Wow......, banyak amat ya komentarnya.....

Sayang, saya tidak sepandai anda untuk menyusun kata-kata sepanjang itu.
Namun saya mengerti jawaban anda terhadap 'ulah' AR selama ini, karena
anda ingin menyelamatkan bangsa Indonesia, ingin menyelamatkan nasib
rakyat kebanyakan, pro kepentingan nasional, pro terhadap
kebenaran, pro terhadap nasib bangsa, pro terhadap kepentingan
rakyat kebanyakan.

Mulia dan luhur sekali keinginan anda tsb. Saya kagum terhadap anda.
Saya sendiri merasa sangat-sangat tidak mungkin saat ini melakukan satu
saja dari yang anda lakukan tsb.

Ngomong-omong, boleh tahu nggak, dengan cara apa dan bagaimana anda
melakukan semua itu? Sudah ada hasilnya nggak? Saya ingin sekali belajar
dari anda tentang hal ini (tentu saja terserah anda untuk ngajarinya).

Oh ya, satu pertanyaan lagi. Dengan cara bagaimana anda mau
meng-'impeach'-kan AR? Tentunya ini proyek besar sekali khan?

Terima kasih ulasannya.

Salam,
Budi

PS:
Saya dulu pernah secara terbuka menyatakan salut atas keberhasilan anda
membuat IAN20 (...?). Gimana khabarnya sekarang?

Anda dulu juga pernah menjanjikan akan mengeluarkan hasil polling
permias tanggal 10 April, sekarang khan sudah 2 bulan 10 hari lewat....

Irwan Ariston Napitupulu wrote:

> soal posting provokasi di milis ini mah banyak, ngga cuma dari
> saya saja.....:)
> Apa anda mau minta klarifikasi pada setiap posting provokasi
> yg dikirim di milis ini?....:)
>
> Semua posting yg mengomentari atas diri seseorang bisa
> masuk kategori provokasi tergantung dari sudut mana
> kita membacanya. Pada waktu saya mengirim posting
> yg menyerang Soeharto dulu [walau sebelumnya saya
> sudah mencoba mengingatkan atas kebijakan/keputusannya
> yg membahayakan], saya bisa dikategorikan
> memprovokasi. Demikian juga waktu menulis atas
> Habibie [walau sebelumnya saya sudah meminta
> rekan2 di milis ini untuk memberi kesempatan padanya],
> posting tersebut pun bisa dibilang memprovokasi.
> Hal yang sama ketika saya menulis atas Gus Dur, Mega,
> Akbar Tandjung, dan juga Amien Rais, semuanya bisa
> dikategorikan memprovokasi.
>
> Cuma anehnya bagi saya, koq tulisan saya yg sering disorot
> itu yg negatif2nya saja. Waktu saya menulis hal2 positif
> atas mereka semua di atas, koq ngga pernah dihitung dan
> cenderung dilupakan ya......:)
>
> Siapa bilang?
> Kalau anda yg masih punya arsip atas posting2 di milis ini sejak
> tahun 1998, maka akan melihat bagaimana saat itu saya tidak
> pernah menyerang Amien Rais, bahkan mendukung perjuangannya.
> Hal ini dikarenakan saya akan mendukung segala upaya dari
> orang2 yg memperjuangkan kepentingan rakyat. Tapi bila sudah
> membahayakan nasib rakyat kebanyakan, nasib bangsa Indonesia,
> siapapun dia orangnya akan saya serang. Ngga peduli dia itu
> Soeharto, Habibie, atau pun Amien Rais. Dan saya sampai saat
> ini sangat konsisten menjalankan hal ini. Bagi saya yg perlu
> didukung bukan Soeharto, bukan Habibie, bukan Amien Rais,
> dan juga bukan Gus Dur atau pun Megawati. Tapi yang perlu
> didukung adalah nasib rakyat kebanyakan, nasib bangsa Indonesia.
> Ini yg menjadi landasan saya pada kebanyak posting2 saya di
> milis ini dan juga milis lain. Kepedulian saya hanya pada
> rakyat Indonesia, bukan orang per orang.
>
> Silahkan saja bagi mereka di milis ini untuk menjadi
> pengagum atau pun pendukung fanatik Amien Rais,
> pengaggum atau pendukung fanatik Gus Dur,
> pengagum atau pendukung fanatik Mega.
> Saya hanya mengingatkan saja, kalau kita sudah menjadi
> pengagum dan pendukung fanatik atas diri seseorang, hal tersebut
> akan menjadikan kita buta dan kurang awas nantinya atas
> kesalahan2 yg dibuat oleh orang tersebut dikemudian hari.
> Dikomentari sedikit tentang orang yg didukungnya, biasanya
> pendukung tersebut suka ngambek. Realisasi rasa ngambeknya
> ini bisa macam2, bisa dengan menyerang balik dengan berbagai
> cara, bisa pula dengan mengejek2 orang yg mengomentarinya tersebut.....:)
>
> Itulah sebabnya saya selalu menghindari untuk menjadi
> pendukung fanatik atas diri seseorang. Karena dengan menjadi
> pendukung fanatik ada diri seseorang, kita bisa kehilangan
> keobyektivitasan kita dalam melihat masalah. Tentunya,
> arti obyektif disini adalah membela kepentingan rakyat,
> kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau pun
> kelompok. Hal ini mengingat pada dasarnya, obyketivitas itu
> tidak ada. Tulisan2 saya jelas tidak obyketif karena memang
> tulisan2 saya isinya pro kepentingan nasional, pro terhadap
> kebenaran, pro terhadap nasib bangsa, pro terhadap kepentingan
> rakyat kebanyakan.
>
> Kejadian yg sama untuk kasus sebaliknya bagi orang2 yg suka
> demo atas Gus Dur. Banyak yg juga merupakan pendukung
> kelompok "Amien Rais".Lagi pula, demo2 di tanah air akhir2 ini sudah
> lebih mengarah sebagai mata pencaharian ketimbang perjuangan
> hati nurani. Ini pengamatan dan penilaian subyektif saya.
> Silahkan bila ada yg tidak setuju.
>
> Dan yang benci Gus Dur dan Mega pun semakin hari
> semakin tampak maksud dibalik sikapnya....:)
>
> Kalau saya anda kategorikan sebagai orang yg benci dengan
> Amien Rais, silahkan saja. Karena sampai tahap sekarang ini,
> memang saya sudah sampai pada kesimpulan bahwa Amien
> Rais harus diturunkan dari posisinya sebagai Ketua MPR
> mengingat dia sudah beberapa kali membahayakan nasib bangsa
> dan juga sudah ketahuan bahwa dia berjuang bukan untuk
> kepentingan nasib bangsa, tapi lebih kepada mencari
> popularitas pribadi maupun kepentingan kelompok.
> Kesimpulan yg saya ambil ini telah melalui proses yg tidak
> sebentar dan berdasarkan banyak kejadian yg sudah dia lakukan.
> Waktu dahulu, saya sudah beri banyak kesempatan pada Amien
