In a message dated 6/20/00 4:27:09 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> Wow......, banyak amat ya komentarnya.....

iya, banyak juga ya....:)
ntar kalau pendek2 lagi, kadang2 bisa ngga nyampe
maksud saya sebenarnya. soalnya, saya ini khan
punya kelemahan dalam menulis. saya masih sulit
menyampaikan pemikiran dalam satu tulisan pendek.
saya masih belajar untuk hal tersebut....:)


>  Sayang, saya tidak sepandai anda untuk menyusun kata-kata sepanjang itu.
>  Namun saya mengerti jawaban anda terhadap 'ulah' AR selama ini,

syukurlah kalau kini anda sudah mengerti.


>  Saya kagum terhadap anda.
>  Saya sendiri merasa sangat-sangat tidak mungkin saat ini melakukan satu
>  saja dari yang anda lakukan tsb.

Kalau anda merasa tidak mungkin melakukan satu hal pun
yg mungkin bisa menolong rakyat kebanyakan, ya tampaknya
anda ngga perlu melakukan apa2 untuk hal tersebut....
tidak repot toh?...:)


>  Ngomong-omong, boleh tahu nggak, dengan cara apa dan bagaimana anda
>  melakukan semua itu? Sudah ada hasilnya nggak? Saya ingin sekali belajar
>  dari anda tentang hal ini (tentu saja terserah anda untuk ngajarinya).
>  Oh ya, satu pertanyaan lagi. Dengan cara bagaimana anda mau
>  meng-'impeach'-kan AR? Tentunya ini proyek besar sekali khan?

Proyek???
Hehehehe......kalau proyek, nanti ada tendernya dong....:)
Yang jelas, saya ngga bisa mengimpeach Amien Rais seorang
diri, apalagi dari jauh sini. Yang bisa mengimpeach itu nantinya
adalah rakyat kebanyakan yg bisa dilakukan dengan gerakan2
seperti dulu menumbangkan Soeharto.
Jatuhnya Soeharto jelas bukan karena saya meskipun saya
suka nulis di milis ini. Jatuhnya Soeharto saya yakini karena
adanya tekanan dari masyarakat yg begitu kuat karena
mereka sudah sama2 menyadari bahwa keterpurukan
perekonomian waktu itu salah satunya adalah karena Soeharto.
Nah, untuk keterpurukan ekonomi yg sekarang, silahkan anda
perhatikan dan bandingkan apa2 saja yg telah dilakukan oleh
Gus Dur, dan apa2 saja yg malah dirusak oleh Amien Rais.
Mudah2an sekarang rakyat bisa semakin melek lagi melihat
peristiwa yg sebenarnya agar mereka tidak lagi ditipu dengan
segala silat lidah yg dilakukan oleh Amien Rais atau pun
kelompoknya.

Berikut ini ada saya kutipkan satu komentar Wimar Witoelar
[salah seorang yg juga menginginkan Amien Rais di impeach].
Komentar ini baru saja beberapa menit yg lalu ditulis di milis
[EMAIL PROTECTED]

----awal kutipan-----
demokrasi bukan berarti kesempatan untuk jungkir balik
boleh boleh saja tapi buan waktu dan mahal

orang belajar bahasa bukan untuk ngomong ngawur

kalau orang yang tidak mengerti demokrasi, boleh latihan jungkir balik
tapi Ketua MPR, harusnya menggunakan demokrasi untuk maksud baik

jangan seperti orang bodoh, dikasih motor
dipakai untuk ngebut-ngebutan
-----akhir kutipan-----

Cepat atau lambat, gelombang ketidaksukaan akan
tingkah laku Amien Rais akan naik kepermukaan.
Pada saatnya yg tepat nanti, gerakan untuk meminta
Amien Rais turun dari jabatan Ketua MPR akan datang
juga. Sepintarnya orang menyimpan bangkai, bau
busuknya akan tercium juga suatu saat.

>  PS:
>  Saya dulu pernah secara terbuka menyatakan salut atas keberhasilan anda
>  membuat IAN20 (...?). Gimana khabarnya sekarang?

Baik2 saja. Bahkan saya perhatikan cukup representatif
mewakili perkembangan kondisi tanah air. Dimana indeks IAN20
ini melorot ketika terjadi keguncangan kestabilan politik
beberapa bulan belakangan ini yg salah satu sebabnya
tidak lain dan tidak bukan adalah karena komentar
dan tingkah laku Amien Rais. Investor itu butuh kepastian,
kepastian dalam bidang politik dan keamanan. Bila hal ini
tidak bisa dicapai, siapa sih yg mau tanam duit di Indonesia?
Jangankan melakukan investasi, lha untuk jadi turis saja
sekarang wisatawan sudah mikir2 panjang karena takut
keslamatan mereka tidak terjamin.

>  Anda dulu juga pernah menjanjikan akan mengeluarkan hasil polling
>  permias tanggal 10 April, sekarang khan sudah 2 bulan 10 hari lewat....

akhirnya ada yg nanyain juga, kirain ngga ada yg tertarik
akan hasil tersebut. Soalnya sudah lama saya diamkan,
ngga ada yg nanyain....:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke