Sdr. Efron,

Kata 'memenangkan' merupakan kata yang lumayan populer di era pasca
pemilihan umum ini. Masing-masing partai peserta pemilu mengimpikan kata
tersebut menjadi kenyataan. 'Menang' adalah kata kerja [verba] yang
berarti: (1) dapat mengalahkan (musuh, lawan, saingan0; unggul; (2)
meraih (mendapat) hasil (perolehan) karena dapat mengalahkan lawan
(saingan); (3) lulus (dalam ujian); (4) mendapat hadiah (dalam undangan,
sayembara, dan sebagainya); (5) dapat melebihi; lebih dari; (6)
dinyatakan benar (dalam perkara).

Ada yang menarik dari penggunaan kata 'memenangkan' bila ditinjau dari
bentuk dan artinya. Akhiran -kan mempunyai makna gramatikal 'kausalitas'
atau 'yang menyebabkan' dan awalan -me menjadikan kata bentuk berita
(indikatif): 'memenangkan' artinya 'membuat jadi menang' atau
'menjadikan menang'.

Jika contoh Anda diubah menjadi, "KPU memenangkan PDI-P dalam Pemilu
1999' maka penggunaannya betul-betul tepat, tepat makna. Namun jika
kalimat itu diubah menjadi 'PDI-P memenangkan Pemilu 1999', tentu saja
kalimat itu tidak tepat. Mungkinkah Pemilu 1999 menang? Jelas tidak
mungkin. Kesalahan-kesalahan seperti itu tidak lagi disadari oleh para
pemakai dan bentuk yang salah itu dipakai terus. Terlalu sulit
meluruskan kembali yang sudah bengkok.

Di semenanjung Malaysia, mereka jarang menggunakan kata 'memenangkan',
tetapi 'memenangi'. Mereka tidak menggunakan imbuhan 'me-kan' tetapi
'me-i'; 'memenangi' berarti 'menang pada'; 'memenangi Pemilu 1999'
artinya 'menang pada Pemilu 1999'.

Regards,
Yohannes Yaali

On 16/06/1999 at 10:19:02 Efron wrote:

> Sdr. YY,

> Saya sudah mengobrak-abrik beberapa kamus tak juga saya temukan istilah "reformator" 
>atau "reformateur". Pelaku reformasi di sana disebut "reformer". Kata "reformist" dan 
>"reformism" adalah kata sifat (adjective). Jadi bagi saya lebih "sreg" kalau 
>"reformer" disebut saja "pembaharu".

> Pada kesempatan ini saya akan membahas kata "memenangkan" dan "memenangi". Banyak 
>orang bahkan media massa salah menggunakan kata "memenangkan". Contoh: MU berhasil 
>"memenangkan" Piala Champions. Padahal yang "memenangkan" MU adalah gol yang dicetak 
>Sheringham dan Solksjaer. Lagipula untuk apa membuat Piala Champions jadi menang. 
>Imbuhan "me-kan" berarti "membuat jadi", sedang "me-I" berarti mendapat/memperoleh. 
>Jadi yang benar "MU memenangi Piala Champions" yang setara dengan "MU menjuarai Piala 
>Champions".

> Kalau sekarang marak dengan kalimat "PDIP bakal memenangkan Pemilu" membuat perut 
>saya sakit karena tertawa. Sepertinya orang-orang tak tahu kalau urusan Pemilu itu 
>bukan dengan PDIP tapi KPU.

> Wassalam,
> Efron

Kirim email ke