yang Baik
>
> Kampanye yang efektif adalah dengan cara memberi keteladanan yang
> baik. Prilaku perbuatan lebih kuat dan lebih mengenai daripada
> ungkapan lisan.
>
> " Mu'min yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna
> akhlaknya" (HR At Tirmidzi).