In a message dated 10/18/99 3:56:34 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Rakyat kecil yang mana? ---> rakyat pendukung PDIP
> Wujudnya bagaimana dalam mendukung PAN ---> dukung Faisal
> dan menjelekkan Amien Rais.
> Wujudnya bagaimana dalam mendukung PKB ---> dukung Matori
Irwan:
Susahnya ngomong sama orang yg baru bergabung
di milis permias dan ngga ngikutin sejak jaman
pra pencoblosan (tanggal 7 Juni kalau anda lupa).
Setelah tanggal 7 Juni seperti yg saya katakan, saya
akan berdiri bersama rakyat. Rakyat mana?
Ya rakyat Indonesia yg sudah jelas2 memilih partai
yg mereka lebih percayai.
Ngomong2 anda tahu ngga Clinton itu presiden mana?
Presiden AS, bukan?
Nah, kenapa dia bisa menjadi presiden AS?
Karena dia dipilih orang rakyat AS, dia adalah
presiden yg mendapat suara terbanyak.
Apakah semua rakyat AS memilih Clinton?
Jelas tidak.
Rakyat Indonesia sudah milih capres mana yg mereka
ingini. Tentunya, ada juga pihak2 yg memilih capres lain.
Ini ngga bisa dipungkiri. Nah, kalau mau demokrasi
rakyat ditegakan, maka yg mendapat suara terbanyaklah
yg berhak atas kepercayaan tersebut.
Pola pikir Megawati hanya dipilih oleh 35% suara sementara
65% lainnya menolak adalah jelas dagelan logika yg bisa
bikin saya sakit perut....:)
Kalau dagelan logika ini yg dipakai, maka tidak ada pun
capres yg akan memenuhi persyaratan. Hal ini mengingat
capres Habibie hanya dipilih oleh 20% suara sementara
80% lainnya menolak. Ini kalau kita mau konsisten memakai
dagelan logika.
Saya menjelekkan Amien Rais?
Sejak kapan?
Saya tidak pernah menjelekkan Amien Rais, karena
apa yg saya ucapkan semua tentang AR adalah fakta.
Jadi, AR sendirilah yg menjelekkan dirinya.
Coba lihat lagi, sebelum pencoblosan AR sempat berkoar
bahwa siapa pun yg nantinya menang antara PAN, PKB, PDIP,
maka yg lainnya harus mendukung capres partai
pemenang. Tapi apa yg dilakukan setelahnya?
Dia ingkar. Tidak hanya ingkar, tapi dia akhirnya membentuk
poros tengah yg kemudian mencapreskan GD.
Lebih parah lagi, ketika sudah menjadi ketua MPR,
AR yg mengaku reformis malah menghalangi terjadi
tanya jawab antara anggota MPR dengan Habibie seputar
jawaban atas pertanyaan LPJ. Tidak hanya itu, AR juga
tidak melemparkan ke forum apa yg menjadi tuntutan
mahasiswa dimana sehari sebelumnya dia bertemu
dengan mahasiswa. Inikah reformasinya AR?
Apakah saya menjelekkan AR bila menyebutkan fakta2
yg ada? Terserah anda menilainya gimana.
Irwan:
> >Ketika rakyat telah memberikan suaranya melalui pemilu,
> >ketika rakyat sudah menyampaikan keinginannya, siapa yg
> >mereka lebih percayai, maka sejak itulah saya bergeser
> >untuk berdiri bersama rakyat, bersama keinginan rakyat.
> >Garis sikap saya jelas, berusaha untuk menjadikan
> >capres pilihan rakyat menjadi capres jadi.
Jeffrey:
> Capres pilihan rakyatnya siapa sih? Megawati kan? Hehee...
Irwan:
Itulah sulitnya ngomong dengan anda.
Capres pilihan rakyat itu adalah capres pemenang pemilu.
Jadi, ngga harus Megawati. Pemilu kali ini saja yg menang
Megawati. Pemilu berikutnya belum tentu.
Makanya saya lebih suka memakai kata2
capres pilihan rakyat. Mau tanya lagi rakyat mana?
Silahkan lihat kembali contoh Clinton yg saya berikan
di atas. Atau mungkin mau John Adams yg hanya mendapat 26%
suara saja?...:)
Mbok ya jangan nerapin demokrasi aneh2 kalau
kita mau maju.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu