...
>Saya tidak tahu siapa yang mereply tulisan saya karena biasanya sang
>pengirim menulis namanya pada akhir tulisan.
Yw: Saya yg mereply, Pak. Nama pengirim (by default) ada
di bagian from dari emailnya, nama saya Yusuf.
>Nepotisme adalah kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak
>saudara sendiri, terutama di jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah;
>tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang
>pemerintahan.
Yw: Setuju.
>Makna nepotisme yang diperluas, usul rekan kita. Nah, jika Megawati
>menjadi presiden dan anggota-anggota kabinetnya sebagian besar dari PDI
>Perjuangan, jika seandainya Prof. Dr. Amien Rais menjadi presiden dan
>anggota-anggota kabinetnya dari PAN atau siapa saja yang menjadi
>presiden dan menteri kabinetnya berasal dari partainya, maka peristiwa
>ini tidak disebut 'nepotisme'. Inikah yang disebut makna nepotisme yang
>tidak diperluas?
Yw: Ya, menurut saya: in that case, tidak termasuk nepotisme.
Dalam kesempatan lain, 'memberi' kepada 'temen' secara tidak
adil (gara-gara temen, yg harusnya nggak menang tender,
misalnya, jadi menang, orang lain kalah; atau yg tadinya
bersalah, karena teman jadi bebas...)... bisa jadi
koncoisme.
>Ada sebuah ilustrasi. Seorang direktur perusahaan memerlukan seseorang
>untuk diberi kedudukan atau jabatan sebagai manajer keuangan dan ada
>tiga orang yang akan dipilih: famili, teman dan orang luar yang
>sama-sama mampu, jujur, loyal dan terampil, jika diperhatikan
>nilai-nilai mereka, mungkin sama-sama memperoleh nilai 'A'. Jika
>direktur tadi memilih familinya, apakah ia disebut 'nepotis'?
Yw: Ini tergantung aturan hukum. Di negara tertentu bisa
definitif: nepotisme, tapi umumnya, kalo kasusnya sang
'famili' kapabel, masuk kelompok grey area. Walopun,
semua rasanya setuju, andaikan familinya A+, dan alternatif
(orang lain) A saja nggak pake plus, terus yg dipilih
yg bukan famili, maka (tindakan tsb) dianggap anti-nepotisme.
>Atau jika ia memilih temannya, apakah ia juga disebut 'nepotis'?
Yw: Kalo teman sih tidak. Koncoisme juga tidak (dg definisi
koncoisme spt saya uraikan di atas).
>Mungkinkah ia memilih orang luar tadi atau ada hal-hal dan hil-hil
>lainnya?
Yw: Adalah bijak bila yg dipilih adalah orang lain (bukan famili).
Tentunya yg bukan musuh. Bukan musuh ini berarti bisa/boleh
teman.
>Jika makna nepotisme tidak diperluas, apakah batasan "nepotisme" itu
>sendiri?
>
>Regards,
>Yohannes Yaali
Yw: Gitu aja dulu, deh. Soal batasan, silakan yg lain.