Sangat menarik pendapat dari Bung Vincent. Mungkin dapat pula dijelaskan
mengapa Harian Suara Pembaruan menuliskan ayat-ayat dari Injil pada websitenya.
Setiap kali kita masuk ke sitenya terpaksa membacanya. Nah, mau menyediakan
informasi atau mau menyuruh yang non-kristen untuk mempelajari Injil sebelum
membaca info/berita yang disajikan? Lha debat yg kayak gini bakal terus terjadi
kalao masih sensitif dg agama..... iya ndak? Tapi ya ane menikmati posting di
bawah ini sih.... ndak tahu dg yg laen....
'----------------------------------------------------------
Vincent Sitindjak wrote:
> ----- Original Message -----
>
> > Atau bung Vincent punya etika berkampanye yang lain ? Kemukakan dong
> > disini, siapa tahu saya bisa mengambil pelajaran dari etika yang bung
> > Vincent sampaikan.
> > Gimana ?
>
> Gini:
> Berkampanye untuk parpol tuh kaya promosi jualan barang, engga perlu ada
> etika, yang perlu tuh ada peraturannya. Etika nantinya akan ditentukan oleh
> pemilih sendiri. Contohnya: dalam masa kampanye 92 Presiden Bush pernah
> bilang gini tentang Clinton dan Gore: "My dog Millie knows more about
> foreign policy than these two bozos." Udah dikatain lebih goblok dari
> anjing, ditambah lagi dikatain badut. Dalam peraturannya engga ada tuh
> larangan menghina (seperti yang dilakukan oleh Bush terhadap Clinton dan
> Gore), tapi etikanya yaa... nanti pemilih sendiri yang menilai. Di AS orang
> Amrik punya julukan untuk penjual toko mobil bekas: the lowest form of human
> being. Mereka kalo jual mobil bekas engga ada sopan-sopannya, kasar, dll,
> tapi ya selama engga melanggar hukum, kita engga bisa buat apa-apa kecuali
> cabut dari toko mobil bekas itu.
>
> Ini sihh cuman pendapat saya aja mengenai etika berkampanye untuk partai
> politik. Tapi ini engga ada hubungannya sama pertanyaan saya ke Mas Mohammad
> Rosadi. Judulnya aja udah Etika Kampanye "DALAM ISLAM", lha yang engga
> "DALAM ISLAM" khan engga perlu pusingin etika karangan Partai Keadilan ini.
> Apalagi isi etika ini. Contohnya: di butir 6 dibilang: "Dalam kampanye juga
> tidak dibolehkan mengeluarkan kata-kata yang melukai harga diri dan martabat
> seseorang yang tidak dibolehkan Syari'at, ... " Bagi saya yang bukan "DALAM
> ISLAM", saya engga tau apa itu Syari'at, apalagi apa yang dibolehkan dan
> tidak dibolehkan oleh Syari'at. Kecuali emang maksudnya Partai Keadilan
> supaya yang engga "DALAM ISLAM" mempelajari tentang Islam.
>
> Semua butir-butir di etika ini emang anjuran perilaku yang baik--seperti
> jangan menghina, jangan berbohong. Engga perlu ditambahin ayat-ayat juga
> udah baik koq. Kalo mau kasi saran untuk etika berkampanye yang baik, kenapa
> mesti ditambahin ayat-ayat segala? Koq saya merasa kehidupan berpolitik dan
> kehidupan beragama engga perlu disatukan.
>
> Saya tidak mempertanyakan kebaikan/keburukan isi butir-butir etika
> berkampanye Partai Keadilan. Yang saya tanya tuh Partai Keadilan (melalui
> Mas Mohammad Rosadi) sedang mengkampanyekan organisasinya sebagai partai
> politik atau mengkampanyekan agama Islam? Yang mana-mana sihh terserah aja.
>
> Mangkanya saya tanya, maksudnya berkampanye untuk partai politik atau untuk
> agama Islam?
>
> Ngoten Mas Yumartono.
>
> Salam,
>
> Vincent Sitindjak
> Norman, OK
--
Salam,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)