Bung Budi, dari komentar2 anda terakhir tampaknya
anda tidak berkeinginan menjawab pertanyaan inti
saya dari posting2 sebelumnya.
Karena saya ngga kepengin diskusi ditarik2 lagi,
maka komentar2 anda di posting terakhir tidak ingin
saya komentari. Biar rekan2 disini saja yg menilai,
siapa yg sebenarnya lari2 dalam diskusi.
Saya kembalikan lagi diskusi ini ke fokus semula
dengan mencoba melihat satu poin terlebih dahulu.
Ini pertanyaan saya ke anda yg belum juga anda
jawab/respon.
Maaf, saya sengaja tulis dalam huruf besar hanya
untuk memberi penekanan serta memfokuskan apa
yg saya ingin anda responi.
APAKAH SEORANG KETUA MPR MEMILIKI WEWENANG
UNTUK MENARIK SEORANG MENTERI DARI JABATANNYA
DI KABINET?
Itu saja pertanyaannya. Jangan dikait2kan dulu
pertanyaan di atas dengan peristiwa ketua MPR
kita, Amien Rais, yg sempat berucap demikian.
Jadi, pertanyaan saya di atas adalah bersifat umum,
dan tidak terkait dengan kasus apapun akhir2 ini.
Saya ingin lihat pemahaman anda akan hal ini.
Kalau anda masih lari2 lagi dengan mengomentari
hal yg tidak signifikan, saya akan menyerah untuk
tidak melanjuti diskusi ini dengan anda walau sebenarnya
saya ingin kita melihat masalahnya dengan lebih jelas
dan mengacu ke aturan main yg sebenarnya.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu