----- Original Message ----- From: "an_lie" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, September 12, 2004 11:29 AM Subject: [ppiindia] Re: FW: Surat Terbuka Untuk Para Calon Presiden
> Sdr/i Hemawan & Leni, > > Saya pribadi minta maaf apabila surat terbuka ini justru membuat > salah paham antara anda berdua dan P.Anand. > > karena saya sendiri sudah baca surat ini berkali-kali, dan saya > TIDAK menemukan satu kalimat pun dari isi surat ini yang > mendiskreditkan AGAMA ISLAM. > > percaya atau tidak, memang saat ini di Indonesia ada sistem > pendidikan yang menanamkan benih2 kebencian seperti yang disebutkan > dalam surat terbuka tersebut. dan ini BUKANLAH ajaran AGAMA... > sebagaimana yang ditangkap oleh anda berdua, melainkan perbuatan > orang-orang picik (oknum) demi kepentingan diri pribadi dengan > mengatasnamakan AGAMA. > LH : Saya pribadi percaya surat ini tidak bermaksud mendiskriditkan agama manapun termasuk ISLAM. Yang membuat saya sedih adalah contoh yang diambil oleh Pak Anand (dan beberapa pokok kalimat lainnya) hanya pada satu contoh agama saja sehingga secara tidak sadar seolah2 menuju kearah yang tidak dimaksudkan oleh sipenulis sekalipun. Pembaca ditempat saya bukan hanya saya pribadi tapi juga ada orang lain, begitu juga di milis ini., apalagi dikeseluruhan masyarakat Indonesia. Apalagi jikalau penulis mempunyai kesadaran seperti yang diungkapkan diatas maupun dibawah bahwa masyarakat Indonesia pada dasarnya mempunyai kerentanan atas issue2 marginal terutama jika mengatasnamakan agama dan suku. Selayaknya jika Pak Anand mengambil contoh satu dari masing2 kategori (misalnya agama) semaksimal mungkin dia harus mampu mengambil masing2 satu contoh dari masing2 kategori tersebut, karena saya yakin betul bahwa contoh2 itu pasti ada di masing2 kategori. FAIR ...Lebih baik mencegah (Preventif) dari pada Mengobati (Cure). Begiu menurut saya.. > suka atau tidak, hal-hal seperti ini memang harus diungkapkan, > walaupun tidak enak di dengar, karena mereka2 ini mengatasnamakan > AGAMA yang kebetulan kita anut. > > khusus mengenai Irene Handono, saya pernah menonton VCDnya beserta > sekitar 100-an org yg terdiri dari mahasiswa UIN Jakarta, Atma Jaya, > dan beberapa universtitas lainnya, dan kalangan profesional. dari > berbagai latar belakang agama, suku, dan ras. > > tak satu pun dari mereka yang setuju dengan apa yang dilakukan oleh > Irene Handono. karena dalam VCD tsb, Irene menghasut umat Islam > untuk membenci Umat Nasrani, hanya karena sebuah buku yang ditulis > oleh orang asing (maaf saya lupa namanya). > dan kami semua membubuhkan tanda tangan yang dijadikan lampiran > dalam surat protes kami kepada Irene. surat tersebut juga kita > kirimkan ke para pejabat terkait di negeri tercinta ini. > > jika anda tidak percaya boleh cari VCDnya di kaki-lima, di glodok, > karena VCDnya diproduksi secara massal. beberapa dari teman2 saya > bahkan menerima VCD tsb dari rumah ke rumah. (hal ini terjadi > sebelum kami mengirim surat protes, tidak tahu keadaan sekarang) > kami sangat prihatin akan aksi2 seperti ini, karena akibatnya > sungguh amat buruk bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. > ada satu contoh office boy teman saya yang menonton film ini lgs > bereaksi keras dan mengajak atasannya (kebetulan teman saya) dengan > statement "Bos, kita bakar saja gereja-gereja!" > selidik punya selidik ternyata dia baru saja nonton VCD Irene. > LH : Saya belum pernah lihat VCD ini, akan saya coba cari dan saya akan kembali lagi ke milist ini setelah saya tonton VCDnya atau baca bukunya dan akan saya perlihatkan pada teman2 saya di DT, AZZ, juga teman2 gereja dulu baik dari ordo KHARISMA maupun GEREJA BATAk dan juga teman2 dari Persatuan Agama Budha.. Saya akan kembali ke milist ini setelah pesan2 berikut ...;o)) eh bukan.... maksud saya setelah saya selesai berdiskusi dengan mereka yach... Mudah2an tidak benar hal ini membahayakan NKRI > saya percaya