> Rais untuk menunjukkan komitmennya pada perjuangan bangsa,
> tapi tampaknya janji2 yg dia berikan rupanya hanya isapan
> jempol belaka. Saya pun dulu juga pernah melakukan hal
> yg sama dengan memberi kesempatan kepada Soeharto maupun
> Habibie ketika menjabat sebagai presiden untuk memperbaiki
> diri dan menunjukkan komitmennya memperjuangkan nasib
> rakyat kebanyakan, tapi dari waktu yg diberikan tampaknya
> tidak dimanfaatkan dengan baik. Karenanya waktu dulu akhirnya
> saya sering membuat tulisan yg menyerang mereka, atau kalau
> mungkin mau disamakan seperti sekarang akan terdengar
> seperti "membenci" Soeharto maupun Habibie.
> Dari saya sendiri, tidak ada untungnya saya membenci mereka.
> Yang saya lakukan hanyalah sebagai wujud nyata dari kecintaan
> saya akan nasib rakyat kebanyakan. Kecintaan saya kepada
> nasib rakyat kebanyakan saya wujudkan dengan mencoba
> menghindarkan mereka dari tindakan2 tidak baik yg dapat
> membahayakan nasib rakyat kebanyakan itu bila Soeharto
> atau pun Habibie kalau itu masih terus berkuasa.
> Setelah mereka tidak lagi berkuasa, anda bisa lihat sendiri, apakah
> saya masih sering mengirim tulisan2 yg menyerang mereka di milis ini?
> Begitu pula dengan Amien Rais, kalau nanti sampai waktunya tiba
> Amien Rais berhasil diturunkan dari posisinya sebagai Ketua MPR,
> maka saya pun tidak berminat untuk mengirim tulisan2
> yg menyerang Amien Rais lagi ke milis ini.
> Inilah yg membedakan antara saya "membenci" Amien Rais
> dan saya yg mencintai nasib rakyat kebanyakan.
> Kalau saya benci Amien Rais, maka bila dia sudah nantinya
> sudah tidak menjadi ketua MPR lagi atau pun tidak menjabat
> sesuatu posisi yg bisa membahayakan rakyat kebanyakan,
> tentunya saya akan terus menyerang mereka. Ini yg tidak
> akan saya lakukan seperti juga tidak saya lakukan terhadap
> Soeharto atau pun Habibie karena memang pada dasarnya
> saya tidak berminat sama sekali untuk membenci pribadi seseorang.
> Semoga anda kini cukup jelas akan posisi saya.
>
> Tampaknya komentar ini datang dari pendukung fanatik AR....:)
> Bagi saya tidak masalah orang mau berkomentar apa saja
> tentang saya. Pro dan kontra terhadap suatu pendapat bagi saya
> wajar2 saja. Sayangnya, koq rekan tersebut tidak berani menulis
> langsung di milis ini atau pun berkomentar langsung ke saya...:)
> Ngomongin orang lain dibelakang orang tersebut, tampaknya
> asik juga kali ya....hehehehe....udah kayak lagi arisan aja
> suka ngomongin orang dibelakang......:)
>
> Antara saya dengan Amien Rais tidak ada apa2.
> Yang ada adalah saya merasa punya kepentingan
> untuk membela nasib rakyat kebanyakan. Sudah banyak
> kelakuan Amien Rais yg baik secara langsung atau pun
> tidak langsung telah berkali2 membahayakan nasib bangsa ini,
> nasib rakyat kebanyakan.  Beberapa kali komentarnya
> menurut penilaian saya sengaja dikeluarkan untuk mengganggu
> jalannya pemulihan ekonomi, mengganggu jalannya pemerintahan,
> mengganggu kestabilan politik dan keamanan Indonesia.
> Dan parahnya lagi, hal2 tersebut sering dilakukan dengan
> motivasi untuk kepentingan popularitas pribadi atau pun untuk
> kepentingan kelompok.
>
> Saya akui Gus Dur memang beberapa kali melakukan kesalahan2.
> Tapi sejauh pengamatan saya, kesalahan2 tersebut masih dalam
> taraf yg bisa ditolerir. Terlebih lagi, motivasi dari Gus Dur sampai
> saat ini saya lihat masih tetap mengacu pada kepentingan
> rakyat kebanyakan.
>
> Anda boleh berbeda pandangan dengan saya akan hal ini.
>
> Kalau memang anda menginginkan negara kita bisa menjadi
> lebih baik, maka dukunglah gerakan untuk meng IMPEACH
> Amien Rais dari posisinya sebagai ketua MPR.
>
> Kalau anda mau tahu apa yg menjadi alasan saya.
> Silahkan anda perhatikan perkembangan apa yg dilakukan
> oleh Amien Rais terhadap bangsa ini, sejak Oktober 1999,
> atau sejak terpilihnya presiden dan wakil presiden, saat pemerintahan
> baru terbentuk. Tapi kalau mau lebih enak lagi dan lebih lengkap,
> silahkan anda perhatikan apa2 saja yg telah dia lakukan atau
> ucapkan setelah pencoblosan pemilu tanggal 7 Juni 1999.
>
> Bukalah mata kita, bukalah pikiran kita. Jangan hal2 yg
> sifatnya sentimentil membuat kita sampai tidak mampu
> melihat akan apa yg sedang terjadi.
>
> Mudah2an pemaparan ini bisa menjelaskan kenapa akhirnya
> saya sampai pada kesimpulan agar Amien Rais perlu di IMPEACH
> dalam waktu dekat.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke