In a message dated 6/20/00 11:29:46 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Karena sifat postingnya kayak provokasi, saya pingin klarifikasi dari
> Irwan nih.
soal posting provokasi di milis ini mah banyak, ngga cuma dari
saya saja.....:)
Apa anda mau minta klarifikasi pada setiap posting provokasi
yg dikirim di milis ini?....:)
Semua posting yg mengomentari atas diri seseorang bisa
masuk kategori provokasi tergantung dari sudut mana
kita membacanya. Pada waktu saya mengirim posting
yg menyerang Soeharto dulu [walau sebelumnya saya
sudah mencoba mengingatkan atas kebijakan/keputusannya
yg membahayakan], saya bisa dikategorikan
memprovokasi. Demikian juga waktu menulis atas
Habibie [walau sebelumnya saya sudah meminta
rekan2 di milis ini untuk memberi kesempatan padanya],
posting tersebut pun bisa dibilang memprovokasi.
Hal yang sama ketika saya menulis atas Gus Dur, Mega,
Akbar Tandjung, dan juga Amien Rais, semuanya bisa
dikategorikan memprovokasi.
Cuma anehnya bagi saya, koq tulisan saya yg sering disorot
itu yg negatif2nya saja. Waktu saya menulis hal2 positif
atas mereka semua di atas, koq ngga pernah dihitung dan
cenderung dilupakan ya......:)
> Kenapa sih terhadap Amien Rais anda kok 'sangat konsisten' benci?
Siapa bilang?
Kalau anda yg masih punya arsip atas posting2 di milis ini sejak
tahun 1998, maka akan melihat bagaimana saat itu saya tidak
pernah menyerang Amien Rais, bahkan mendukung perjuangannya.
Hal ini dikarenakan saya akan mendukung segala upaya dari
orang2 yg memperjuangkan kepentingan rakyat. Tapi bila sudah
membahayakan nasib rakyat kebanyakan, nasib bangsa Indonesia,
siapapun dia orangnya akan saya serang. Ngga peduli dia itu
Soeharto, Habibie, atau pun Amien Rais. Dan saya sampai saat
ini sangat konsisten menjalankan hal ini. Bagi saya yg perlu
didukung bukan Soeharto, bukan Habibie, bukan Amien Rais,
dan juga bukan Gus Dur atau pun Megawati. Tapi yang perlu
didukung adalah nasib rakyat kebanyakan, nasib bangsa Indonesia.
Ini yg menjadi landasan saya pada kebanyak posting2 saya di
milis ini dan juga milis lain. Kepedulian saya hanya pada
rakyat Indonesia, bukan orang per orang.
Silahkan saja bagi mereka di milis ini untuk menjadi
pengagum atau pun pendukung fanatik Amien Rais,
pengaggum atau pendukung fanatik Gus Dur,
pengagum atau pendukung fanatik Mega.
Saya hanya mengingatkan saja, kalau kita sudah menjadi
pengagum dan pendukung fanatik atas diri seseorang, hal tersebut
akan menjadikan kita buta dan kurang awas nantinya atas
kesalahan2 yg dibuat oleh orang tersebut dikemudian hari.
Dikomentari sedikit tentang orang yg didukungnya, biasanya
pendukung tersebut suka ngambek. Realisasi rasa ngambeknya
ini bisa macam2, bisa dengan menyerang balik dengan berbagai
cara, bisa pula dengan mengejek2 orang yg mengomentarinya tersebut.....:)
Itulah sebabnya saya selalu menghindari untuk menjadi
pendukung fanatik atas diri seseorang. Karena dengan menjadi
pendukung fanatik ada diri seseorang, kita bisa kehilangan
keobyektivitasan kita dalam melihat masalah. Tentunya,
arti obyektif disini adalah membela kepentingan rakyat,
kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau pun
kelompok. Hal ini mengingat pada dasarnya, obyketivitas itu
tidak ada. Tulisan2 saya jelas tidak obyketif karena memang
tulisan2 saya isinya pro kepentingan nasional, pro terhadap
kebenaran, pro terhadap nasib bangsa, pro terhadap kepentingan
rakyat kebanyakan.
> Dari demo-demo mahasiswa thd Amien Rais dan Akbar Tanjung baru-baru ini
> ternyata bias, karena yang melakukan demo jelas-jelas pendukung fanatik
> GD. Dan saya tidak melihat kebencian yang signifikan dari orang-orang
> yang membenci Amien Rais.
Kejadian yg sama untuk kasus sebaliknya bagi orang2 yg suka
demo atas Gus Dur. Banyak yg juga merupakan pendukung
kelompok "Amien Rais".Lagi pula, demo2 di tanah air akhir2 ini sudah
lebih mengarah sebagai mata pencaharian ketimbang perjuangan
hati nurani. Ini pengamatan dan penilaian subyektif saya.
Silahkan bila ada yg tidak setuju.
> Dengan kata lain, nggak banyak yang benci AR,
> dan mereka yang membencipun selalu ketahuan 'maksud' dibalik sikapnya
> tsb.
Dan yang benci Gus Dur dan Mega pun semakin hari
semakin tampak maksud dibalik sikapnya....:)
Kalau saya anda kategorikan sebagai orang yg benci dengan
Amien Rais, silahkan saja. Karena sampai tahap sekarang ini,
memang saya sudah sampai pada kesimpulan bahwa Amien
Rais harus diturunkan dari posisinya sebagai Ketua MPR
mengingat dia sudah beberapa kali membahayakan nasib bangsa
dan juga sudah ketahuan bahwa dia berjuang bukan untuk
kepentingan nasib bangsa, tapi lebih kepada mencari
popularitas pribadi maupun kepentingan kelompok.
Kesimpulan yg saya ambil ini telah melalui proses yg tidak
sebentar dan berdasarkan banyak kejadian yg sudah dia lakukan.
Waktu dahulu, saya sudah beri banyak kesempatan pada Amien
Rais untuk menunjukkan komitmennya pada perjuangan bangsa,
tapi tampaknya janji2 yg dia berikan rupanya hanya isapan
jempol belaka. Saya pun dulu juga pernah melakukan hal
yg sama dengan memberi kesempatan kepada Soeharto maupun
Habibie ketika menjabat sebagai presiden untuk memperbaiki
diri dan menunjukkan komitmennya memperjuangkan nasib
rakyat kebanyakan, tapi dari waktu yg diberikan tampaknya
tidak dimanfaatkan dengan baik. Karenanya waktu dulu akhirnya
saya sering membuat tulisan yg menyerang mereka, atau kalau
mungkin mau disamakan seperti sekarang akan terdengar
seperti "membenci" Soeharto maupun Habibie.
Dari saya sendiri, tidak ada untungnya saya membenci mereka.
Yang saya lakukan hanyalah sebagai wujud nyata dari kecintaan
saya akan nasib rakyat kebanyakan. Kecintaan saya kepada
nasib rakyat kebanyakan saya wujudkan dengan mencoba
menghindarkan mereka dari tindakan2 tidak baik yg dapat
membahayakan nasib rakyat kebanyakan itu bila Soeharto
atau pun Habibie kalau itu masih terus berkuasa.
Setelah mereka tidak lagi berkuasa, anda bisa lihat sendiri, apakah
saya masih sering mengirim tulisan2 yg menyerang mereka di milis ini?
Begitu pula dengan Amien Rais, kalau nanti sampai waktunya tiba
Amien Rais berhasil diturunkan dari posisinya sebagai Ketua MPR,
maka saya pun tidak berminat untuk mengirim tulisan2
yg menyerang Amien Rais lagi ke milis ini.
Inilah yg membedakan antara saya "membenci" Amien Rais
dan saya yg mencintai nasib rakyat kebanyakan.
Kalau saya benci Amien Rais, maka bila dia sudah nantinya
sudah tidak menjadi ketua MPR lagi atau pun tidak menjabat
sesuatu posisi yg bisa membahayakan rakyat kebanyakan,
tentunya saya akan terus menyerang mereka. Ini yg tidak
akan saya lakukan seperti juga tidak saya lakukan terhadap
Soeharto atau pun Habibie karena memang pada dasarnya
saya tidak berminat sama sekali untuk membenci pribadi seseorang.
Semoga anda kini cukup jelas akan posisi saya.
> Sampai-sampai ada rekan dari milis ini yang mengatakan pada saya:
> "Si Irwan itu kalau ketemu sandalnya AR saja, tentu dimaki-makinya".
Tampaknya komentar ini datang dari pendukung fanatik AR....:)
Bagi saya tidak masalah orang mau berkomentar apa saja
tentang saya. Pro dan kontra terhadap suatu pendapat bagi saya
wajar2 saja. Sayangnya, koq rekan tersebut tidak berani menulis
langsung di milis ini atau pun berkomentar langsung ke saya...:)
Ngomongin orang lain dibelakang orang tersebut, tampaknya
asik juga kali ya....hehehehe....udah kayak lagi arisan aja
suka ngomongin orang dibelakang......:)
> Ada apa sih sebenarnya dengan anda dan AR?
Antara saya dengan Amien Rais tidak ada apa2.
Yang ada adalah saya merasa punya kepentingan
untuk membela nasib rakyat kebanyakan. Sudah banyak
kelakuan Amien Rais yg baik secara langsung atau pun
tidak langsung telah berkali2 membahayakan nasib bangsa ini,
nasib rakyat kebanyakan. Beberapa kali komentarnya
menurut penilaian saya sengaja dikeluarkan untuk mengganggu
jalannya pemulihan ekonomi, mengganggu jalannya pemerintahan,
mengganggu kestabilan politik dan keamanan Indonesia.
Dan parahnya lagi, hal2 tersebut sering dilakukan dengan
motivasi untuk kepentingan popularitas pribadi atau pun untuk
kepentingan kelompok.
Saya akui Gus Dur memang beberapa kali melakukan kesalahan2.
Tapi sejauh pengamatan saya, kesalahan2 tersebut masih dalam
taraf yg bisa ditolerir. Terlebih lagi, motivasi dari Gus Dur sampai
saat ini saya lihat masih tetap mengacu pada kepentingan
rakyat kebanyakan.
Anda boleh berbeda pandangan dengan saya akan hal ini.
> Supaya pandangan anda thd saya tidak bias, jujur saya katakan, bahwa
> saya tidak membela dan berafiliasi kepada siapapun, baik itu AR, GD,
> Mega, dll. Seperti juga anda, saya hanya menginginkan negara kita bisa
> menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.
Kalau memang anda menginginkan negara kita bisa menjadi
lebih baik, maka dukunglah gerakan untuk meng IMPEACH
Amien Rais dari posisinya sebagai ketua MPR.
Kalau anda mau tahu apa yg menjadi alasan saya.
Silahkan anda perhatikan perkembangan apa yg dilakukan
oleh Amien Rais terhadap bangsa ini, sejak Oktober 1999,
atau sejak terpilihnya presiden dan wakil presiden, saat pemerintahan
baru terbentuk. Tapi kalau mau lebih enak lagi dan lebih lengkap,
silahkan anda perhatikan apa2 saja yg telah dia lakukan atau
ucapkan setelah pencoblosan pemilu tanggal 7 Juni 1999.
Bukalah mata kita, bukalah pikiran kita. Jangan hal2 yg
sifatnya sentimentil membuat kita sampai tidak mampu
melihat akan apa yg sedang terjadi.
Mudah2an pemaparan ini bisa menjelaskan kenapa akhirnya
saya sampai pada kesimpulan agar Amien Rais perlu di IMPEACH
dalam waktu dekat.
catatan untuk rekan Acu:
Kalau anda punya kartu AS atau pun JOKER sekalipun,
silahkan saja diungkapkan ke milis ini. Kalau anda takut
dibilang provokator, silahkan kirim ke japri saya di
[EMAIL PROTECTED]:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu