Nah... itulah sayangnya tidak semua orang-orang dari kedua belah pihak yang
pasti BERAKAL menggunakan akalnya karena EMOSI dan DENDAM mereka yang begitu
besar. Susah juga sih menyalahkan mereka karena orang-orang yang mereka
sayangi dibantai pihak lain, ditambah lagi dalam situasi demikian masih saja
banyak provokator yang sadar ataupun tidak sadar (yang AKAL-nya dikalahkan
perasaan mau menang sediri).
Marilah kita semua sedapat mungkin menggunakan akal untuk berbicara dan
bertindak demi meredam rasa permusuhan dengan membuang jauh-jauh rasa mau
menang sendiri, khan semua  manusia itu diberi akal oleh Allah. Kita mulai
dari diri kita sendiri, termasuk saya, untuk tidak menjadi provokator secara
tidak kita sadari, karena percuma saling menyinggung di permias@ ini, malah
menambah panas suasana.

Salam,

Lies

---------------------------------------------------------------------
>  Perlu anda ketahui orang-orang Islam yang berakal tidak ada kepentingan
>dengan kepercayaan orang kafir manapun. Tugas kami adalah menyampaikan
>hukum-hukum Allah kepada manusia yang berakal. Hukum-hukum itu ada yang
>berlaku bagi orang Islam saja dan ada yang universal. Itulah sebabnya
>orang kafir dibiarkan hidup sesuka hatinya, sedangkan bagi orang Islam
>ada aturan-aturan yang mengikat, di bulan ramadhan misalnya.
>
>Tahukah anda merusak orang muslim itu mudah saja, anda campur saja
>makanannya dengan yang haram, maka rusaklah amalnya, tertolak doanya,
>hilang wibawanya dan lain-lain. Namun ini semua dapat diatasi kalau amar
>ma�ruf dan nahi munkar terus dijalankan.
>
>Bagi kami sudah ada hukum-hukum syariat yang mengatur kehidupan kami
>agar sempurna didunia dan diakhirat. Namun memang tidak semua kami
>memiliki pengetahuan ini, dan biasanya mereka yang kurang pengetahuan
>inilah yang menjadi mangsa para pendeta-pendeta nasrani yang sesat.
>Kalau mereka (pendeta-pendeta nasrani) membawa kebenaran, mereka tidak
>perlu sembunyi-sembunyi menjumpai orang-orang jahil itu, tapi datanglah
>kepada orang yang peling alim shaleh diantara kami. Kemukakanlah hujjah
>kalian. Bila kalian benar adanya tentunya orang itu akan mengikuti agama
>anda dan juga pengikut-pengikut dibawahnya juga akan bersama
>pimpinannya. Namun para pendeta tersebut sadar dengan apa yang mereka
>sembunyikan. Mereka sakit hati bila amar ma�ruf kami dan nahi mungkar
>kami jalankan. Hal ini saya alami beberapa tahun saya berkeliling  di
>Riau. Padahal saya datang dari tempat ke tempat untuk menemui saudara
>seiman saya. Untuk pengalaman ini tidak perlu saya bahas lebih lanjut,
>intinya cara kerja mereka sudah tampak jelas bagi saya.
>
>Perlu anda catat dengan adanya orang alim bersama masyarakat, maka
>kekonyolan orang Islam jahil yang marah bisa dihindari. Ingat membunuh
>kafir zimmi adalah haram. Namun bila kafir harbi datang maka kami harus
>menghancurkannya. Tolong anda catat ini bukan perang agama, karena kami
>tidak peduli dengan agama penyerang-penyerang itu. Yang kami tahu kami
>diserang karena agama yang kami anut. Dengan adanya alim ulama bersama
>masyarakat orang kafir dapat melaporkan kekonyolan orang-orang islam
>yang jahil, dan bila orang alim tersebut benar benar soleh maka ia akan
>bertindak adil, bila tidak maka orang kafir dapat menghancurkan mereka
>dengan mudah, karena tidak akan ada pertolongan dari langit.
>
>Berdasarkan hel-hal diatas tersebut saya meminta para ulama untuk terjun
>bersama umat, dan memimpin umat ke jalan yang benar.
>
>Demikian,
>Agus
>
>
>Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>
> > Jangan terlalu gegabah mengambil kesimpulan atau pun
> > keputusan. Kenali dululah masalah yg terjadi, amati
> > perkembangan situasi yg terjadi. Setelah itu, pikirkan dampak2
> > yg mungkin terjadi bila suatu keputusan diambil.
> >
> > Kasus Ambon saya lihat erat kaitan dengan pergerakan
> > politik di pusat. Awalnya, mungkin saja tidak, tapi saya lihat
> > kini sudah menjadi "alat" bagi kekuatan politik/kekuasaan tertentu.
> >
> > Saya tidak tahu prinsip keyakinan anda.
> > Tapi saya pribadi tidak akan pernah mengikuti anjuran yg
> > menyesatkan untuk berperang saling bunuh antar manusia
> > sekalipun hal tersebut datangnya dari pemimpin agama saya.
> >  Hal ini karena saya punya prinsip, Tuhanlah pemilik nyawa manusia.
> > Tidak ada satu orang pun yg berhak untuk mengambil nyawa orang
> > lain. Karenanya, untuk kasus Ambon yg perlu diperjuangkan adalah
> > bagaimana caranya agar korban yg jatuh bisa dihentikan dan dendam
> > bisa diredam.
> >
> > Percayalah, bila sekali terucap kata2 "perang" antar agama,
> > maka kejadian yg akan kita hadapi akan jauh lebih parah yg
> > pada akhirnya hanya membawa kerugian buat kita semua.
> > PIhak yg diperangi tentunya tidak akan tinggal diam.
> > Bisa bertahan, bisa pula balik menyerang.
> > Apakah hal ini yg kita inginkan bersama?
> >
> > jabat erat,
> > Irwan Ariston Napitupulu

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke