Berhubung Kabinet sekarang untuk konsumsi Persatuan,
maka kwalitas dan kinerja Menteri, adalah juga
merupakan tanggung jawab sang Guarantor.
Guarantor termaksud adalah Mega, AR, dan Wiranto,
selain Gus Dur sendiri.
Mega menggaransi KKG dan LS.
AR dalam hal ini menggaransi Menteri terbanyak,
diantaranya Menteri Keuangan.
Jadi disinilah bentuk tanggung jawab moralnya.

Salam,
bRidWaN
(was-was melihat ulah FB yang terlihat
 mengincar jabatan ketua BPPN; hopefully I'm wrong)


At 08:04 AM 10/31/99 EST, Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>Bung Budi, dari komentar2 anda terakhir tampaknya
>anda tidak berkeinginan menjawab pertanyaan inti
>saya dari posting2 sebelumnya.
>Karena saya ngga kepengin diskusi ditarik2 lagi,
>maka komentar2 anda di posting terakhir tidak ingin
>saya komentari. Biar rekan2 disini saja yg menilai,
>siapa yg sebenarnya lari2 dalam diskusi.
>
>Saya kembalikan lagi diskusi ini ke fokus semula
>dengan mencoba melihat satu poin terlebih dahulu.
>Ini pertanyaan saya ke anda yg belum juga anda
>jawab/respon.
>Maaf, saya sengaja tulis dalam huruf besar hanya
>untuk memberi penekanan serta memfokuskan apa
>yg saya ingin anda responi.
>
>APAKAH SEORANG KETUA MPR MEMILIKI WEWENANG
>UNTUK MENARIK SEORANG MENTERI DARI JABATANNYA
>DI KABINET?
>
>Itu saja pertanyaannya. Jangan dikait2kan dulu
>pertanyaan di atas dengan peristiwa ketua MPR
>kita, Amien Rais, yg sempat berucap demikian.
>Jadi, pertanyaan saya di atas adalah bersifat umum,
>dan tidak terkait dengan kasus apapun akhir2 ini.
>Saya ingin lihat pemahaman anda akan hal ini.
>
>Kalau anda masih lari2 lagi dengan mengomentari
>hal yg tidak signifikan, saya akan menyerah untuk
>tidak melanjuti diskusi ini dengan anda walau sebenarnya
>saya ingin kita melihat masalahnya dengan lebih jelas
>dan mengacu ke aturan main yg sebenarnya.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>

Kirim email ke