Perlu anda ketahui orang-orang Islam yang berakal tidak ada kepentingan
dengan kepercayaan orang kafir manapun. Tugas kami adalah menyampaikan
hukum-hukum Allah kepada manusia yang berakal. Hukum-hukum itu ada yang
berlaku bagi orang Islam saja dan ada yang universal. Itulah sebabnya
orang kafir dibiarkan hidup sesuka hatinya, sedangkan bagi orang Islam
ada aturan-aturan yang mengikat, di bulan ramadhan misalnya.
Tahukah anda merusak orang muslim itu mudah saja, anda campur saja
makanannya dengan yang haram, maka rusaklah amalnya, tertolak doanya,
hilang wibawanya dan lain-lain. Namun ini semua dapat diatasi kalau amar
ma�ruf dan nahi munkar terus dijalankan.
Bagi kami sudah ada hukum-hukum syariat yang mengatur kehidupan kami
agar sempurna didunia dan diakhirat. Namun memang tidak semua kami
memiliki pengetahuan ini, dan biasanya mereka yang kurang pengetahuan
inilah yang menjadi mangsa para pendeta-pendeta nasrani yang sesat.
Kalau mereka (pendeta-pendeta nasrani) membawa kebenaran, mereka tidak
perlu sembunyi-sembunyi menjumpai orang-orang jahil itu, tapi datanglah
kepada orang yang peling alim shaleh diantara kami. Kemukakanlah hujjah
kalian. Bila kalian benar adanya tentunya orang itu akan mengikuti agama
anda dan juga pengikut-pengikut dibawahnya juga akan bersama
pimpinannya. Namun para pendeta tersebut sadar dengan apa yang mereka
sembunyikan. Mereka sakit hati bila amar ma�ruf kami dan nahi mungkar
kami jalankan. Hal ini saya alami beberapa tahun saya berkeliling di
Riau. Padahal saya datang dari tempat ke tempat untuk menemui saudara
seiman saya. Untuk pengalaman ini tidak perlu saya bahas lebih lanjut,
intinya cara kerja mereka sudah tampak jelas bagi saya.
Perlu anda catat dengan adanya orang alim bersama masyarakat, maka
kekonyolan orang Islam jahil yang marah bisa dihindari. Ingat membunuh
kafir zimmi adalah haram. Namun bila kafir harbi datang maka kami harus
menghancurkannya. Tolong anda catat ini bukan perang agama, karena kami
tidak peduli dengan agama penyerang-penyerang itu. Yang kami tahu kami
diserang karena agama yang kami anut. Dengan adanya alim ulama bersama
masyarakat orang kafir dapat melaporkan kekonyolan orang-orang islam
yang jahil, dan bila orang alim tersebut benar benar soleh maka ia akan
bertindak adil, bila tidak maka orang kafir dapat menghancurkan mereka
dengan mudah, karena tidak akan ada pertolongan dari langit.
Berdasarkan hel-hal diatas tersebut saya meminta para ulama untuk terjun
bersama umat, dan memimpin umat ke jalan yang benar.
Demikian,
Agus
Irwan Ariston Napitupulu wrote:
> Jangan terlalu gegabah mengambil kesimpulan atau pun
> keputusan. Kenali dululah masalah yg terjadi, amati
> perkembangan situasi yg terjadi. Setelah itu, pikirkan dampak2
> yg mungkin terjadi bila suatu keputusan diambil.
>
> Kasus Ambon saya lihat erat kaitan dengan pergerakan
> politik di pusat. Awalnya, mungkin saja tidak, tapi saya lihat
> kini sudah menjadi "alat" bagi kekuatan politik/kekuasaan tertentu.
>
> Saya tidak tahu prinsip keyakinan anda.
> Tapi saya pribadi tidak akan pernah mengikuti anjuran yg
> menyesatkan untuk berperang saling bunuh antar manusia
> sekalipun hal tersebut datangnya dari pemimpin agama saya.
> Hal ini karena saya punya prinsip, Tuhanlah pemilik nyawa manusia.
> Tidak ada satu orang pun yg berhak untuk mengambil nyawa orang
> lain. Karenanya, untuk kasus Ambon yg perlu diperjuangkan adalah
> bagaimana caranya agar korban yg jatuh bisa dihentikan dan dendam
> bisa diredam.
>
> Percayalah, bila sekali terucap kata2 "perang" antar agama,
> maka kejadian yg akan kita hadapi akan jauh lebih parah yg
> pada akhirnya hanya membawa kerugian buat kita semua.
> PIhak yg diperangi tentunya tidak akan tinggal diam.
> Bisa bertahan, bisa pula balik menyerang.
> Apakah hal ini yg kita inginkan bersama?
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu