Halo bung <menunggu jawaban>,

>Terima kasih sudah ganti nama saya, saya baru tahu kalo anda memang pinter

>menyerang langsung.
>
>Bray:
>- intransitive senses : to utter the characteristic loud harsh cry of a
>donkey;
>               also : to utter a sound like a donkey's
>- transitive senses : to utter or play loudly, harshly, or discordantly
>
>

Oh, tak tahu ya kalau anda pikir saya menyerang langsung...
Apa sih bedanya menyerang langsung dan tak langsung dalam
e-mail? Soalnya seingat saya kalau menyerang langsung itu
biasanya harus ahli masak dulu yakni 'ketupat bengkulu.'
Tapi terima kasih banyak atas pujian anda kalau saya memang
ternyata pinter menyerang langsung (walau I have slightly
no idea apa artinya). Mungkin saya banyak dapat pelajaran
tentang menyerang langsung itu dari pengalaman membaca
perdebatan-perdebatan anda dengan bung Efron, Irwan, dst.

Oh, jadi Bray itu salah ya.... Oh, minta maaf banget saya
atas keteledoran saya. Jadi panggilnya harus apa? 'Bra'?
'Braw'? 'Jaya'?



>
>Rumor lagi rumor lagi.... nilep dari bank bumn dan bank yg punya afiliasi

>sama mereka
>sih masih boleh deh dipertimbangkan. Jawaban anda yg macam ini yg sekarang

>populer, yaitu mengalihkan kejahatan pelarian modal kepada satu orang yaitu

>SUHARTO.

Wah, coba anda baca lagi tulisan saya di atas. Saya tak mengalihkan
kejahatan itu dengan Suharto. Yang saya tulis khan intinya itu
orang ngerasa tak aman akibat keadaan yang tak stabil. Otomatis ya
langsung kabur. Kalau anda sendiri punya emas satu gudang dan di
kiri-kanan yang tinggal itu rampok, apa enggak mau pindah?
Enak juga ya jadi tetangga anda kalau anda sudah kaya entar.
Bentar lagi atau sudah lulus anda sekarang?


>Lho, masak Bung YS nggak tahu kalo bank bumn lebih konservatif ngasih
>pinjaman?
>Hmm.....
>
Oh, masa. Apa sih definisi konservatif? Kalau saya dapat tafsir
dari kalimat anda, artinya itu sewenang-wenang? Lagian kayaknya
dari dulu juga surat kuasa cendana yang akhirnya menentukan....
Atau ada sesuatu yang saya enggak tahu ternyata terjadi di Indo
sebelum ex-Prez Suharto mengundurkan diri? Rasanya dari dulu
kayak bank Bapindo itu perlu 'surat kuasa' dan langsung kasih duit
tanpa banyak cingcong? Rasanya juga BI sendiri banyak memberi pinjaman
untuk proyek cendana tanpa banyak cingcong. Tolong, bung Irwan, kalau
sedang iseng baca, bantu kasih saya penjelasan konservatif dalam
perbankan itu apa. Habis kayaknya yang dulu saya pelajari dengan susah
payah di Econ 101 itu salah definisinya menurut Bung <nanti diisi
namanya>.




>This page again? Terma kasih.... anda orang ke-delapan yg ngirim site ini.

>Ndak usah
>susah-susah kirim HTML, saya justru udah buat nyang persi MS Word biar enak

>dibaca dan di-file. Kalo mau bisa saya kirim ke anda. Tawaran ini juga
>berlaku buat
>siapa saja yg mbaca.
>
I see. Kalau begitu saya menyesal sekali mengganggu anda dengan
html itu. Soalnya kalau dari perdebatan anda yang biasa saya ikuti,
kayaknya anda belum pernah baca; atau kalau pernah baca juga enggak
pernah dipahami.


>Kalo anda balikkan ke tuduhan bahwa bank bumn banyak yg korup, pasti orang

>tidak
>ada yg mau ke sana. Justru sebaliknya pada berduyun-duyun ke sana. Mungkin

>anda sekarang paham.

Wah, anda membuat saya bingung. Jujur saja, saya enggak mengerti
sama sekali kalimat anda yang ini. Maksud anda, kalau orang-orang tahu
bahwa bank BUMN itu korup, mereka langsung semua berduyun-duyun
kesana? Tapi logis juga sih, kalau berduyun-duyunnya itu buat
mengambil duitnya lagi.



>Oya, kok yg diungkit cuman suharto & keluarga? Jadi memang salah guru doang

>ya?
>Hm, enak memang untuk menimpakan kesalahan ke satu orang saja. Tahu
>gitu ane ikutan korupsi sebanyak nyang ane mampu, toh nanti bisa ditimpakan

>ke
>Suharto.

Wah, masalahnya itu, di sini gurunya masih terus ikut main. Coba kalau
dia cuma ngajar lalu enggak ikut cingcong, muridnya saja yang pasti
dihantam. Tapi masalahnya gurunya terus ngajar dan praktek sih.
Lagian tak ada gurunya itu, muridnya juga enggak bisa apa-apa.
BTW: saya enggak bilang bahwa yang lain juga enggak perlu dihukum.
Ingat: saya khan cuma menunjukkan bahwa semua korupsi begituan ada
restu dari cendana dan cendana juga ikut campur. Coba kalau anda
yang korupsi sendirian dan sang guru tahu anda korupsi, anda yang
jadi kambing hitam.


>Emang bener ane donkey ya...hehehe.....
I am not saying that....
Baca penjelasan di atas.



>> >Bahkan kasus Summa yg sudah dibuka, dibedah secara akademispun
>> >masih mau dibela pula. Ini rak ....hehe..... Juga sejumlah besar
>><deleted>
>>ada majalah yang mau expose soal Summa dan diberi peringatan. Wong
>>pemerintah
>>sudah kayak gini kok masih mau percaya ya isi koran secara mentah-mentah.

>
>You bet....hehehe..... berita koran tidak/belum tentu tergolong ulasan
>akademis.

Tul. Tapi yang biasa akademis yang dibaca orang itu yang dipasang
di surat kabar. Coba bisa enggak ya anda kasih ke saya bahan-bahan
'akademis' anda yang lain. Nanti saya pelajari dan jadinya saya
tahu bahwa pernyataan anda juga ada dasarnya. Oh, ya; rasanya
saya belum pernah ya mendengar seminar akademia di Indonesia tentang
penyebab jatuhnya Bank Summa.... Tiap kali rasanya itu cuma baca
di koran saja soal penelitian pakar ekonomi tentang Bank Summa.

Bung Irwan, kalau lagi baca, saya minta tolong lagi nih, punya kagak
file tentang Bank Summa? Catatan saya semua ada di Indo sih yang
tentang hal itu.


>> >Di setiap posting yg 'benar' biasanya dg mudah diketemukan yg salah,
>>sebaliknya
>> >di setiap posting yg anda anggap salah, kita dengan mudah melihat
>>hal-hal yg
>> >benar juga.
>>
>>Benar sekali. Saya juga melihat ada kebenaran di posting anda.
>
>Hehehe.... anda kalo kesinggung lucu deh...

He...he...he... anda kalau marah itu lucu banget. Tapi anda benar
kok kalau saya kesinggung. Tadi pagi memang saya kesinggung buku-buku
saya yang berantakan dan saya sendiri hampir jatuh. Wah, hebat juga
bisa meramal begini. Gurunya Ki Gedeng Pamungkas, ya? Bisa lihat saya
kesinggung buku seperti itu. Wah, bahaya nih, entar saya mandi
dipelototi bisa gawat.


>
>
>>Saya pribadi selalu melihat point-point kebenaran dari posting
>> >Bung/Mbak Hadeer, dan terus terang selalu melihat ada point yg salah
>>dari
>>posting anda.
>>
<deleted>
>>Jadi mau baca lagi nih, habis diingatkan tulisan-tulisan anda.
>
>Hehehe..... kalo anda mbacanya ndak pake keselek pasti ndak nulis kayak di

>atas. Dalam satu posting ada banyak point yg anda sampaikan. Jadi mau
>dibilang
>semua point-point yg anda tulis benar semua nih. Ya sudah, ambil semua
>deh...
>Mungkin ente perlu melihat bgmn ane menempatkan kata SELALU di kalimat ane.


Wah, coba saya pikir lagi tulisan anda:
'dan terus terang selalu melihat ada point yg salah dari posting
                  ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
anda.'

Rasanya kalau menurut logika itu, inti dari tulisan anda adalah anda
PASTI melihat ada kesalahan di posting saya kalau tiap kali anda
membacanya. Intinya itu: saya enggak pernah 100% benar dan pasti
selalu salah kalau tiap menulis. Saya rasa saya sudah mengikuti
doktrin logika dalam soal ini.


>
>
>>(Temtu ini berlaku juga untuk posting-posting ane, jadi ane ndak bisa
>>nyombong).
>>Wah, fair play. Tulisan anda ada yang salah. Tulisan saya salah semua, dan

>>posting
>>M/Mme. Hadeer betul semua. IQ dia berapa ya.... jadi curiga. Jangan-jangan

>>IQ-nya
>>mengalahkan Maryln von Savant.
>
>Cara menarik kesimpulan anda sangat menarik.... Kapan aku nulis tulisanmu
>salah kabeh & tulisan bung hadeer bener kabeh tho oom...oom...

'Saya pribadi selalu melihat point-point kebenaran dari posting Bung/Mbak
Hadeer,'

Wah, menarik, belum berselang beberapa jam sudah lupa lagi yang
ditulis. Kayaknya saya rasa kita perlu panggil J.S. Badudu buat
bantu kita menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar. SOalnya
dari tadi salah pengertian begini. Entah di pihak saya yang terlalu
banyak menggunakan bahasa baku atau di pihak anda. Tapi kalau saya
lihat, anda menggunakan kata 'point-point' yang artinya bahwa anda
kalau membaca tulisan dia pasti SELALU menemukan point-point yang
benar.


kepriben tho arek iki...
>Tapi yo ben, wong lagi nesu....

Abdi teh teu ngarti naon nu maneh tulis teh.
Abdi mah teu tiasa maca basa Jawa. Lamun Basa Sunda mah abdi tiasa
macana. Eta oge saeutik-saeutik. Teras abdi lobana make basa Indonesia
sabab abdi teh tiasa maca jeung nulisna.


>
>
>> >Makanya saya heran kenapa bertubi-tubi amat acara cerca-mencercanya.
>>Bahkan
>> >ndak berusaha melihat yg benar. Di milis ini selain kita-kita yg
>><deleted>
>>pengetahuan saya. Kalau posting yang saya cerca habis itu.... coba
>>lihat-lihat
>>dulu...
>>nah, oh; ya. Intinya itu:
>
>Yo wis... lagi kesinggung ni ye....hehehe....

Oh, enggak. Kata pepatah khan keledai saja tak akan jatuh ke lubang
yang sama. Saya enggak lagi kesinggung buku-buku saya itu kok. Sudah
dibereskan pas hampir jatuh.
Tapi kalau saya baca, kelihatannya kok anda sebal sekali ya....
Apa salah makan di kampus? Oh, ya; barusan juga saya hampir keselek
kok waktu makan, habis pingin ketawa baca kalimat pertama anda itu
yang menerjemahkan 'bray' itu. Teman-teman kerja saya di kantor saya
ini tak ada yang tahu arti kata 'bray' padahal mereka orang bule asli.
Saya sendiri kalau enggak anda tuliskan itu sudah lupa lho arti kata
itu. Habis sudah lama enggak ambil TOEFL. Mereka dari tadi bengong
lihat saya ketawa sendiri. Untung tak ada yang panggil mobil dari
rumah sakit jiwa. Bisa gawat.



>Bagaimana kalo pilihannya diganti dg PAN atau PDR aja.... PRD terlalu
>kekiri-kirian,
>dan PDIP caprez-nya ndak intelek gitu. Mosok sudah babak belur diperintah

>lulusan
>SMP selama 32 th ndak kapok-kapok. Mbok bikin lompatan ke
>depan...hehehe....
>
Coba lihat ya... kalau lihat cara anda yang panas-panasan begini
sih, kayaknya agak sulit buat saya biar terbujuk. Kipas-kipas dulu
donk biar emosinya reda. Sayang memang di sini bukan musim dingin
sekarang, jadi bisa menenangkan emosinya di salju. Ah, rindu nih
sama salju. Oh, ya; ada danau enggak di sana? Di sini ada satu
danau lho. Cocok buat merendam kepala kalau lagi emosian. Kalau
saya sih biasanya berendam di bak mandi. Tapi kalau anda kayaknya
perlu satu danau. Coba saja, saya tanggung manjur.


>
>>Sudah panjang nih, entar balasannya 80K bisa semaput saya downloadnya.
>
>Wah ndak terbukti tuh... kalo nyampe 80K, yang 70K dari anda
>sendiri...hehehe....

Rasanya yang bikin gede itu 'signature file' anda kok.
Tapi tenang, tak perlu diganti, rasanya paling cuma 1k. Justru
saya kuatirnya kalau balasan anda yang beremosi dan isinya sampai
70K itu. Jadi terima kasih sudah bertoleransi dengan saya sehingga
saya tak perlu mendownload sampai 80k.

Well, jangan panas kepala di musim panas, entar bisa mimisan tiap
hari, bisa gawat. Mending banyak tertawa. Tertawa itu sehat banget
kok. Cobain aja, keluar, jangan terlalu sering baca e-mail, nikmatilah
udara segar dan burung. Ada taman khan di sana? Nah, kayak gituan yang
bikin badan segar dan umur panjang. Coba sajalah. Yuk, bung; segini
dulu saja. Senang debat kusir dengan anda. Tapi jangan panasan lho,
entar e-mail system permias kebakaran, kasihan bung adminnya.

Cya... ;-)

YS

Kirim email ke