Wah...., rasa-rasanya tulisan anda sekarang lebih 'merdu' dari
sebelumnya (tuh khan, jangan kuatir nggak ada yang appreciate terhadap
tulisan anda yang bagus....).

Kalau begitu, kita kembali ke topik diskusi ini.
Saya jadi pingin tahu, dimana sebenarnya korelasi antara 'ulah' AR
dengan dibakarnya 200 orang Kristen di Maluku bbrp hari terakhir ini?

Saya bisa membayangkan, betapa mengerikannya kejadian ini bagi
masyarakat setempat. Saya tahu persis situasi daerah ini, karena saya
pernah (beberapa kali) berada di Weda, Jailolo, Tobelo, Galela, dan
daerah selatannya lagi, Mafa, pada tahun 1995/96. Tidak ada jalan keluar
untuk menyelamatkan diri dari serbuan kelompok lain kecuali lewat laut
yang ombaknya cukup besar pada siang hari, sementara ketersediaan perahu
juga sangat terbatas. Pada saat itu, hubungan antar manusia di sana saya
rasakan sangat baik. Saling menyapa dan membantu tanpa perlu tahu atau
peduli siapa agamanya apa. Hal yang sama juga saya rasakan ketika
beberapa kali mengunjungi Ambon (terakhir akhir tahun 1996). Ada
pendapat nggak, kenapa antar mereka sendiri menjadi sedemikian
membencinya, sampai-sampai berani membunuh dan rela mengorbankan jiwa?

Seneng sekali kalau ada rekan-rekan lain yang ikutan kasih pandangan.

Salam,
Budi

PS: Oh ya, soal polling anda tsb nggak usahlah terlalu ditanggapi, nanti
malah ngrepoti. Kadang-kadang saja, untuk hal-hal ttn, saya selalu
ingat. Namun lebih banyak yang terlupakan.

Irwan Ariston Napitupulu wrote:

> iya, banyak juga ya....:)
> ntar kalau pendek2 lagi, kadang2 bisa ngga nyampe
> maksud saya sebenarnya. soalnya, saya ini khan
> punya kelemahan dalam menulis. saya masih sulit
> menyampaikan pemikiran dalam satu tulisan pendek.
> saya masih belajar untuk hal tersebut....:)
>
> syukurlah kalau kini anda sudah mengerti.
>
> Kalau anda merasa tidak mungkin melakukan satu hal pun
> yg mungkin bisa menolong rakyat kebanyakan, ya tampaknya
> anda ngga perlu melakukan apa2 untuk hal tersebut....
> tidak repot toh?...:)
>
> Proyek???
> Hehehehe......kalau proyek, nanti ada tendernya dong....:)
> Yang jelas, saya ngga bisa mengimpeach Amien Rais seorang
> diri, apalagi dari jauh sini. Yang bisa mengimpeach itu nantinya
> adalah rakyat kebanyakan yg bisa dilakukan dengan gerakan2
> seperti dulu menumbangkan Soeharto.
> Jatuhnya Soeharto jelas bukan karena saya meskipun saya
> suka nulis di milis ini. Jatuhnya Soeharto saya yakini karena
> adanya tekanan dari masyarakat yg begitu kuat karena
> mereka sudah sama2 menyadari bahwa keterpurukan
> perekonomian waktu itu salah satunya adalah karena Soeharto.
> Nah, untuk keterpurukan ekonomi yg sekarang, silahkan anda
> perhatikan dan bandingkan apa2 saja yg telah dilakukan oleh
> Gus Dur, dan apa2 saja yg malah dirusak oleh Amien Rais.
> Mudah2an sekarang rakyat bisa semakin melek lagi melihat
> peristiwa yg sebenarnya agar mereka tidak lagi ditipu dengan
> segala silat lidah yg dilakukan oleh Amien Rais atau pun
> kelompoknya.
>
> Berikut ini ada saya kutipkan satu komentar Wimar Witoelar
> [salah seorang yg juga menginginkan Amien Rais di impeach].
> Komentar ini baru saja beberapa menit yg lalu ditulis di milis
> [EMAIL PROTECTED]
>
> ----awal kutipan-----
> demokrasi bukan berarti kesempatan untuk jungkir balik
> boleh boleh saja tapi buan waktu dan mahal
>
> orang belajar bahasa bukan untuk ngomong ngawur
>
> kalau orang yang tidak mengerti demokrasi, boleh latihan jungkir balik
> tapi Ketua MPR, harusnya menggunakan demokrasi untuk maksud baik
>
> jangan seperti orang bodoh, dikasih motor
> dipakai untuk ngebut-ngebutan
> -----akhir kutipan-----
>
> Cepat atau lambat, gelombang ketidaksukaan akan
> tingkah laku Amien Rais akan naik kepermukaan.
> Pada saatnya yg tepat nanti, gerakan untuk meminta
> Amien Rais turun dari jabatan Ketua MPR akan datang
> juga. Sepintarnya orang menyimpan bangkai, bau
> busuknya akan tercium juga suatu saat.
>
> Baik2 saja. Bahkan saya perhatikan cukup representatif
> mewakili perkembangan kondisi tanah air. Dimana indeks IAN20
> ini melorot ketika terjadi keguncangan kestabilan politik
> beberapa bulan belakangan ini yg salah satu sebabnya
> tidak lain dan tidak bukan adalah karena komentar
> dan tingkah laku Amien Rais. Investor itu butuh kepastian,
> kepastian dalam bidang politik dan keamanan. Bila hal ini
> tidak bisa dicapai, siapa sih yg mau tanam duit di Indonesia?
> Jangankan melakukan investasi, lha untuk jadi turis saja
> sekarang wisatawan sudah mikir2 panjang karena takut
> keslamatan mereka tidak terjamin.
>
> akhirnya ada yg nanyain juga, kirain ngga ada yg tertarik
> akan hasil tersebut. Soalnya sudah lama saya diamkan,
> ngga ada yg nanyain....:)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke