Saya sedih sekali membaca surat terbuka ini.... karena ditulis oleh salah
satu orang yang sanagt saya hormati.... rasanya ada yang ingin saya
komentari (maaf saya tidak pandai mengurai kata) tapi inilah pendapat saya :

  Saya baru mempelajari ISLAM secara serius empat tahun yang lalu dan
mengikrarkan diri KEMBALI ISLAM baru dekitar SATU SETENGAN TAHUN yang lalu

  > ---------------------------------------------------------------
  > Surat Terbuka Untuk Para Calon Presiden
  > Katakan 'Tidak' Pada Teror, Sekarang Juga!
  > ---------------------------------------------------------------
  >
  >  2.  Sistem yang mereka gunakan adalah pendidikan yang diberikan
  > sejak usia kecil. Orang-orang seperti Amrozi sejak kecil diajar
  > untuk membenci. Sayangnya pendidikan seperti itu, sistem seperti itu
  > masih berlangsung hingga saat ini. Sementara satu Amrozi belum dapat
  > kita selesaikan, ribuan Amrozi sedang dicetak di seluruh pelosok
  > Nusantara. Hanya beberapa hari yang lalu, seorang wartawan di Bali
  > menuturkan pengalamannya yang sangat mengejutkan - bagi dia dan
  > tentu bagi saya. Wartawan perempuan ini sudah tinggal di Bali sejak
  > lama bersama suaminya - dua-duanya beragama Islam dan keduanya tidak
  > bermasalah sama sekali dengan tetangga atau lingkungan. Kemudian
  > lahirlah anak mereka yang sekarang duduk di TK. Pada suatu hari anak
  > ini baru pulang dari sekolah dan memberi tahu ibunya bahwa dia tidak
  > boleh bermain dengan anak-anak di sekitarnya, karena "mereka adalah
  > pemakan babi dan kafir".
  >
  LH : Sangat disayangkan kejahatan yang dilakukan AMROZI dikait2kan dengan
agama padahal tidak saya lihat agama ISLAM mengajarkan satu bentuk kekerasan
apalagi penyerangan...Sangat disayangkan pula contoh yang beliau ambil suatu
kehidupan dalam ISLAM yang mungkin saja hanya OKNUM tertentu.


  >  4.  Untuk membenarkan sistem pendidikan seperti ini, ada fatwa-
  > fatwa yang sering digunakan sebagai dalih. Misalnya salah satu fatwa
  > dari MUI yang melarang umat Islam untuk mengucapkan "Selamat Natal"
  > kepada umat nasrani. Ada pula fatwa yang melarang umat Islam untuk
  > menjawab salam yang diucapkan oleh orang yang beragama lain, bila
  > salam itu dalam bahasa arab "Assalamu alaikum". Fatwa tersebut entah
  > apa maksudnya, entah siapa yang menciptakannya, dan bila orangnya
  > sudah meninggal semoga arwahnya diampuni oleh Sang Gusti, karena ia
  > dalam ketidaksadarannya telah menamam benih kebencian dalam jiwa
  > manusia Indonesia yang polos, lugu, dan sopan. Pemerintah harus
  > secara tegas meminta kepada MUI dan majelis-majelis agama lainnya
  > yang mungkin juga memiliki fatwa-fatwa serupa untuk membatalkan
  > fatwa-fatwa itu yang jelas tidak selaras dengan jiwa dan budaya
  > Indonesia.

  LH  :  ISLAM yang saya kenal baik dari keluarga besar saya yang memang
bercampur maupun dari lingkungan bahkan dari teman2 saya diluar negeri
adalah agama yang mengajak pada PERDAMAIAN... Pada hal2 yang bersifat akidah
hal tersebut dilarang dlam artian tertentu, yaitu menghindari kemunafikan


  >  5.  Salah satu contoh terdekat yang melintas di benak saya adalah
  > kasus Irene Handono yang mengaku pernah menjadi biarawati dan
  > sekarang menjelek-jelekkan agama yang pernah dipeluk sebelumnya dan
  > menyebarluaskan kebencian di antara umat Islam terhadap umat-umat
  > beragama lain, khususnya Nasrani.

  LH  :  Saya tidak begitu kenal Irene Handono tapi saya tahu ada beberapa
mantan Muslim di GEREJA yang juga mengaku Haji dan sebagainya tapi ternyata
bukan siapa2..tapi di kukuhkan sebagai teladan.. Bahkan isu yang dihidupkan
Irene Handono mengenai beberapa PROYEK seperti JOSEPH dsbnya adalah benar
adanya karena saya berada didalamnya... Apa yang dia mungkin coba sampaikan
adalah KEHATI2AN dengan memberikan referensi ayat2 dari INJIL sebagai bahan
pembuktian pendapatnya karena menurut beliau dia sebelumnya adalah seorang
biarawati...Tapi sekali saya mengikuti acara beliau apa yang beliau
sampaikan adalah benar adanya.. saya tidak tahu dipertemuan2 lainnya....Tapi
rasanya bisa segera klarifikasi kepada yang bersangkutan karena setahu saya
dia mudah dihubungi...

  >  9.  Ketika Bali dibom, saya pernah menyampaikan seruan kepada warga
  > Bali lewat media elektronik dan cetak bahwa Amrozi dan kawan-kawan
  > adalah korban dari salah satu sistem yang keliru, suatu pandangan
  > yang sesat, mereka harus disadarkan, harus dimaafkan. Sekarang saya
  > mengubah pernyataan itu: "Siapa pun yang menjadi presiden dan
  > menjadi wakil presiden harus memiliki political will yang kuat untuk
  > segera dalam 24 jam sejak ia disumpah menjadi presiden untuk
  > mengeluarkan undang-undang ataupun landasan hukum lain yang dapat
  > menjatuhkan hukuman mati terhadap para terdakwa yang sudah terbukti
  > bersalah. Shock therapy ini dibutuhkan sehingga "Amrozi-Amrozi lain"
  > yang masih berkeliaran di luar mendapatkan pesan yang jelas bahwa
  > kita serius melawan terorisme.

  LH  :  political will memang harus diterapkan tapi dengan cara dan upaya
yang adil, arif dan bijaksana. Praduga tak bersalah harus tetap dijalankan
tanpa bermaksud melindungi atau membela salah satu pihak...

  >
  > Fanatisme terjadi dalam semua agama.
  >
  > Teriakan-teriakan di TV oleh para ulama Kristen yang merasa
  > Kebenaran hanya ada dalam agama mereka, harus juga dihentikan.
  > Masyarakat Hindu di Bali sudah mulai memikirkan barikade untuk
  > melawan terorisme. Barikade seperti ini, ada baiknya - tetapi ada
  > jeleknya juga. Sebab, kita bisa terpecah-belah. Negara Kesatuan
  > Republik Indonesia bisa menjadi catatan sejarah saja. Saudara-
  > saudaraku yang kucintai apakah ini yang kita inginkan?
  >
  > Siapa pun yang terpilih menjadi presiden saya mengharapkan kerja
  > sama yang baik antara Soesilo Bambang Yudhoyono dan Megawati
  > Soekarnoputri. Dua-duanya adalah aset nasional. Wiranto, Abdurachman
  > Wahid, Nurcholis Madjid (semoga segera sembuh), Emha Ainun Nadjib,
  > dan mereka-mereka yang memiliki wawasan kebangsaan harus duduk dan
  > bekerja bersama. Bangsa ini tidak boleh dipimpin oleh orang-orang
  > yang selain agama, ingin mengimpor budaya asing, entah budaya itu
  > berasal dari Timur Tengah, India, Cina, Barat atau mana saja.
  >

  LH  :  Sedikit heran mengapa  Amien Rais tidak disebutkan oleh beliau
padahal Pak Amien juga salah satu pembaharu kebangsaan yang cukup punya
andil pada negeri ini... mungkin beliau lupa kali...tapi apakah ketika
dingatkan, apakah beliau akan menyebutkannya ? Saya jadi punya pransangka
buruk, bukankah ini juga bentuk fanatisme ? Mudah2an saya salah...

  >
  > Para pemimpin dan siapapun yang masih sadar, marilah kita sama-sama
  > mengutuk dan mengatakan "tidak, tidak, tidak" terhadap terorisme dan
  > upaya-upaya picik dari orang-orang atau kelompok manapun, yang
  > mengklaim sebagai pemilik tunggal kebenaran. Terorisme akan mencapai
  > tujuannya, bila kita hanya berdiam diri dan membiarkan rasa takut
  > menggerogoti jiwa bangsa ini. Ingatlah bahwa terorisme berakar dari
  > pikiran. Dengan secara lantang mengutuk tindakan itu, kita  akan
  > menutup ruang gerak "pikiran tentang teror" untuk tumbuh dan
  > berkembang. Bicaralah sekarang, sebelum ia menjadi pohon raksasa
  > yang kelak akan sangat sulit kau tebang.

  LH  :  Setuju sekali....Karena kebenaran cuma milik Tuhan Yang Maha Esa,
Maha Tunggal, bukan selainnya atau sekutunya dalam bentuk apapun karena tak
ada yang dapat setara denganNya.. Marilah mencarinya secara adil, arif dan
bijaksana...


  > Ibu Megawati yang sangat kuhormati. Atas nama Bapak kita, Bung Karno
  > yang bagiku tidak kurang dari seorang nabi - hindari pengaruh yang
  > justru menjatuhkan citramu - walau pengaruh itu datang dari orang
  > yang paling dekat denganmu.

  LH  :  Saya rasa yang berhak mengangkat manusia menjadi nabi itu cuma
TUHAN, Apakah Pak Anand merasa seperti Tuhan atau ingin meyetarakan diri
dengan Tuhan? Apakah ini pemikiran yang benar, arif dan bijaksana ?


  > Saudaraku Soesilo Bambang Yudhoyono - komitmenmu terhadap kebangsaan
  > harus kau pegang erat. Siapapun yang mendukungmu bila tidak memiliki
  > komitmen yang sama tidak boleh duduk bersamamu. Jagalah terus hal
  > ini.
  >
  LH  :  Setuju






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke