dalam surat terbuka tersebut saya ingin mencoba mengkritisi beberapa
pemikiran yg perlu diluruskan


----- Original Message -----
From: "an_lie" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, September 10, 2004 4:15 PM
Subject: [ppiindia] FW: Surat Terbuka Untuk Para Calon Presiden


>
> ---------------------------------------------------------------
> Surat Terbuka Untuk Para Calon Presiden
> Katakan 'Tidak' Pada Teror, Sekarang Juga!
> ---------------------------------------------------------------
>
> Surat ini ditulis oleh seorang warga negara dalam keadaan gelisah,
> gundah, kesal, namun tidak kehilangan arah. Beberapa jam yang lalu
> bom meledak di depan pagar Kedutaan Besar Australia, Jl. Rasuna
> Said, dan Menteri Polkam Ad Interim Hari Sabarno memberi pernyataan
> lewat media elektronik bahwa masyarakat harus waspada dan secepatnya
> melaporkan kepada pihak yang berwajib bila menyaksikan atau
> mendengar dan menerima sesuatu yang mencurigakan - Terima kasih Pak
> Hari, semoga Gusti memberkati kau senantiasa dan melindungi mereka-
> mereka yang memiliki kesadaran yang sama seperti dirimu.
>
> Tindakan-tindakan teroris yang sudah sering terjadi di negeri kita
> menuntut kita supaya melakukan perenungan yang lebih dalam. Mereka
> yang kita tangkap dan jadikan terdakwa, barangkali sekedar
> eksekutor. Mereka hanyalah "alat hidup" yang digunakan secara keji
> untuk mencapai suatu tujuan. Siapa yang menciptakan "mesin-mesin
> perusak ini", dan apa motif mereka?

HS: yang menciptakan mesin perusak tersebut adalah musuh2 Allah yang
berusaha ingin menggiring opini untuk membenci islam buktinya ketika ledakan
tersebut terjadi media2 dieropa khususnya inggris langsung menayangkan
aktivitas latihan laskar jihad dan FPI ini saja sudah bisa dijadikan
reference bahwa barat dan AS (dalam hal ini pemerintahnya) ingin langsung
menjudge bahwa dalang dibalik semua ini adalah ISLAM.ini pun merupakan modus
yang sering dipertontonkan untuk mengembangkan wacana stigmatisasi terhadap
islam.
>
>  1.  Amrozi, Ali Imron, Imam Samudera dan lain-lain bukanlah
> kelahiran kemarin dulu, kemudian langsung menerima pelajaran untuk
> membuat bom dan kemarin meledakannya. Orang-orang ini diciptakan
> sejak puluhan tahun yang lalu. Dan yang menciptakan mereka adalah
> individu-individu yang masih berkeliaran bebas. Namun individu-
> individu ini tidak bekerja sendiri. Mereka menggunakan suatu sistem
> untuk menciptakan zombie-zombie seperti Amrozi dan kawan-kawan.
>
>  2.  Sistem yang mereka gunakan adalah pendidikan yang diberikan
> sejak usia kecil. Orang-orang seperti Amrozi sejak kecil diajar
> untuk membenci. Sayangnya pendidikan seperti itu, sistem seperti itu
> masih berlangsung hingga saat ini. Sementara satu Amrozi belum dapat
> kita selesaikan, ribuan Amrozi sedang dicetak di seluruh pelosok
> Nusantara. Hanya beberapa hari yang lalu, seorang wartawan di Bali
> menuturkan pengalamannya yang sangat mengejutkan - bagi dia dan
> tentu bagi saya. Wartawan perempuan ini sudah tinggal di Bali sejak
> lama bersama suaminya - dua-duanya beragama Islam dan keduanya tidak
> bermasalah sama sekali dengan tetangga atau lingkungan. Kemudian
> lahirlah anak mereka yang sekarang duduk di TK. Pada suatu hari anak
> ini baru pulang dari sekolah dan memberi tahu ibunya bahwa dia tidak
> boleh bermain dengan anak-anak di sekitarnya, karena "mereka adalah
> pemakan babi dan kafir".