siapa pun kita, entah pribumi, entah keturunan, entah > Islam, entah Kristen, entah Buddha, entah Hindu, entah apapun > kepercayaan kita. pasti tidak setuju dengan aksi2 memecah belah dan > saling menghasut satu sama lain yang bisa mengakibatkan jatuhnya > korban2 tak bersalah. > > karena kita yang bisa mengakses internet ini mestinya adalah > kalangan berpendidikan. yang berwawasan cukup luas karena sering > membaca dan melihat hal2 secara universal. internet ini adalah dunia > yang universal bukan? > > mengenai statement p.Anand yang menganggap Bung Karno tidak kurang > dari seorang Nabi. rasanya tidak perlu diperdebatkan bukan? siapakah > kita sehingga berhak mengintervensi dan menghakimi kepercayaan dan > keyakinan orang lain terhadap Tuhan? bagi beliau wajah Allah ada di > barat, di timur dan di mana-mana. apa salahnya jika beliau melihat > wajah Allah pada Bung Karno yang berjiwa besar? toh keyakinan beliau > tidak mencelakakan dan merugikan orang lain. > > jika kita pernah membaca karya tulis dan pidato2 Bung Karno, memang > isinya luar biasa, bagi seorang Soekarno muda pada jaman perjuangan > dulu. bisa menghasilkan karya-karya sehebat itu. pastilah dia > seseorang yang berjiwa besar. > baiklah sebaiknya kita tidak berpolemik mengenai hal ini, karena > saya pribadi percaya bahwa hubungan pribadi seseorang dengan Tuhan > bukanlah urusanku. LH : Saya tidak bermaksud menghakimi, ini cuma sentilan aja karena menurut saya selayaknya kita tidak terlalu tinggi memberikan gelar pada orang, nanti jadi terobsesi. Setahu saya orang yang terobsesi sulit menerima kritikan apalagi menyangkut idolnya... Keluarga besar saya rata2 suka berat sama Bung Karno, sampai2 adik saya yang laki2 punya poster dan bukunya mulai dari yang kecil sampai yang besar, dari yang tipis sampai yang tebal (Gak tahu dech tuch dibaca apa nggak), tapi yang jelas sulit banget buat dia ngaku-in ada orang yang lebih hebat dari Bung Karno... tapi hub saya sama dia baik2 aja kok... pada dasarnya saya kagum juga sama beliau hanya saja saya juga harus mengakui bahwa beliau juga punya banyak kelemahan yang akhirnya menjadi titik kejatuhan beliau, terlepas dari itu baik atau buruk.... Ini pendapat saya, mohon maaf jika tidak berkenan... > > saya minta maaf apabila surat ini dan surat terbuka p.anand > menyinggung perasaan anda dan para netters lainnya. karena tidak ada > maksud dari saya untuk itu. > khusus utk Leni, jangan bersedih, sampai detik ini pun p.anand tidak > pernah bermasalah dengan agama Islam maupun agama lainnya, hal ini > juga bisa terlihat dari banyaknya teman2 muslim dan non muslim yang > bisa duduk, diskusi, bernyanyi dan menari bersama beliau. :p > LH : Terima kasih atas penjelasannya.... duch saya jadi penasaran... Udah cukup lama sich aku punya sedikit pertanyaan nakal... Kenapa yach nyebutnya MUSLIM and NON MUSLIM ?? > > Salam Indonesia, > Antono > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Leni Harahap" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya sedih sekali membaca surat terbuka ini.... karena ditulis > oleh salah > > satu orang yang sanagt saya hormati.... rasanya ada yang ingin saya > > komentari (maaf saya tidak pandai mengurai kata) tapi inilah > pendapat saya : > > > > Saya baru mempelajari ISLAM secara serius empat tahun yang lalu > dan > > mengikrarkan diri KEMBALI ISLAM baru dekitar SATU SETENGAN TAHUN > yang lalu > > > > > --------------------------------------------------------------- > > > Surat Terbuka Untuk Para Calon Presiden > > > Katakan 'Tidak' Pada Teror, Sekarang Juga! > > > --------------------------------------------------------------- > > > > > > 2. Sistem yang mereka gunakan adalah pendidikan yang > diberikan > > > sejak usia kecil. Orang-orang seperti Amrozi sejak kecil diajar > > > untuk membenci. Sayangnya pendidikan seperti itu, sistem > seperti itu > > > masih berlangsung hingga saat ini. Sementara satu Amrozi belum > dapat > > > kita selesaikan, ribuan Amrozi sedang dicetak di seluruh > pelosok > > > Nusantara. Hanya beberapa hari yang lalu, seorang wartawan di > Bali > > > menuturkan pengalamannya yang sangat mengejutkan - bagi dia dan > > > tentu bagi saya. Wartawan perempuan ini sudah tinggal di Bali > sejak > > > lama bersama suaminya - dua-duanya beragama Islam dan keduanya > tidak > > > bermasalah sama sekali dengan tetangga atau lingkungan. > Kemudian > > > lahirlah anak mereka yang sekarang duduk di TK. Pada suatu > hari anak > > > ini baru pulang dari sekolah dan memberi tahu ibunya bahwa dia > tidak > > > boleh bermain dengan anak-anak di sekitarnya, karena "mereka > adalah > > > pemakan babi dan kafir". > > > > > LH : Sangat disayangkan kejahatan yang dilakukan AMROZI > dikait2kan dengan > > agama padahal tidak saya lihat agama ISLAM mengajarkan satu bentuk > kekerasan > > apalagi penyerangan...Sangat disayangkan pula contoh yang beliau > ambil suatu > > kehidupan dalam ISLAM yang mungkin saja hanya OKNUM tertentu. > > > > > > > 4. Untuk membenarkan sistem pendidikan seperti ini, ada > fatwa- > > > fatwa yang sering digunakan sebagai dalih. Misalnya salah satu > fatwa > > > dari MUI yang melarang umat Islam untuk mengucapkan "Selamat > Natal" > > > kepada umat nasrani. Ada pula fatwa yang melarang umat Islam > untuk > > > menjawab salam yang diucapkan oleh orang yang beragama lain, > bila > > > salam itu dalam bahasa arab "Assalamu alaikum". Fatwa tersebut > entah > > > apa maksudnya, entah siapa yang menciptakannya, dan bila > orangnya > > > sudah meninggal semoga arwahnya diampuni oleh Sang Gusti, > karena ia > > > dalam ketidaksadarannya telah menamam benih kebencian dalam > jiwa > > > manusia Indonesia yang polos, lugu, dan sopan. Pemerintah harus > > > secara tegas meminta kepada MUI dan majelis-majelis agama > lainnya > > > yang mungkin juga memiliki fatwa-fatwa serupa untuk membatalkan > > > fatwa-fatwa itu yang jelas tidak selaras dengan jiwa dan budaya > > > Indonesia. > > > > LH : ISLAM yang saya kenal baik dari keluarga besar saya yang > memang > > bercampur maupun dari lingkungan bahkan dari teman2 saya diluar > negeri > > adalah agama yang mengajak pada PERDAMAIAN... Pada hal2 yang > bersifat akidah > > hal tersebut dilarang dlam artian tertentu, yaitu menghindari > kemunafikan > > > > > > > 5. Salah satu contoh terdekat yang melintas di benak saya > adalah > > > kasus Irene Handono yang mengaku pernah menjadi biarawati dan > > > sekarang menjelek-jelekkan agama yang pernah dipeluk > sebelumnya dan > > > menyebarluaskan kebencian di antara umat Islam terhadap umat- > umat > > > beragama lain, khususnya Nasrani. > > > > LH : Saya tidak begitu kenal Irene Handono tapi saya tahu ada > beberapa > > mantan Muslim di GEREJA yang juga mengaku Haji dan sebagainya tapi > ternyata > > bukan siapa2..tapi di kukuhkan sebagai teladan.. Bahkan isu yang > dihidupkan > > Irene Handono mengenai beberapa PROYEK seperti JOSEPH dsbnya > adalah benar > > adanya karena saya berada didalamnya... Apa yang dia mungkin coba > sampaikan > > adalah KEHATI2AN dengan memberikan referensi ayat2 dari INJIL > sebagai bahan > > pembuktian pendapatnya karena menurut beliau dia sebelumnya adalah > seorang > > biarawati...Tapi sekali saya mengikuti acara beliau apa yang beliau > > sampaikan adalah benar adanya.. saya tidak tahu dipertemuan2 > lainnya....Tapi > > rasanya bisa segera klarifikasi kepada yang bersangkutan karena > setahu saya > > dia mudah dihubungi... > > > > > 9. Ketika Bali dibom, saya pernah menyampaikan seruan kepada > warga > > > Bali lewat media elektronik dan cetak bahwa Amrozi dan kawan- > kawan > > > adalah korban dari salah satu sistem yang keliru, suatu > pandangan > > > yang sesat, mereka harus disadarkan, harus dimaafkan. Sekarang > saya > > > mengubah pernyataan itu: "Siapa pun yang menjadi presiden dan > > > menjadi wakil presiden harus memiliki political will yang kuat > untuk > > > segera dalam 24 jam sejak ia disumpah menjadi presiden untuk > > > mengeluarkan undang-undang ataupun landasan hukum lain yang > dapat > > > menjatuhkan hukuman mati terhadap para terdakwa yang sudah > terbukti > > > bersalah. Shock therapy ini dibutuhkan sehingga "Amrozi-Amrozi > lain" > > > yang masih berkeliaran di luar mendapatkan pesan yang jelas > bahwa > > > kita serius melawan terorisme. > > > > LH : political will memang harus diterapkan tapi dengan cara > dan upaya > > yang adil, arif dan bijaksana. Praduga tak bersalah harus tetap > dijalankan > > tanpa bermaksud melindungi atau membela salah satu pihak... > > > > > > > > Fanatisme terjadi dalam semua agama. > > > > > > Teriakan-teriakan di TV oleh para ulama Kristen yang merasa > > > Kebenaran hanya ada dalam agama mereka, harus juga dihentikan. > > > Masyarakat Hindu di Bali sudah mulai memikirkan barikade untuk > > > melawan terorisme. Barikade seperti ini, ada baiknya - tetapi > ada > > > jeleknya juga. Sebab, kita bisa terpecah-belah. Negara Kesatuan > > > Republik Indonesia bisa menjadi catatan sejarah saja. Saudara- > > > saudaraku yang kucintai apakah ini yang kita inginkan? > > > > > > Siapa pun yang terpilih menjadi presiden saya mengharapkan > kerja > > > sama yang baik antara Soesilo Bambang Yudhoyono dan Megawati > > > Soekarnoputri. Dua-duanya adalah aset nasional. Wiranto, > Abdurachman > > > Wahid, Nurcholis Madjid (semoga segera sembuh), Emha Ainun > Nadjib, > > > dan mereka-mereka yang memiliki wawasan kebangsaan harus duduk > dan > > > bekerja bersama. Bangsa ini tidak boleh dipimpin oleh orang- > orang > > > yang selain agama, ingin mengimpor budaya asing, entah budaya > itu > > > berasal dari Timur Tengah, India, Cina, Barat atau mana saja. > > > > > > > LH : Sedikit heran mengapa Amien Rais tidak disebutkan oleh > beliau > > padahal Pak Amien juga salah satu pembaharu kebangsaan yang cukup > punya > > andil pada negeri ini... mungkin beliau lupa kali...tapi apakah > ketika > > dingatkan, apakah beliau akan menyebutkannya ? Saya jadi punya > pransangka > > buruk, bukankah ini juga bentuk fanatisme ? Mudah2an saya salah... > > > > > > > > Para pemimpin dan siapapun yang masih sadar, marilah kita sama- > sama > > > mengutuk dan mengatakan "tidak, tidak, tidak" terhadap > terorisme dan > > > upaya-upaya picik dari orang-orang atau kelompok manapun, yang > > > mengklaim sebagai pemilik tunggal kebenaran. Terorisme akan > mencapai > > > tujuannya, bila kita hanya berdiam diri dan membiarkan rasa > takut > > > menggerogoti jiwa bangsa ini. Ingatlah bahwa terorisme berakar > dari > > > pikiran. Dengan secara lantang mengutuk tindakan itu, kita > akan > > > menutup ruang gerak "pikiran tentang teror" untuk tumbuh dan > > > berkembang. Bicaralah sekarang, sebelum ia menjadi pohon > raksasa > > > yang kelak akan sangat sulit kau tebang. > > > > LH : Setuju sekali....Karena kebenaran cuma milik Tuhan Yang > Maha Esa, > > Maha Tunggal, bukan selainnya atau sekutunya dalam bentuk apapun > karena tak > > ada yang dapat setara denganNya.. Marilah mencarinya secara adil, > arif dan > > bijaksana... > > > > > > > Ibu Megawati yang sangat kuhormati. Atas nama Bapak kita, Bung > Karno > > > yang bagiku tidak kurang dari seorang nabi - hindari pengaruh > yang > > > justru menjatuhkan citramu - walau pengaruh itu datang dari > orang > > > yang paling dekat denganmu. > > > > LH : Saya rasa yang berhak mengangkat manusia menjadi nabi itu > cuma > > TUHAN, Apakah Pak Anand merasa seperti Tuhan atau ingin > meyetarakan diri > > dengan Tuhan? Apakah ini pemikiran yang benar, arif dan bijaksana ? > > > > > > > Saudaraku Soesilo Bambang Yudhoyono - komitmenmu terhadap > kebangsaan > > > harus kau pegang erat. Siapapun yang mendukungmu bila tidak > memiliki > > > komitmen yang sama tidak boleh duduk bersamamu. Jagalah terus > hal > > > ini. > > > > > LH : Setuju > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

