Saya sudah baca lengkap dari beberapa media tentang hal yang sama.
Kelihatannya anda tidak mensitir dan membacanya dengan lengkap. Apa yang
anda sitir tsb hanyalah sebagian dari yang dimaksud AR. Selain itu, saya
juga ingin menyarankan agar tidak menelan mentah-mentah tulisan wartawan
hanya di satu media, yang ternyata seringkali berbeda penyampaiannya.
Maksud AR di sini adalah bahwa ia ikut bertanggung jawab secara moral (Gus
Dur juga mengatakan ini) terhadap menteri usulan dari PAN. Kalu nih menteri
nggak 'becus', sebagai petinggi PAN, AR akan MENGUSULKAN si menteri untuk
ditarik atau diberhentikan. Soal usulannya ini disetujui atau tidak oleh
presiden, itu adalah hak presiden.
Sekedar mengingatkan, anda sudah sering melempar issue di milis ini secara
tidak lengkap dan cenderung tendensius. Saya selalu membaca tulisan anda,
seperti juga tulisan teman-teman yang lain.
Salam,
Budi
At 09:44 PM 10/29/99 -0400, you wrote:
>Silahkan baca berita lengkapnya di:
>http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999103000184658
>
>Gue cuma mau kutipin aja bagian yg pengen gue komentarin:
>---kutipan----
>Amien mengatakan dirinya bertanggung jawab secara moral atas menteri yang
>digaransinya. "Kalau dari PAN jelas, saya akan bertanggung jawab secara
>moral.
>Kalau mereka melakukan kesalahan atau tidak bisa menjalankan tugas seperti
>yang
>diembannya, akan saya tarik. Itu garansinya," kata Amien.
>----akhir kutipan----
>
>Masih kita ingat gimana ketua MPR, Amien Rais, keberatan
>bila seorang dubes mencampuri urusan yg bukan wewenangnya.
>Nah, sekarang dari kalimat atas, saya melihat masalah
>tarik menarik menteri itu setahu saya bukan wewenang MPR
>maupun ketua MPR. Apakah tindakan AR ini bisa dikategorikan
>melakukan standar ganda?...:)
>
>Kelihatannya kita perlu maklum lagi terhadap pihak2 yg belum
>mengerti benar batas wewenang jabatan yg dimilikinya.
>Moga2 pada cepat belajar sehingga aturan main yg ada bisa
>segera diterapkan. Ini khan negara hukum, bukan hutan rimba....:)
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>