----- Original Message -----
> Atau bung Vincent punya etika berkampanye yang lain ? Kemukakan dong
> disini, siapa tahu saya bisa mengambil pelajaran dari etika yang bung
> Vincent sampaikan.
> Gimana ?
Gini:
Berkampanye untuk parpol tuh kaya promosi jualan barang, engga perlu ada
etika, yang perlu tuh ada peraturannya. Etika nantinya akan ditentukan oleh
pemilih sendiri. Contohnya: dalam masa kampanye 92 Presiden Bush pernah
bilang gini tentang Clinton dan Gore: "My dog Millie knows more about
foreign policy than these two bozos." Udah dikatain lebih goblok dari
anjing, ditambah lagi dikatain badut. Dalam peraturannya engga ada tuh
larangan menghina (seperti yang dilakukan oleh Bush terhadap Clinton dan
Gore), tapi etikanya yaa... nanti pemilih sendiri yang menilai. Di AS orang
Amrik punya julukan untuk penjual toko mobil bekas: the lowest form of human
being. Mereka kalo jual mobil bekas engga ada sopan-sopannya, kasar, dll,
tapi ya selama engga melanggar hukum, kita engga bisa buat apa-apa kecuali
cabut dari toko mobil bekas itu.
Ini sihh cuman pendapat saya aja mengenai etika berkampanye untuk partai
politik. Tapi ini engga ada hubungannya sama pertanyaan saya ke Mas Mohammad
Rosadi. Judulnya aja udah Etika Kampanye "DALAM ISLAM", lha yang engga
"DALAM ISLAM" khan engga perlu pusingin etika karangan Partai Keadilan ini.
Apalagi isi etika ini. Contohnya: di butir 6 dibilang: "Dalam kampanye juga
tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang melukai harga diri dan martabat
seseorang yang tidak dibolehkan Syari'at, ... " Bagi saya yang bukan "DALAM
ISLAM", saya engga tau apa itu Syari'at, apalagi apa yang dibolehkan dan
tidak dibolehkan oleh Syari'at. Kecuali emang maksudnya Partai Keadilan
supaya yang engga "DALAM ISLAM" mempelajari tentang Islam.
Semua butir-butir di etika ini emang anjuran perilaku yang baik--seperti
jangan menghina, jangan berbohong. Engga perlu ditambahin ayat-ayat juga
udah baik koq. Kalo mau kasi saran untuk etika berkampanye yang baik, kenapa
mesti ditambahin ayat-ayat segala? Koq saya merasa kehidupan berpolitik dan
kehidupan beragama engga perlu disatukan.
Saya tidak mempertanyakan kebaikan/keburukan isi butir-butir etika
berkampanye Partai Keadilan. Yang saya tanya tuh Partai Keadilan (melalui
Mas Mohammad Rosadi) sedang mengkampanyekan organisasinya sebagai partai
politik atau mengkampanyekan agama Islam? Yang mana-mana sihh terserah aja.
Mangkanya saya tanya, maksudnya berkampanye untuk partai politik atau untuk
agama Islam?
Ngoten Mas Yumartono.
Salam,
Vincent Sitindjak
Norman, OK