Sdr/i Hemawan & Leni,

Saya pribadi minta maaf apabila surat terbuka ini justru membuat 
salah paham antara anda berdua dan P.Anand.

karena saya sendiri sudah baca surat ini berkali-kali, dan saya 
TIDAK menemukan satu kalimat pun dari isi surat ini yang 
mendiskreditkan AGAMA ISLAM.

percaya atau tidak, memang saat ini di Indonesia ada sistem 
pendidikan yang menanamkan benih2 kebencian seperti yang disebutkan 
dalam surat terbuka tersebut. dan ini BUKANLAH ajaran AGAMA... 
sebagaimana yang ditangkap oleh anda berdua, melainkan perbuatan 
orang-orang picik (oknum) demi kepentingan diri pribadi dengan 
mengatasnamakan AGAMA.

dan yang sangat memprihatinkan adalah, mayoritas masyarakat di 
Indonesia sangat rendah kesadaranya sehingga sangat mudah dihasut 
oleh para oknum dengan mengatasnamakan AGAMA dan juga RAS 
(sebagaimana yang pernah terjadi pada wkt kerusuhan Mei 1998).

suka atau tidak, hal-hal seperti ini memang harus diungkapkan, 
walaupun tidak enak di dengar, karena mereka2 ini mengatasnamakan 
AGAMA yang kebetulan kita anut.

saya pribadi percaya bahwa setiap agama dan kepercayaan di muka bumi 
ini adalah baik adanya. dan wajib di hargai dan dilindungi 
sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 29.

khusus mengenai Irene Handono, saya pernah menonton VCDnya beserta 
sekitar 100-an org yg terdiri dari mahasiswa UIN Jakarta, Atma Jaya, 
dan beberapa universtitas lainnya, dan kalangan profesional. dari 
berbagai latar belakang agama, suku, dan ras.

tak satu pun dari mereka yang setuju dengan apa yang dilakukan oleh 
Irene Handono. karena dalam VCD tsb, Irene menghasut umat Islam 
untuk membenci Umat Nasrani, hanya karena sebuah buku yang ditulis 
oleh orang asing (maaf saya lupa namanya). 
dan kami semua membubuhkan tanda tangan yang dijadikan lampiran 
dalam surat protes kami kepada Irene. surat tersebut juga kita 
kirimkan ke para pejabat terkait di negeri tercinta ini.

jika anda tidak percaya boleh cari VCDnya di kaki-lima, di glodok, 
karena VCDnya diproduksi secara massal. beberapa dari teman2 saya 
bahkan menerima VCD tsb dari rumah ke rumah. (hal ini terjadi 
sebelum kami mengirim surat protes, tidak tahu keadaan sekarang)
kami sangat prihatin akan aksi2 seperti ini, karena akibatnya 
sungguh amat buruk bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
ada satu contoh office boy teman saya yang menonton film ini lgs 
bereaksi keras dan mengajak atasannya (kebetulan teman saya) dengan 
statement "Bos, kita bakar saja gereja-gereja!"
selidik punya selidik ternyata dia baru saja nonton VCD Irene.

saya percaya siapa pun kita, entah pribumi, entah keturunan, entah 
Islam, entah Kristen, entah Buddha, entah Hindu, entah apapun 
kepercayaan kita. pasti tidak setuju dengan aksi2 memecah belah dan 
saling menghasut satu sama lain yang bisa mengakibatkan jatuhnya 
korban2 tak bersalah.

karena kita yang bisa mengakses internet ini mestinya adalah 
kalangan berpendidikan. yang berwawasan cukup luas karena sering 
membaca dan melihat hal2 secara universal. internet ini adalah dunia 
yang universal bukan?

mengenai statement p.Anand yang menganggap Bung Karno tidak kurang 
dari seorang Nabi. rasanya tidak perlu diperdebatkan bukan? siapakah 
kita sehingga berhak mengintervensi dan menghakimi kepercayaan dan 
keyakinan orang lain terhadap Tuhan? bagi beliau wajah Allah ada di 
barat, di timur dan di mana-mana. apa salahnya jika beliau melihat 
wajah Allah pada Bung Karno yang berjiwa besar? toh keyakinan beliau 
tidak mencelakakan dan merugikan orang lain.

jika kita pernah membaca karya tulis dan pidato2 Bung Karno, memang 
isinya luar biasa, bagi seorang Soekarno muda pada jaman perjuangan 
dulu. bisa menghasilkan karya-karya sehebat itu. pastilah dia 
seseorang yang berjiwa besar. 
baiklah sebaiknya kita tidak berpolemik mengenai hal ini, karena 
saya pribadi percaya bahwa hubungan pribadi seseorang dengan Tuhan 
bukanlah urusanku.


saya pribadi justru sangat mengagumi P.Anand atas keberanianya dalam 
membuat surat terbuka ini, dia mengingatkan saya akan seorang Munir, 
yang berani melawan segala bentuk kekerasan, tanpa memperdulikan 
keselamatannya sendiri.

karena dengan surat terbuka ini beliau secara tidak langsung telah 
mengangkat bendera perang terhadap Teroris beserta para pendukungnya.

semoga beliau senantiasa mendapat perlindungan dariNya. karena 
Indonesia saat ini sangat membutuhkan manusia-manusia yang berjiwa 
besar seperti beliau dan alm.Munir.

saya minta maaf apabila surat ini dan surat terbuka p.anand 
menyinggung perasaan anda dan para netters lainnya. karena tidak ada 
maksud dari saya untuk itu.
khusus utk Leni, jangan bersedih, sampai detik ini pun p.anand tidak 
pernah bermasalah dengan agama Islam maupun agama lainnya, hal ini 
juga bisa terlihat dari banyaknya teman2 muslim dan non muslim yang 
bisa duduk, diskusi, bernyanyi dan menari bersama beliau. :p


Salam Indonesia,
Antono



 











--- In [EMAIL PROTECTED], "Leni Harahap" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Saya sedih sekali membaca surat terbuka ini.... karena ditulis 
oleh salah
> satu orang yang sanagt saya hormati.... rasanya ada yang ingin saya
> komentari (maaf saya tidak pandai mengurai kata) tapi inilah 
pendapat saya :
> 
>   Saya baru mempelajari ISLAM secara serius empat tahun yang lalu 
dan
> mengikrarkan diri KEMBALI ISLAM baru dekitar SATU SETENGAN TAHUN 
yang lalu
> 
>   > ---------------------------------------------------------------
>   > Surat Terbuka Untuk Para Calon Presiden
>   > Katakan 'Tidak' Pada Teror, Sekarang Juga!
>   > ---------------------------------------------------------------
>   >
>   >  2.  Sistem yang mereka gunakan adalah pendidikan yang 
diberikan
>   > sejak usia kecil. Orang-orang seperti Amrozi sejak kecil diajar
>   > untuk membenci. Sayangnya pendidikan seperti itu, sistem 
seperti itu
>   > masih berlangsung hingga saat ini. Sementara satu Amrozi belum 
dapat
>   > kita selesaikan, ribuan Amrozi sedang dicetak di seluruh 
pelosok
>   > Nusantara. Hanya beberapa hari yang lalu, seorang wartawan di 
Bali
>   > menuturkan pengalamannya yang sangat mengejutkan - bagi dia dan
>   > tentu bagi saya. Wartawan perempuan ini sudah tinggal di Bali 
sejak
>   > lama bersama suaminya - dua-duanya beragama Islam dan keduanya 
tidak
>   > bermasalah sama sekali dengan tetangga atau lingkungan. 
Kemudian
>   > lahirlah anak mereka yang sekarang duduk di TK. Pada suatu 
hari anak
>   > ini baru pulang dari sekolah dan memberi tahu ibunya bahwa dia 
tidak
>   > boleh bermain dengan anak-anak di sekitarnya, karena "mereka 
adalah
>   > pemakan babi dan kafir".
>   >
>   LH : Sangat disayangkan kejahatan yang dilakukan AMROZI 
dikait2kan dengan
> agama padahal tidak saya lihat agama ISLAM mengajarkan satu bentuk 
kekerasan
> apalagi penyerangan...Sangat disayangkan pula contoh yang beliau 
ambil suatu
> kehidupan dalam ISLAM yang mungkin saja hanya OKNUM tertentu.
> 
> 
>   >  4.  Untuk membenarkan sistem pendidikan seperti ini, ada 
fatwa-
>   > fatwa yang sering digunakan sebagai dalih. Misalnya salah satu 
fatwa
>   > dari MUI yang melarang umat Islam untuk mengucapkan "Selamat 
Natal"
>   > kepada umat nasrani. Ada pula fatwa yang melarang umat Islam 
untuk
>   > menjawab salam yang diucapkan oleh orang yang beragama lain, 
bila
>   > salam itu dalam bahasa arab "Assalamu alaikum". Fatwa tersebut 
entah
>   > apa maksudnya, entah siapa yang menciptakannya, dan bila 
orangnya
>   > sudah meninggal semoga arwahnya diampuni oleh Sang Gusti, 
karena ia
>   > dalam ketidaksadarannya telah menamam benih kebencian dalam 
jiwa
>   > manusia Indonesia yang polos, lugu, dan sopan. Pemerintah harus
>   > secara tegas meminta kepada MUI dan majelis-majelis agama 
lainnya
>   > yang mungkin juga memiliki fatwa-fatwa serupa untuk membatalkan
>   > fatwa-fatwa itu yang jelas tidak selaras dengan jiwa dan budaya
>   > Indonesia.
> 
>   LH  :  ISLAM yang saya kenal baik dari keluarga besar saya yang 
memang
> bercampur maupun dari lingkungan bahkan dari teman2 saya diluar 
negeri
> adalah agama yang mengajak pada PERDAMAIAN... Pada hal2 yang 
bersifat akidah
> hal tersebut dilarang dlam artian tertentu, yaitu menghindari 
kemunafikan
> 
> 
>   >  5.  Salah satu contoh terdekat yang melintas di benak saya 
adalah
>   > kasus Irene Handono yang mengaku pernah menjadi biarawati dan
>   > sekarang menjelek-jelekkan agama yang pernah dipeluk 
sebelumnya dan
>   > menyebarluaskan kebencian di antara umat Islam terhadap umat-
umat
>   > beragama lain, khususnya Nasrani.
> 
>   LH  :  Saya tidak begitu kenal Irene Handono tapi saya tahu ada 
beberapa
> mantan Muslim di GEREJA yang juga mengaku Haji dan sebagainya tapi 
ternyata
> bukan siapa2..tapi di kukuhkan sebagai teladan.. Bahkan isu yang 
dihidupkan
> Irene Handono mengenai beberapa PROYEK seperti JOSEPH dsbnya 
adalah benar
> adanya karena saya berada didalamnya... Apa yang dia mungkin coba 
sampaikan
> adalah KEHATI2AN dengan memberikan referensi ayat2 dari INJIL 
sebagai bahan
> pembuktian pendapatnya karena menurut beliau dia sebelumnya adalah 
seorang
> biarawati...Tapi sekali saya mengikuti acara beliau apa yang beliau
> sampaikan adalah benar adanya.. saya tidak tahu dipertemuan2 
lainnya....Tapi
> rasanya bisa segera klarifikasi kepada yang bersangkutan karena 
setahu saya
> dia mudah dihubungi...
> 
>   >  9.  Ketika Bali dibom, saya pernah menyampaikan seruan kepada 
warga
>   > Bali lewat media elektronik dan cetak bahwa Amrozi dan kawan-
kawan
>   > adalah korban dari salah satu sistem yang keliru, suatu 
pandangan
>   > yang sesat, mereka harus disadarkan, harus dimaafkan. Sekarang 
saya
>   > mengubah pernyataan itu: "Siapa pun yang menjadi presiden dan
>   > menjadi wakil presiden harus memiliki political will yang kuat 
untuk
>   > segera dalam 24 jam sejak ia disumpah menjadi presiden untuk
>   > mengeluarkan undang-undang ataupun landasan hukum lain yang 
dapat
>   > menjatuhkan hukuman mati terhadap para terdakwa yang sudah 
terbukti
>   > bersalah. Shock therapy ini dibutuhkan sehingga "Amrozi-Amrozi 
lain"
>   > yang masih berkeliaran di luar mendapatkan pesan yang jelas 
bahwa
>   > kita serius melawan terorisme.
> 
>   LH  :  political will memang harus diterapkan tapi dengan cara 
dan upaya
> yang adil, arif dan bijaksana. Praduga tak bersalah harus tetap 
dijalankan
> tanpa bermaksud melindungi atau membela salah satu pihak...
> 
>   >
>   > Fanatisme terjadi dalam semua agama.
>   >
>   > Teriakan-teriakan di TV oleh para ulama Kristen yang merasa
>   > Kebenaran hanya ada dalam agama mereka, harus juga dihentikan.
>   > Masyarakat Hindu di Bali sudah mulai memikirkan barikade untuk
>   > melawan terorisme. Barikade seperti ini, ada baiknya - tetapi 
ada
>   > jeleknya juga. Sebab, kita bisa terpecah-belah. Negara Kesatuan
>   > Republik Indonesia bisa menjadi catatan sejarah saja. Saudara-
>   > saudaraku yang kucintai apakah ini yang kita inginkan?
>   >
>   > Siapa pun yang terpilih menjadi presiden saya mengharapkan 
kerja
>   > sama yang baik antara Soesilo Bambang Yudhoyono dan Megawati
>   > Soekarnoputri. Dua-duanya adalah aset nasional. Wiranto, 
Abdurachman
>   > Wahid, Nurcholis Madjid (semoga segera sembuh), Emha Ainun 
Nadjib,
>   > dan mereka-mereka yang memiliki wawasan kebangsaan harus duduk 
dan
>   > bekerja bersama. Bangsa ini tidak boleh dipimpin oleh orang-
orang
>   > yang selain agama, ingin mengimpor budaya asing, entah budaya 
itu
>   > berasal dari Timur Tengah, India, Cina, Barat atau mana saja.
>   >
> 
>   LH  :  Sedikit heran mengapa  Amien Rais tidak disebutkan oleh 
beliau
> padahal Pak Amien juga salah satu pembaharu kebangsaan yang cukup 
punya
> andil pada negeri ini... mungkin beliau lupa kali...tapi apakah 
ketika
> dingatkan, apakah beliau akan menyebutkannya ? Saya jadi punya 
pransangka
> buruk, bukankah ini juga bentuk fanatisme ? Mudah2an saya salah...
> 
>   >
>   > Para pemimpin dan siapapun yang masih sadar, marilah kita sama-
sama
>   > mengutuk dan mengatakan "tidak, tidak, tidak" terhadap 
terorisme dan
>   > upaya-upaya picik dari orang-orang atau kelompok manapun, yang
>   > mengklaim sebagai pemilik tunggal kebenaran. Terorisme akan 
mencapai
>   > tujuannya, bila kita hanya berdiam diri dan membiarkan rasa 
takut
>   > menggerogoti jiwa bangsa ini. Ingatlah bahwa terorisme berakar 
dari
>   > pikiran. Dengan secara lantang mengutuk tindakan itu, kita  
akan
>   > menutup ruang gerak "pikiran tentang teror" untuk tumbuh dan
>   > berkembang. Bicaralah sekarang, sebelum ia menjadi pohon 
raksasa
>   > yang kelak akan sangat sulit kau tebang.
> 
>   LH  :  Setuju sekali....Karena kebenaran cuma milik Tuhan Yang 
Maha Esa,
> Maha Tunggal, bukan selainnya atau sekutunya dalam bentuk apapun 
karena tak
> ada yang dapat setara denganNya.. Marilah mencarinya secara adil, 
arif dan
> bijaksana...
> 
> 
>   > Ibu Megawati yang sangat kuhormati. Atas nama Bapak kita, Bung 
Karno
>   > yang bagiku tidak kurang dari seorang nabi - hindari pengaruh 
yang
>   > justru menjatuhkan citramu - walau pengaruh itu datang dari 
orang
>   > yang paling dekat denganmu.
> 
>   LH  :  Saya rasa yang berhak mengangkat manusia menjadi nabi itu 
cuma
> TUHAN, Apakah Pak Anand merasa seperti Tuhan atau ingin 
meyetarakan diri
> dengan Tuhan? Apakah ini pemikiran yang benar, arif dan bijaksana ?
> 
> 
>   > Saudaraku Soesilo Bambang Yudhoyono - komitmenmu terhadap 
kebangsaan
>   > harus kau pegang erat. Siapapun yang mendukungmu bila tidak 
memiliki
>   > komitmen yang sama tidak boleh duduk bersamamu. Jagalah terus 
hal
>   > ini.
>   >
>   LH  :  Setuju



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke