Yup.
Saya sependapat sekali dengan uraian mas Agus ini.
Saya juga yakin semua kebaikan dan kejahatan akan dibalas cepat atau lambat.
Faran
>Date: Thu, 6 Jan 2000 12:10:36 -0500
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Agus Nazaruddin <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: Mana suara Majelis Ulama tentang Ambon?
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
> Perlu anda ketahui orang-orang Islam yang berakal tidak ada kepentingan
>dengan kepercayaan orang kafir manapun. Tugas kami adalah menyampaikan
>hukum-hukum Allah kepada manusia yang berakal. Hukum-hukum itu ada yang
>berlaku bagi orang Islam saja dan ada yang universal. Itulah sebabnya
>orang kafir dibiarkan hidup sesuka hatinya, sedangkan bagi orang Islam
>ada aturan-aturan yang mengikat, di bulan ramadhan misalnya.
>
>Tahukah anda merusak orang muslim itu mudah saja, anda campur saja
>makanannya dengan yang haram, maka rusaklah amalnya, tertolak doanya,
>hilang wibawanya dan lain-lain. Namun ini semua dapat diatasi kalau amar
>ma�ruf dan nahi munkar terus dijalankan.
>
>Bagi kami sudah ada hukum-hukum syariat yang mengatur kehidupan kami
>agar sempurna didunia dan diakhirat. Namun memang tidak semua kami
>memiliki pengetahuan ini, dan biasanya mereka yang kurang pengetahuan
>inilah yang menjadi mangsa para pendeta-pendeta nasrani yang sesat.
>Kalau mereka (pendeta-pendeta nasrani) membawa kebenaran, mereka tidak
>perlu sembunyi-sembunyi menjumpai orang-orang jahil itu, tapi datanglah
>kepada orang yang peling alim shaleh diantara kami. Kemukakanlah hujjah
>kalian. Bila kalian benar adanya tentunya orang itu akan mengikuti agama
>anda dan juga pengikut-pengikut dibawahnya juga akan bersama
>pimpinannya. Namun para pendeta tersebut sadar dengan apa yang mereka
>sembunyikan. Mereka sakit hati bila amar ma�ruf kami dan nahi mungkar
>kami jalankan. Hal ini saya alami beberapa tahun saya berkeliling di
>Riau. Padahal saya datang dari tempat ke tempat untuk menemui saudara
>seiman saya. Untuk pengalaman ini tidak perlu saya bahas lebih lanjut,
>intinya cara kerja mereka sudah tampak jelas bagi saya.
>
>Perlu anda catat dengan adanya orang alim bersama masyarakat, maka
>kekonyolan orang Islam jahil yang marah bisa dihindari. Ingat membunuh
>kafir zimmi adalah haram. Namun bila kafir harbi datang maka kami harus
>menghancurkannya. Tolong anda catat ini bukan perang agama, karena kami
>tidak peduli dengan agama penyerang-penyerang itu. Yang kami tahu kami
>diserang karena agama yang kami anut. Dengan adanya alim ulama bersama
>masyarakat orang kafir dapat melaporkan kekonyolan orang-orang islam
>yang jahil, dan bila orang alim tersebut benar benar soleh maka ia akan
>bertindak adil, bila tidak maka orang kafir dapat menghancurkan mereka
>dengan mudah, karena tidak akan ada pertolongan dari langit.
>
>Berdasarkan hel-hal diatas tersebut saya meminta para ulama untuk terjun
>bersama umat, dan memimpin umat ke jalan yang benar.
>
>Demikian,
>Agus
>
>
>Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>
>> Jangan terlalu gegabah mengambil kesimpulan atau pun
>> keputusan. Kenali dululah masalah yg terjadi, amati
>> perkembangan situasi yg terjadi. Setelah itu, pikirkan dampak2
>> yg mungkin terjadi bila suatu keputusan diambil.
>>
>> Kasus Ambon saya lihat erat kaitan dengan pergerakan
>> politik di pusat. Awalnya, mungkin saja tidak, tapi saya lihat
>> kini sudah menjadi "alat" bagi kekuatan politik/kekuasaan tertentu.
>>
>> Saya tidak tahu prinsip keyakinan anda.
>> Tapi saya pribadi tidak akan pernah mengikuti anjuran yg
>> menyesatkan untuk berperang saling bunuh antar manusia
>> sekalipun hal tersebut datangnya dari pemimpin agama saya.
>> Hal ini karena saya punya prinsip, Tuhanlah pemilik nyawa manusia.
>> Tidak ada satu orang pun yg berhak untuk mengambil nyawa orang
>> lain. Karenanya, untuk kasus Ambon yg perlu diperjuangkan adalah
>> bagaimana caranya agar korban yg jatuh bisa dihentikan dan dendam
>> bisa diredam.
>>
>> Percayalah, bila sekali terucap kata2 "perang" antar agama,
>> maka kejadian yg akan kita hadapi akan jauh lebih parah yg
>> pada akhirnya hanya membawa kerugian buat kita semua.
>> PIhak yg diperangi tentunya tidak akan tinggal diam.
>> Bisa bertahan, bisa pula balik menyerang.
>> Apakah hal ini yg kita inginkan bersama?
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
------------------------------------------------------------
Happy New Millenium from the staff at DCEmail.com
http://www.dcemail.com - FREE Email for the Community