HS: ana melihat ini sebagai upaya anand untuk mendiskreditkan islam justru
mainstream pendidikan selama ini yang menyebabkan terpuruknya bangsa adalah
akibat diterapkannya kurikulum yang berbasis sekularisme-kapitalisme
sehingga melahirkan pribadi2 yang pragmatis, padahal jika anand ingin
objektif melihat sebuah masalah maka lihatlah ide-ide yg terkandung dalam
islam bukan hanya karena beberapa oknum muslim lantas ini menjadi analogi yg
general untuk menghasut dalam rangka pembusukan nilai-nilai islami.
>
>  3.  Pendidikan seperti ini diberikan tidak hanya oleh para ustad
> dari satu agama tertentu, tetapi barangkali juga oleh guru-guru
> agama yang lainnya.

HS: pendidikan yang lebih berbahaya adalah jika para orientalis-misionaris
mengintervensi kurikulum termasuk regulasi pendidikan nasional, dari point
pertama saja ana sudah melihat upaya anand yang dilihat secara sekilas
memang ingin mengadakan konstruksi tapi jika dilihat lebih dalam dengan
mengelaborasi setiap pernyataan beliau ternyata secara tidak langsung anand
ingin menghakimi islam sebagai problem maker atas berbagai problematika yang
muncul yang memang bersinambung.
>
>  4.  Untuk membenarkan sistem pendidikan seperti ini, ada fatwa-
> fatwa yang sering digunakan sebagai dalih. Misalnya salah satu fatwa
> dari MUI yang melarang umat Islam untuk mengucapkan "Selamat Natal"
> kepada umat nasrani. Ada pula fatwa yang melarang umat Islam untuk
> menjawab salam yang diucapkan oleh orang yang beragama lain, bila
> salam itu dalam bahasa arab "Assalamu alaikum". Fatwa tersebut entah
> apa maksudnya, entah siapa yang menciptakannya, dan bila orangnya
> sudah meninggal semoga arwahnya diampuni oleh Sang Gusti, karena ia
> dalam ketidaksadarannya telah menamam benih kebencian dalam jiwa
> manusia Indonesia yang polos, lugu, dan sopan. Pemerintah harus
> secara tegas meminta kepada MUI dan majelis-majelis agama lainnya
> yang mungkin juga memiliki fatwa-fatwa serupa untuk membatalkan
> fatwa-fatwa itu yang jelas tidak selaras dengan jiwa dan budaya
> Indonesia.

HS: perlu anand krisna ketahui dengan jelas bahwa islam sangat menghargai
nilai-nilai persaudaraan bahkan Nabi SAW membolehkan seorang muslim saling
memberikan hadiah kepada non muslim namun perlu anand ketahui bahwa ada
ranah yang khususan bahwa jika persaudaraan tersebut adalah berniat untuk
mereduksi nilai/ajaran islam dengan mengeliminir nilai2 dalil yang termaktub
dalam quran dan sunnah maka saya kira itu merupakan cara2 yang tidak elegan,
dan perlu anand ketahui bahwa dalam islam tidak memerlukan fatwa ulama untuk
menerapkan hukum aturan Allah semisal zina dari dulu sampai kini akan tetap
haram dan tidak perlu adanya fatwa ulama pun akan tetap haram nilai
perbuatannya.
>
>  5.  Salah satu contoh terdekat yang melintas di benak saya adalah
> kasus Irene Handono yang mengaku pernah menjadi biarawati dan
> sekarang menjelek-jelekkan agama yang pernah dipeluk sebelumnya dan
> menyebarluaskan kebencian di antara umat Islam terhadap umat-umat
> beragama lain, khususnya Nasrani.

HS: apakah anand tidak sadar bahwa dia juga sedang men-judge bahwa islam
merupakan trouble maker dari sebuah bencana/tragedi yang terjadi, tidak
tepat jika anand mengatakan menjelek-jelekan dan menebar kebencian justru
seharusnya anand bisa membedakan antara menghakimi pemikiran dengan
menyerang subjek/person. apakah anand sadar dengan tulisannya ini juga
menyiratkan kebenciannya terhadap kaum muslim, namun ana berharap semoga
anand bisa membuka indera dan cakrawalanya untuk membedakan antara umat
islam dengan islam, justru keterbelakangan umat islam pada saat ini adalah
akibat umat islam tidak berpegang teguh pada nash2 syariah, jika anand
melihat masalah secara objektif maka ana berharap anand akan mengalami
perubahan posisi pemikiran.

>
>  6.  Menurut pengamatan saya para ekstremis seperti Amrozi sering
> kali digunakan, dengan menggunakan dalih agama, untuk tujuan-tujuan
> yang sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan agama. Sebab itu orang-
> orang yang sangat ambisius, ingin mendapatkan kekuasaan dengan cara
> apapun - yang barangkali juga ada di sekitar saudara-saudara calon
> presiden dan calon wakil presiden yang saya cintai - mereka harus
> segera diperiksa.

HS: mereka diperalat oleh para kaki tangan kapitalisme untuk melanggengkan
hegemoninya untuk mencengkeram lebih dalam dan jauh kepada negeri2 islam
apalagi indonesia yang secara geopolitik memiliki keunggulan politis.justru
amrozi diperalat untuk tujuan2 agama yaitu menstigma islam yang telah
dinodai oleh perilaku umatnya yg menyimpang dari ajarannya yang agung.

>
>  7.  Kenapa seorang pejabat tinggi merasa berkepentingan untuk
> mendatangi seorang terdakwa dalam kasus terorisme di rumah
> tahanannya? Apakah ia bersikap serupa terhadap semua terdakwa dalam
> kasus apapun?

HS: terorisme yang dipahami kontemporer adalah mereka yang menyerang dan
mengganggu kepentingan kapitalisme namun jika islam yg dibombardir maka
mereka semua termasuk PBB hanya bisa berdiam diri bahkan membisu didepan
veto negara2 kapitalis.
>
>  8.  Dengan segala hormat, saya juga mengharapkan bahwa saudara-
> saudara Capres dan Cawapres agar sunguh berhati-hati dalam
> memperoleh dukungan dari partai-partai politik lain. Misalnya,
> partai-partai yang masih memperjuangkan syariat agama sebagai dasar
> hukum - jelas menantang konsensus nasional yang sudah dicapai saat
> kita memproklamasikan negara kita. Para penantang konsensus itu
> harus dibuat sadar bahwa cerita yang mereka ungkit kembali saat ini
> sudah selesai di saat kita menerima Pancasila sebagai dasar untuk
> mempersatukan negara dan bangsa. Lebih dari itu, dari pengalaman
> saya pribadi, seorang anggota dari salah satu partai politik yang
> sekarang mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres pernah
> menyatakan secara implisit bahwa orang yang berseberangan pendapat
> dengan dirinya harus dihukum  mati. Pernyataan itu dilaporkan oleh
> media cetak yang mencantumkan nama salah seorang menteri sebagai
> pembinanya. Apabila kita masih ingin memperoleh dukungan dari partai
> tersebut, hendaknya kita dapat menjelaskan terlebih dahulu pandangan
> kebangsaan kita - di mana perbedaan itu tidak selalu diselesaikan
> dengan mengeluarkan fatwa maut.

HS: dari pertanyaan ini ana melihat kedangkalan cakrawala anand padahal pada
saat daulah khilafah berdiri dimana disitu diterapkan hukum islam secara
paripurna maka umat non muslim mendapatkan perlindungan nilai-nilai
kemanusiaan, anand jangan mengambil referensi dari para orientalis cobalah
belajar tarikh kepada sumber ajarannya tersebut bukan kepada sumber yang
memang sedari awal sudah memiliki benih kebencian terhadap islam.
>
>  9.  Ketika Bali dibom, saya pernah menyampaikan seruan kepada warga
> Bali lewat media elektronik dan cetak bahwa Amrozi dan kawan-kawan
> adalah korban dari salah satu sistem yang keliru, suatu pandangan
> yang sesat, mereka harus disadarkan, harus dimaafkan. Sekarang saya
> mengubah pernyataan itu: "Siapa pun yang menjadi presiden dan
> menjadi wakil presiden harus memiliki political will yang kuat untuk
> segera dalam 24 jam sejak ia disumpah menjadi presiden untuk
> mengeluarkan undang-undang ataupun landasan hukum lain yang dapat
> menjatuhkan hukuman mati terhadap para terdakwa yang sudah terbukti
> bersalah. Shock therapy ini dibutuhkan sehingga "Amrozi-Amrozi lain"
> yang masih berkeliaran di luar mendapatkan pesan yang jelas bahwa
> kita serius melawan terorisme.
>
> Fanatisme terjadi dalam semua agama.
>
> Teriakan-teriakan di TV oleh para ulama Kristen yang merasa
> Kebenaran hanya ada dalam agama mereka, harus juga dihentikan.
> Masyarakat Hindu di Bali sudah mulai memikirkan barikade untuk
> melawan terorisme. Barikade seperti ini, ada baiknya - tetapi ada
> jeleknya juga. Sebab, kita bisa terpecah-belah. Negara Kesatuan
> Republik Indonesia bisa menjadi catatan sejarah saja. Saudara-
> saudaraku yang kucintai apakah ini yang kita inginkan?

HS: justru terpecah belahnya umat adalah akibat produk kapitalisme yg
dijajakan oleh AS dan barat mereka melempar isu nasionalisme untuk memecah
belah kesatuan negeri2 islam bahkan pernyataan anand diatas justru adalh
salah satu penyebab keretakan bangsa. nilai2 pragmatisme yang selama ini
dijadikan perekat kesatuan ternyata hanya menuai kegagalan bandingkan dengan
negara khilafah yang mampu menyatukan umat dari semenanjung afrika, eropa
hingga asia.
>
> Siapa pun yang terpilih menjadi presiden saya mengharapkan kerja
> sama yang baik antara Soesilo Bambang Yudhoyono dan Megawati
> Soekarnoputri. Dua-duanya adalah aset nasional. Wiranto, Abdurachman
> Wahid, Nurcholis Madjid (semoga segera sembuh), Emha Ainun Nadjib,
> dan mereka-mereka yang memiliki wawasan kebangsaan harus duduk dan
> bekerja bersama. Bangsa ini tidak boleh dipimpin oleh orang-orang
> yang selain agama, ingin mengimpor budaya asing, entah budaya itu
> berasal dari Timur Tengah, India, Cina, Barat atau mana saja.

HS: kita harus memilih pemimpin yang bukan kaki tangan/agen kapitalisme yang
merupakan corong strategis bagi pengembangan demokratisasi yang telah
melegalkan berbagai tindak norma asusila.yang hanya menghasilkan kemiskinan,
kebodohan dan keterbelakangan. kita harus memilih pemimpin yang akan
membersihkan sampah kapitalisme besserta derivatnya
>
>
> Para pemimpin dan siapapun yang masih sadar, marilah kita sama-sama
> mengutuk dan mengatakan "tidak, tidak, tidak" terhadap terorisme dan
> upaya-upaya picik dari orang-orang atau kelompok manapun, yang
> mengklaim sebagai pemilik tunggal kebenaran. Terorisme akan mencapai
> tujuannya, bila kita hanya berdiam diri dan membiarkan rasa takut
> menggerogoti jiwa bangsa ini. Ingatlah bahwa terorisme berakar dari
> pikiran. Dengan secara lantang mengutuk tindakan itu, kita  akan
> menutup ruang gerak "pikiran tentang teror" untuk tumbuh dan
> berkembang. Bicaralah sekarang, sebelum ia menjadi pohon raksasa
> yang kelak akan sangat sulit kau tebang.
>
> Dengan menulis surat ini dan menjadikannya surat terbuka, saya
> menyadari telah mengambil resiko menjadi sasaran para teroris,
> pendukung, serta allies mereka. Resiko ini saya ambil dengan penuh
> kesadaran - biarlah setiap tetes darahku tertumpahkan bagi Ibu
> Pertiwi. Aku takkan mati, tak bisa mati. Air tidak dapat
> melarutkanku, api tidak dapat membakarku, pedang tidak dapat
> menyayatku - aku akan menjelma kembali untuk mempersembahkan nyawa
> dan ragaku di atas altar Ibu Pertiwi. Aku takkan berhenti berkarya
> sampai tujuanku tercapai - Indonesia Satu.

HS: seandainya matahari diletakan ditangan kananku dan rembulan ditangan
kiriki sesungguhnya aku tidak akan berhenti dari jalan ini (dakwah) atau aku
binasa dijalannya

>
> Ibu Megawati yang sangat kuhormati. Atas nama Bapak kita, Bung Karno
> yang bagiku tidak kurang dari seorang nabi - hindari pengaruh yang
> justru menjatuhkan citramu - walau pengaruh itu datang dari orang
> yang paling dekat denganmu.
>
> Saudaraku Soesilo Bambang Yudhoyono - komitmenmu terhadap kebangsaan
> harus kau pegang erat. Siapapun yang mendukungmu bila tidak memiliki
> komitmen yang sama tidak boleh duduk bersamamu. Jagalah terus hal
> ini.

HS: anand krisna menyamakan nabi dengan sukarno padahal nabi adalah al
ma'sum sedangkan kemelaratan, kebodohan juga penghianatan khususnya thd
rakyat aceh adalah merupakan buah pikiran sukarno yang merupakan akademisi
yang secara sengaja ditanam oleh barat penjajah untuk melanggengkan
cengkeramnanya setelah mereka menghentikan invasi secara fisik namun invasi
budaya dan politik yang disemai oleh agen penjajah akan terus tumbuh dan
hanya dengan ditegakannya daulah khilafah maka benih tersebut akan mengalami
kebianasaan.
>
> Sembah sujudku pada Ibu Pertiwi - Bende Mataram!

HS: ya Allah hamba berlindung dari para perusak bumiMu ini hamba hanya
mendamba untuk bertemu dengan wajahMu kelak
>
> Salam Indonesia ,
> Anand Krishna
>
> CC:
> -         Hasyim Muzadi
> -         Jusuf Kalla
> -         Abdurrahman Wahid
> -         Wiranto
> -         Emha Ainun Nadjib
> -         Nurcholis Madjid
> -         Da'i Bachtiar (Kapolri)
> -         Endriartono Sutarto (Panglima TNI)
> -         I Made Mangku Pastika (Kapolda Bali)
> -         Komaruddin Hidayat (Ketua Panwaslu Pusat)
> -         Prof. Dr. Nasaruddin Umar (UIN)
> -         Media Massa

HS: adakah diantara mereka ini yang ikhlas untuk menerapkan syariah atau
justru mereka hanyalah orang2 yang belum tahu sehingga keliaran akal dan
sikap sok intelek senantiasa membelenggu jiwa mereka padahal bagi Allah
manusia ini hanyalah setetes air dari luasnya samudera
>
> Surat Terbuka juga bisa dibaca dari link dibawah ini:
> http://www.anandkrishna.org/english/archives.php?
> isi=archive/2004/09_sur
> atterbuka.lbi
>
>
>
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke