Sejauh yang saya tahu, anand tidak pernah mendiskreditkan ISLAM, hal 
ini bisa dilihat dari banyaknya karya tulis beliau yang bernuansa 
Islam. (bisa dilihat di toko buku gramedia yg tersebar diseluruh 
indonesia).

surat terbuka ini tidak ditujukan untuk memojokkan salah satu agama, 
melainkan untuk menyadarkan kita semua akan bahayanya sistem 
pendidikan yang menghasut jiwa-jiwa manusia indonesia untuk saling 
membenci satu sama lain sejak usia dini.
selama masih ada benih2 kebencian yang ditanamkan atas nama agama 
atau apapun juga alasannya. Indonesia akan terus dilanda tragedi2 
kemanusiaan, tragedi bom bali, tragedi JW mariot, tragedi di poso, 
Maluku , Aceh, dan Bom di Kuningan. 

saya setuju dengan Himawan Sutanto, yang menyatakan bahwa para 
Amrozi yang berkeliaran diciptakan dan dimanfaatkan oleh orang2 keji 
dengan dalil2 agama, yang sesungguhnya justru merusak citra agama 
tersebut. karena ajaran agama yang sesungguhnya tidaklah demikian.

karena itu sudah menjadi kewajiban kita semua yang masih merasa 
sebagai warga negara indonesia, untuk bangkit dan menentang segala 
upaya yang bertujuan untuk memecah belah bangsa indonesia dengan 
dalil apapun juga.

Salam Indonesia,
Antono

http://www.anandkrishna.org/english/index2.php?isi=news/latest.lbi






--- In [EMAIL PROTECTED], "himawan sutanto" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> dalam surat terbuka tersebut saya ingin mencoba mengkritisi 
beberapa
> pemikiran yg perlu diluruskan
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "an_lie" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, September 10, 2004 4:15 PM
> Subject: [ppiindia] FW: Surat Terbuka Untuk Para Calon Presiden
> 
> 
> >
> > ---------------------------------------------------------------
> > Surat Terbuka Untuk Para Calon Presiden
> > Katakan 'Tidak' Pada Teror, Sekarang Juga!
> > ---------------------------------------------------------------
> >
> > Surat ini ditulis oleh seorang warga negara dalam keadaan 
gelisah,
> > gundah, kesal, namun tidak kehilangan arah. Beberapa jam yang 
lalu
> > bom meledak di depan pagar Kedutaan Besar Australia, Jl. Rasuna
> > Said, dan Menteri Polkam Ad Interim Hari Sabarno memberi 
pernyataan
> > lewat media elektronik bahwa masyarakat harus waspada dan 
secepatnya
> > melaporkan kepada pihak yang berwajib bila menyaksikan atau
> > mendengar dan menerima sesuatu yang mencurigakan - Terima kasih 
Pak
> > Hari, semoga Gusti memberkati kau senantiasa dan melindungi 
mereka-
> > mereka yang memiliki kesadaran yang sama seperti dirimu.
> >
> > Tindakan-tindakan teroris yang sudah sering terjadi di negeri 
kita
> > menuntut kita supaya melakukan perenungan yang lebih dalam. 
Mereka
> > yang kita tangkap dan jadikan terdakwa, barangkali sekedar
> > eksekutor. Mereka hanyalah "alat hidup" yang digunakan secara 
keji
> > untuk mencapai suatu tujuan. Siapa yang menciptakan "mesin-mesin
> > perusak ini", dan apa motif mereka?
> 
> HS: yang menciptakan mesin perusak tersebut adalah musuh2 Allah 
yang
> berusaha ingin menggiring opini untuk membenci islam buktinya 
ketika ledakan
> tersebut terjadi media2 dieropa khususnya inggris langsung 
menayangkan
> aktivitas latihan laskar jihad dan FPI ini saja sudah bisa 
dijadikan
> reference bahwa barat dan AS (dalam hal ini pemerintahnya) ingin 
langsung
> menjudge bahwa dalang dibalik semua ini adalah ISLAM.ini pun 
merupakan modus
> yang sering dipertontonkan untuk mengembangkan wacana stigmatisasi 
terhadap
> islam.
> >
> >  1.  Amrozi, Ali Imron, Imam Samudera dan lain-lain bukanlah
> > kelahiran kemarin dulu, kemudian langsung menerima pelajaran 
untuk
> > membuat bom dan kemarin meledakannya. Orang-orang ini diciptakan
> > sejak puluhan tahun yang lalu. Dan yang menciptakan mereka adalah
> > individu-individu yang masih berkeliaran bebas. Namun individu-
> > individu ini tidak bekerja sendiri. Mereka menggunakan suatu 
sistem
> > untuk menciptakan zombie-zombie seperti Amrozi dan kawan-kawan.
> >
> >  2.  Sistem yang mereka gunakan adalah pendidikan yang diberikan
> > sejak usia kecil. Orang-orang seperti Amrozi sejak kecil diajar
> > untuk membenci. Sayangnya pendidikan seperti itu, sistem seperti 
itu
> > masih berlangsung hingga saat ini. Sementara satu Amrozi belum 
dapat
> > kita selesaikan, ribuan Amrozi sedang dicetak di seluruh pelosok
> > Nusantara. Hanya beberapa hari yang lalu, seorang wartawan di 
Bali
> > menuturkan pengalamannya yang sangat mengejutkan - bagi dia dan
> > tentu bagi saya. Wartawan perempuan ini sudah tinggal di Bali 
sejak
> > lama bersama suaminya - dua-duanya beragama Islam dan keduanya 
tidak
> > bermasalah sama sekali dengan tetangga atau lingkungan. Kemudian
> > lahirlah anak mereka yang sekarang duduk di TK. Pada suatu hari 
anak
> > ini baru pulang dari sekolah dan memberi tahu ibunya bahwa dia 
tidak
> > boleh bermain dengan anak-anak di sekitarnya, karena "mereka 
adalah
> > pemakan babi dan kafir".
> 
> HS: ana melihat ini sebagai upaya anand untuk mendiskreditkan 
islam justru
> mainstream pendidikan selama ini yang menyebabkan terpuruknya 
bangsa adalah
> akibat diterapkannya kurikulum yang berbasis sekularisme-
kapitalisme
> sehingga melahirkan pribadi2 yang pragmatis, padahal jika anand 
ingin
> objektif melihat sebuah masalah maka lihatlah ide-ide yg 
terkandung dalam
> islam bukan hanya karena beberapa oknum muslim lantas ini menjadi 
analogi yg
> general untuk menghasut dalam rangka pembusukan nilai-nilai islami.
> >
> >  3.  Pendidikan seperti ini diberikan tidak hanya oleh para ustad
> > dari satu agama tertentu, tetapi barangkali juga oleh guru-guru
> > agama yang lainnya.
> 
> HS: pendidikan yang lebih berbahaya adalah jika para orientalis-
misionaris
> mengintervensi kurikulum termasuk regulasi pendidikan nasional, 
dari point
> pertama saja ana sudah melihat upaya anand yang dilihat secara 
sekilas
> memang ingin mengadakan konstruksi tapi jika dilihat lebih dalam 
dengan
> mengelaborasi setiap pernyataan beliau ternyata secara tidak 
langsung anand
> ingin menghakimi islam sebagai problem maker atas berbagai 
problematika yang
> muncul yang memang bersinambung.
> >
> >  4.  Untuk membenarkan sistem pendidikan seperti ini, ada fatwa-
> > fatwa yang sering digunakan sebagai dalih. Misalnya salah satu 
fatwa
> > dari MUI yang melarang umat Islam untuk mengucapkan "Selamat 
Natal"
> > kepada umat nasrani. Ada pula fatwa yang melarang umat Islam 
untuk
> > menjawab salam yang diucapkan oleh orang yang beragama lain, bila
> > salam itu dalam bahasa arab "Assalamu alaikum". Fatwa tersebut 
entah
> > apa maksudnya, entah siapa yang menciptakannya, dan bila orangnya
> > sudah meninggal semoga arwahnya diampuni oleh Sang Gusti, karena 
ia
> > dalam ketidaksadarannya telah menamam benih kebencian dalam jiwa
> > manusia Indonesia yang polos, lugu, dan sopan. Pemerintah harus
> > secara tegas meminta kepada MUI dan majelis-majelis agama lainnya
> > yang mungkin juga memiliki fatwa-fatwa serupa untuk membatalkan
> > fatwa-fatwa itu yang jelas tidak selaras dengan jiwa dan budaya
> > Indonesia.
> 
> HS: perlu anand krisna ketahui dengan jelas bahwa islam sangat 
menghargai
> nilai-nilai persaudaraan bahkan Nabi SAW membolehkan seorang 
muslim saling
> memberikan hadiah kepada non muslim namun perlu anand ketahui 
bahwa ada
> ranah yang khususan bahwa jika persaudaraan tersebut adalah 
berniat untuk
> mereduksi nilai/ajaran islam dengan mengeliminir nilai2 dalil yang 
termaktub
> dalam quran dan sunnah maka saya kira itu merupakan cara2 yang 
tidak elegan,
> dan perlu anand ketahui bahwa dalam islam tidak memerlukan fatwa 
ulama untuk
> menerapkan hukum aturan Allah semisal zina dari dulu sampai kini 
akan tetap
> haram dan tidak perlu adanya fatwa ulama pun akan tetap haram nilai
> perbuatannya.
> >
> >  5.  Salah satu contoh terdekat yang melintas di benak saya 
adalah
> > kasus Irene Handono yang mengaku pernah menjadi biarawati dan
> > sekarang menjelek-jelekkan agama yang pernah dipeluk sebelumnya 
dan
> > menyebarluaskan kebencian di antara umat Islam terhadap umat-umat
> > beragama lain, khususnya Nasrani.
> 
> HS: apakah anand tidak sadar bahwa dia juga sedang men-judge bahwa 
islam
> merupakan trouble maker dari sebuah bencana/tragedi yang terjadi, 
tidak
> tepat jika anand mengatakan menjelek-jelekan dan menebar kebencian 
justru
> seharusnya anand bisa membedakan antara menghakimi pemikiran dengan
> menyerang subjek/person. apakah anand sadar dengan tulisannya ini 
juga
> menyiratkan kebenciannya terhadap kaum muslim, namun ana berharap 
semoga
> anand bisa membuka indera dan cakrawalanya untuk membedakan antara 
umat
> islam dengan islam, justru keterbelakangan umat islam pada saat 
ini adalah
> akibat umat islam tidak berpegang teguh pada nash2 syariah, jika 
anand
> melihat masalah secara objektif maka ana berharap anand akan 
mengalami
> perubahan posisi pemikiran.
> 
> >
> >  6.  Menurut pengamatan saya para ekstremis seperti Amrozi sering
> > kali digunakan, dengan menggunakan dalih agama, untuk tujuan-
tujuan
> > yang sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan agama. Sebab itu 
orang-
> > orang yang sangat ambisius, ingin mendapatkan kekuasaan dengan 
cara
> > apapun - yang barangkali juga ada di sekitar saudara-saudara 
calon
> > presiden dan calon wakil presiden yang saya cintai - mereka harus
> > segera diperiksa.
> 
> HS: mereka diperalat oleh para kaki tangan kapitalisme untuk 
melanggengkan
> hegemoninya untuk mencengkeram lebih dalam dan jauh kepada negeri2 
islam
> apalagi indonesia yang secara geopolitik memiliki keunggulan 
politis.justru
> amrozi diperalat untuk tujuan2 agama yaitu menstigma islam yang 
telah
> dinodai oleh perilaku umatnya yg menyimpang dari ajarannya yang 
agung.
> 
> >
> >  7.  Kenapa seorang pejabat tinggi merasa berkepentingan untuk
> > mendatangi seorang terdakwa dalam kasus terorisme di rumah
> > tahanannya? Apakah ia bersikap serupa terhadap semua terdakwa 
dalam
> > kasus apapun?
> 
> HS: terorisme yang dipahami kontemporer adalah mereka yang 
menyerang dan
> mengganggu kepentingan kapitalisme namun jika islam yg dibombardir 
maka
> mereka semua termasuk PBB hanya bisa berdiam diri bahkan membisu 
didepan
> veto negara2 kapitalis.
> >
> >  8.  Dengan segala hormat, saya juga mengharapkan bahwa saudara-
> > saudara Capres dan Cawapres agar sunguh berhati-hati dalam
> > memperoleh dukungan dari partai-partai politik lain. Misalnya,
> > partai-partai yang masih memperjuangkan syariat agama sebagai 
dasar
> > hukum - jelas menantang konsensus nasional yang sudah dicapai 
saat
> > kita memproklamasikan negara kita. Para penantang konsensus itu
> > harus dibuat sadar bahwa cerita yang mereka ungkit kembali saat 
ini
> > sudah selesai di saat kita menerima Pancasila sebagai dasar untuk
> > mempersatukan negara dan bangsa. Lebih dari itu, dari pengalaman
> > saya pribadi, seorang anggota dari salah satu partai politik yang
> > sekarang mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres pernah
> > menyatakan secara implisit bahwa orang yang berseberangan 
pendapat
> > dengan dirinya harus dihukum  mati. Pernyataan itu dilaporkan 
oleh
> > media cetak yang mencantumkan nama salah seorang menteri sebagai
> > pembinanya. Apabila kita masih ingin memperoleh dukungan dari 
partai
> > tersebut, hendaknya kita dapat menjelaskan terlebih dahulu 
pandangan
> > kebangsaan kita - di mana perbedaan itu tidak selalu diselesaikan
> > dengan mengeluarkan fatwa maut.
