Memang kami yang duduk dalam posisi pendana (lenders), yakni bank2 dan dana2 international pada awalnya sangat kagum akan konsepsi ekonomi negara2 macan, termasuk Indonesia. Ini pra krismon. Country risk Indonesia kami tempatkan dalam rang yang comfortable. Baik lendings yang digaransi pemerintah Austria (juga Jerman, Perancis, Inggris, dll) maupun yang merupakan non governmental loans.
Tetapi ketika krismon terjadi, jumlah pinjaman sudah demikian meledak, hingga beban bunga dan dana pengembalian begitu sarat, sehingga risiko untuk tak mampu mengembalikan, kian besar. Di Indonesia, saya perhatikan, bahwa bapak2 ekonomi seperti Soemitro,dkk mulai tidak lagi mampu memonitor perjalanan ekonomi keseluruhan, real maupun moneter. Mesin ekonomi Suharto mulai berjalan sendiri dimotori oleh para konglomerat (dan putera2) , yang hanya mengejar keuntungan sebesarnya secepatnya, sambil mencuri uang pinjaman (yang tidak dikembalikan), Indonesia mulai gentayangan. Yang terkena krismon bukan hanya Indonesia, namun yang paling parah kena, adalah Indonesia. Malaysia sanggup bangkit tanpa suntikan IMF. Thailand dan Korea sanggup mengembalikan dana pinjaman. Dari pembangunan ekonomi makrto yang systematis, Indonesia bergerak menjadi negara Mafia dengan segelintir pengusaha, baik DN maupun LN yang memeras seluruh kekayaan alam dan SDM. Pemerintah menjadi sandra dari pengusaha2 yang tadinya menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi yang sekedar mengandalkan dana external, yang makin lama makin menjerat seluruh kehidupan ekonomi. Pinjaman dalam matauang keras, harus dibayar dengan hasil p�endapatan dalam rupiah yang nilainya merosot dari bulan ke bulan. Kami yang memonitor country risk Indsonesia dan mengalokasi dana pinjaman juga seperti duduk diatas bara. Maju salah mundur salah. Pengalaman untuk belajar cukup banyak. Tetapi risiko untuk mengulangi kesalahan juga tetap besar, karena pelaku2 ekonomi, yang sebagian ikut menjerumuskan Indonesia masih tetap main dipanggung. Presiden boleh silih berganti, namun bila kekuatan politik ekonomi yang mengerumuni penguasa tetap sama, dan selalu menggerogoti kekayaan negara, maka kans Indonesia memperbaiki ekonomi tetap minim. Ini terjadi di Amerika selatan. Mexiko. Argentina. Brasilia. Kolumbia. Dan banyak lagi lainnya. Ekonomi berada ditangan kelompok elitis oligarki, yang bagaikan gutita menguasai panggung ekonomi. Puluhan pemiliah umum datang dan pergi. Gubuk2 orang Indian tetap atau makin banyak. Gerilya bertempur terus versus pasukan pemerintah, main kucing2an. Entah sudah berapa lama. Ukuran kemakmuran Indonesia juga mudah dilihat: masihkan manusia harus hidup dipinggir rel kereta api diperumahan dari karton, yang di- gusur2 bagaikan sampah yang disapu? Agama hampir tak pernah mempunyai peranan dalam pembangunan ekonomi. Sebaliknya, hanya dipakai sebagai kedok untuk memobilisasi massa. mengapa? Perut kanak2 yang lapar dan berteriak minta makan pada ayah yang gemetar juga kelaparan dan tahu mau buat apa, adalah sama. Perut Islam. Perut Katholik. Perut Buddha. Perut Konghucu. Kalau ada ketidak adilan dan kezaliman, maka ini adalah ulah manusianya, bukan agamanya. Revolusi Perancis pecah karena ketidakadilan yang demikian kejam. Rakyat dari berbagai golongan, buruh, tani, pedagang, katholik, Protestant, Yahudi, dan yang lain2, bangkit. Kerajaan Louis ke XVI ditumbangkan. Raja dan permaisuri serta putera mahkota dipenggal kepala... Kita pernah mengalami pergolakan2. PRRI. Permesta. Aceh. Mereka bukan gerakan agama, namun gerakan melawan ketidakadilan. Salam RM D Hadinoto --- In [EMAIL PROTECTED], "Petter Taulan P" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > permasalahan negara kita semenjak jaman Suharto adalah permasalahan fungsi > alokasi keuangan negara dan strategi pertumbuhan ekonomi dgn lokomotif > swasta. > blue print strategi tsb kalau dianalogikan dengan bahasa awamnya adalah > dengan mendorong loko2 perekonomian di sektor MANUFAKTUR (baca:konglomerat) > dgn memberikan fasilitas sebesar2nya baik pendanaan, tanah, tenaga kerja, > pembelaan perlindungan hukum dll sehingga diharapkan bisa membawa efek > leverage ke masyarakat indonesia dalam bentuk kenaikan income per kapita. > but, > yang terjadi adalah sang Konglo semakin rakus dan tamak, semua fasilitas > disalah artikan dan disalah gunakan sehingga semua senang semua menang > peduli setan dengan kebanyakan rakyat Indonesia (baca buruh gembel,orang > item di papua sana,tanah rakyat yg dirampas,guru,petani dll) > diperparah dengan kecenderungan perekonomian rente dari awal 1990 yang > mengandalkan semata2 keuntungan dari sektor2 non produktif seperti beli > tanah, properti,proyek dalam skala besar2an. > > stages of development yang di tuang kan dalam bentuk REPELITA (Rencana > Pembangungan Lima tahun ) adalah ide brillian Suharto dan Team ekonominya > yang harus diakui adalah suatu rencana sistematis yang sangat baik dalam > membangun Indonesia memperbarui keterpurukan ekonominya. ditambah posisi > Indonesia sbg exportir Minyak kelas wahid. dimana hasilnya sebelum krisis > Indonesia termasuk kedalam negara yang disebut macan Asia. > > Namun yang mungkin saya sesali dan kritik adalah strategi stabilitas dalam > bentuk penyediaan HARGA MURAH (baca SEMBAKO yg dulu dikontrol BULOG ) yang > mungkin baik pada awalnya (5 tahun setelah era 66 dimana menjamin > ketersediaan SEMBAKO ditengah scarcity yg sangat tinggi ), namun setelah itu > kemanjaan yang didapat dan berakibat boomerang bagi peningkatan taraf hidup > para petani Indonesia yang notabene pada era 70-80 ke awal 90- apalagi > sekarang 2000 yang semakin terpuruk (ditambah dgn gula senlundupan,pupuk > ,beras selundupan dll)--===dimana kebijakan harga murah ini ternyata > membunuh petani perlahan2 sepertinya petani lah yang bahkan menyubsidi hidup > kita....(can u imangine what kind of world is that? )...dan itu walaupun > diketahui oleh pemerintah kita tetap dijalankan sampai sekarang karena daya > beli masyarakat kita terlanjur ambruk kembali setelah dihantam krisis > moneter... > > HAL ini adalah seperti suatu lingkaran setan sekarang ini....ditambah > ancaman defisit negara dan lackof funding dari negara kita due to the > increasing debt and raising oil price which directly push the inflation > (called cost push inflation) which has multiply effect in decreasing > people's purcahasing power, yang mana sedang disiasati dgn pembiayaan > melalui penerbitan surat utang negara called obligasi pemerintah dan > penjualan asset. > > ====== > Yang diperlukan adalah suatu Stages of Development kembali yang bisa > disusun secara integratif oleh guru2 besar ekonomi baik yang beraliran > DEPOK-BERKELEY maupun JOGYAKARTA( yang kalo diterangkan disini bisa > berbusa - busa gue dan mungkin dianggep sok tahu..), namun yang jelas > rencana tersebut bukan cuma untuk dilakukan cuma dalam jangka waktu 5 tahun > atau 10 tahun saja--> tapi hal ini berhadapan dengan sistem pemerintahan > kita sekarang bisa berganti2 sebelum beres kerjaannya ------ ***thanks to > fungsi independent Bank Indonesia yang memberikan contoh bagaimana > pengelolaan moneter harus jauh dari fungsi politik , dan ini bisa dijadi kan > contoh*** > > Stages dan strategies tersebut mungkin bisa sangat beragam baik dari > perekonomian budaya maupun strategi pendidikan > > kata kuncinya Learn from the past , from the friend and from the foe. > > ====== > > tapi saya yakin apabila ada satu menko perekonomian atau guru besar kita > yang idenya diterima semua kalangan dan semua pemerintahan---dia akan > dipakai terus seperti Federal Reserves Chairman Alain Greenspan yang dari > masa Reagan samapai sekarang tetap terpakai----untuk melanjutkan blue print > perekonomian tsb. > > ====== > of course semua rencana itu membutuhkan dukungan semua pihak (dalam bentuk > pembagian dan alokasi serta tanggung jawab), luar maupun dalam, Islam > kristen katolik budha hindu konghucu atheis yahudi Jawa non Jawa bahkan > amerika serikat dan sekutu ekonomi terdekat kita Jepang (yang dana mereka > cuma memberikan yield 0%!!! kalau ditanam dinegara mereka sendiri jadi bisa > kita pake lha ...) > dan bagi orang gak perlu berteriak2 agama di negara ini takut ditindas > karena kalau negara ini makmur maka Islam juga akan makmur, Islam makmur > yang kristen juga aman > > > ====== > udeh dulu ah entar diketawain mantan guru gw yang galak si anwar nasution > lagi guwe > > ;;mungkin bersambung > > > > ptP > [EMAIL PROTECTED] > > > ----- Original Message ----- > From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]>; <ekonomi- [EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Tuesday, September 21, 2004 5:44 PM > Subject: [SPAM] - Re: [ppiindia] Bagaimana Cara Mandiri ? Re: Negara > Agraris Tanpa Komoditas Andalan? - Email found in subject > > > > Bung Redd, > > Sebenarnya mengajukan proposal ekonomi itu porsinya para ekonom seperti > Bung Soni dan bung Rizal Ramli. Soalnya kalau Nizami ini siapa sih...? SBY > mau pun inner circle-nya tidak pada kenal...:) > > > > Tapi kalau memang mau rame2, boleh juga ikutan. > > Pembukaan lahan perkebunan/peternakan untuk memenuhi kebutuhan bangsa > Indonesia harus dilakukan, karena selain menghemat devisa juga bisa membuka > lapangan pekerjaan. > > Pembuatan kapal nelayan akan membuka lapangan kerja bagi pekerja kapal, > mau pun para nelayan. > > Pembangunan 2 juta rumah murah untuk rakyat untuk membuka lapangan > kerja dan tempat tinggal yang layak bagi rakyat. > > > > Negara bisa bekerjasama dgn swasta dapat menjadi induk yang memasarkan > hasil produk para petani dan nelayan kita. > > > > Wassalam > > > > > > redd13550 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Nizami yg baik, > > > > Potensi ekonomi yg dimiliki indonesia memang tidak pernah > > terbantahkan sejak dahulu kala. Namun persoalan ekonomi tentunya > > tidak bisa dilepaskan dari persoalan politik. YG menjadi persoalan > > skg adl apakah masyarakat indonesia akan membiarkan kekayaan alamnya > > itu dimiliki org lain atau diabdikan utk kepentingan masyarakat > > indonesia sendiri. Dan utk itu aku pikir sudah saatnya kita yg > > mengajukan visi dan misi ini ke presiden baru. Bukan sebaliknya. > > > > > > Salam > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Jumlah penduduk Indonesia ada 220 juta jiwa. Ini adalah pasar ke 4 > > terbesar di dunia. > > > Seandainya setiap penduduk menghabiskan Rp 100 ribu per tahun untuk: > > > 1. Beras > > > 2. Gula > > > 3. Kedelai > > > 4. Ayam > > > 5. Sapi > > > > > > Maka ada pasar senilai Rp 20 trilyun lebih untuk tiap produk > > tersebut. Bagaimana caranya agar Indonesia bisa memenuhi kebutuhan > > dalam negerinya sendiri secara mandiri? > > > > > > Pupuk bahannya tidak perlu dari luar, cukup pakai kotoran > > kerbo/sapi yang dulu biasa disebut pupuk kandang. > > > > > > Mudah2an presiden Indonesia yang baru, SBY, punya visi dan misi > > yang jelas untuk itu. > > > > > > Salam > > > Agus Nizami > > > > > > > > > rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Bagaimana nihh pakar2 kita dibidan agrikultiral? mBah soel dan > > adik2 > > > yang belajar dibidang ini? benarkah? > > > > > > Salam > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