> 
> HS: dari pertanyaan ini ana melihat kedangkalan cakrawala anand 
padahal pada
> saat daulah khilafah berdiri dimana disitu diterapkan hukum islam 
secara
> paripurna maka umat non muslim mendapatkan perlindungan nilai-nilai
> kemanusiaan, anand jangan mengambil referensi dari para orientalis 
cobalah
> belajar tarikh kepada sumber ajarannya tersebut bukan kepada 
sumber yang
> memang sedari awal sudah memiliki benih kebencian terhadap islam.
> >
> >  9.  Ketika Bali dibom, saya pernah menyampaikan seruan kepada 
warga
> > Bali lewat media elektronik dan cetak bahwa Amrozi dan kawan-
kawan
> > adalah korban dari salah satu sistem yang keliru, suatu pandangan
> > yang sesat, mereka harus disadarkan, harus dimaafkan. Sekarang 
saya
> > mengubah pernyataan itu: "Siapa pun yang menjadi presiden dan
> > menjadi wakil presiden harus memiliki political will yang kuat 
untuk
> > segera dalam 24 jam sejak ia disumpah menjadi presiden untuk
> > mengeluarkan undang-undang ataupun landasan hukum lain yang dapat
> > menjatuhkan hukuman mati terhadap para terdakwa yang sudah 
terbukti
> > bersalah. Shock therapy ini dibutuhkan sehingga "Amrozi-Amrozi 
lain"
> > yang masih berkeliaran di luar mendapatkan pesan yang jelas bahwa
> > kita serius melawan terorisme.
> >
> > Fanatisme terjadi dalam semua agama.
> >
> > Teriakan-teriakan di TV oleh para ulama Kristen yang merasa
> > Kebenaran hanya ada dalam agama mereka, harus juga dihentikan.
> > Masyarakat Hindu di Bali sudah mulai memikirkan barikade untuk
> > melawan terorisme. Barikade seperti ini, ada baiknya - tetapi ada
> > jeleknya juga. Sebab, kita bisa terpecah-belah. Negara Kesatuan
> > Republik Indonesia bisa menjadi catatan sejarah saja. Saudara-
> > saudaraku yang kucintai apakah ini yang kita inginkan?
> 
> HS: justru terpecah belahnya umat adalah akibat produk kapitalisme 
yg
> dijajakan oleh AS dan barat mereka melempar isu nasionalisme untuk 
memecah
> belah kesatuan negeri2 islam bahkan pernyataan anand diatas justru 
adalh
> salah satu penyebab keretakan bangsa. nilai2 pragmatisme yang 
selama ini
> dijadikan perekat kesatuan ternyata hanya menuai kegagalan 
bandingkan dengan
> negara khilafah yang mampu menyatukan umat dari semenanjung 
afrika, eropa
> hingga asia.
> >
> > Siapa pun yang terpilih menjadi presiden saya mengharapkan kerja
> > sama yang baik antara Soesilo Bambang Yudhoyono dan Megawati
> > Soekarnoputri. Dua-duanya adalah aset nasional. Wiranto, 
Abdurachman
> > Wahid, Nurcholis Madjid (semoga segera sembuh), Emha Ainun 
Nadjib,
> > dan mereka-mereka yang memiliki wawasan kebangsaan harus duduk 
dan
> > bekerja bersama. Bangsa ini tidak boleh dipimpin oleh orang-orang
> > yang selain agama, ingin mengimpor budaya asing, entah budaya itu
> > berasal dari Timur Tengah, India, Cina, Barat atau mana saja.
> 
> HS: kita harus memilih pemimpin yang bukan kaki tangan/agen 
kapitalisme yang
> merupakan corong strategis bagi pengembangan demokratisasi yang 
telah
> melegalkan berbagai tindak norma asusila.yang hanya menghasilkan 
kemiskinan,
> kebodohan dan keterbelakangan. kita harus memilih pemimpin yang 
akan
> membersihkan sampah kapitalisme besserta derivatnya
> >
> >
> > Para pemimpin dan siapapun yang masih sadar, marilah kita sama-
sama
> > mengutuk dan mengatakan "tidak, tidak, tidak" terhadap terorisme 
dan
> > upaya-upaya picik dari orang-orang atau kelompok manapun, yang
> > mengklaim sebagai pemilik tunggal kebenaran. Terorisme akan 
mencapai
> > tujuannya, bila kita hanya berdiam diri dan membiarkan rasa takut
> > menggerogoti jiwa bangsa ini. Ingatlah bahwa terorisme berakar 
dari
> > pikiran. Dengan secara lantang mengutuk tindakan itu, kita  akan
> > menutup ruang gerak "pikiran tentang teror" untuk tumbuh dan
> > berkembang. Bicaralah sekarang, sebelum ia menjadi pohon raksasa
> > yang kelak akan sangat sulit kau tebang.
> >
> > Dengan menulis surat ini dan menjadikannya surat terbuka, saya
> > menyadari telah mengambil resiko menjadi sasaran para teroris,
> > pendukung, serta allies mereka. Resiko ini saya ambil dengan 
penuh
> > kesadaran - biarlah setiap tetes darahku tertumpahkan bagi Ibu
> > Pertiwi. Aku takkan mati, tak bisa mati. Air tidak dapat
> > melarutkanku, api tidak dapat membakarku, pedang tidak dapat
> > menyayatku - aku akan menjelma kembali untuk mempersembahkan 
nyawa
> > dan ragaku di atas altar Ibu Pertiwi. Aku takkan berhenti 
berkarya
> > sampai tujuanku tercapai - Indonesia Satu.
> 
> HS: seandainya matahari diletakan ditangan kananku dan rembulan 
ditangan
> kiriki sesungguhnya aku tidak akan berhenti dari jalan ini 
(dakwah) atau aku
> binasa dijalannya
> 
> >
> > Ibu Megawati yang sangat kuhormati. Atas nama Bapak kita, Bung 
Karno
> > yang bagiku tidak kurang dari seorang nabi - hindari pengaruh 
yang
> > justru menjatuhkan citramu - walau pengaruh itu datang dari orang
> > yang paling dekat denganmu.
> >
> > Saudaraku Soesilo Bambang Yudhoyono - komitmenmu terhadap 
kebangsaan
> > harus kau pegang erat. Siapapun yang mendukungmu bila tidak 
memiliki
> > komitmen yang sama tidak boleh duduk bersamamu. Jagalah terus hal
> > ini.
> 
> HS: anand krisna menyamakan nabi dengan sukarno padahal nabi 
adalah al
> ma'sum sedangkan kemelaratan, kebodohan juga penghianatan 
khususnya thd
> rakyat aceh adalah merupakan buah pikiran sukarno yang merupakan 
akademisi
> yang secara sengaja ditanam oleh barat penjajah untuk melanggengkan
> cengkeramnanya setelah mereka menghentikan invasi secara fisik 
namun invasi
> budaya dan politik yang disemai oleh agen penjajah akan terus 
tumbuh dan
> hanya dengan ditegakannya daulah khilafah maka benih tersebut akan 
mengalami
> kebianasaan.
> >
> > Sembah sujudku pada Ibu Pertiwi - Bende Mataram!
> 
> HS: ya Allah hamba berlindung dari para perusak bumiMu ini hamba 
hanya
> mendamba untuk bertemu dengan wajahMu kelak
> >
> > Salam Indonesia ,
> > Anand Krishna
> >
> > CC:
> > -         Hasyim Muzadi
> > -         Jusuf Kalla
> > -         Abdurrahman Wahid
> > -         Wiranto
> > -         Emha Ainun Nadjib
> > -         Nurcholis Madjid
> > -         Da'i Bachtiar (Kapolri)
> > -         Endriartono Sutarto (Panglima TNI)
> > -         I Made Mangku Pastika (Kapolda Bali)
> > -         Komaruddin Hidayat (Ketua Panwaslu Pusat)
> > -         Prof. Dr. Nasaruddin Umar (UIN)
> > -         Media Massa
> 
> HS: adakah diantara mereka ini yang ikhlas untuk menerapkan 
syariah atau
> justru mereka hanyalah orang2 yang belum tahu sehingga keliaran 
akal dan
> sikap sok intelek senantiasa membelenggu jiwa mereka padahal bagi 
Allah
> manusia ini hanyalah setetes air dari luasnya samudera
> >
> > Surat Terbuka juga bisa dibaca dari link dibawah ini:
> > http://www.anandkrishna.org/english/archives.php?
> > isi=archive/2004/09_sur
> > atterbuka.lbi
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
*********************************************************************
******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> >
> 
*********************************************************************
******
> > 
_____________________________________________________________________
_____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke