Beberapa tulisan saya mengarah-arah ke situ-situ sejak tahun 2002, sebagian sudah saya upload ke http://www.geocities.com/wd_widodo/ atau yang terkait dengan pendidikan di: http://www.geocities.com/denggleng/ Mas. Atau beberapa masih nyangkut di web-file-nya [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
Monggo saja bila berkenan ngeklik.... Yang jelas, negeri ini punya andalan modal besar, berupa lahan, kesesuaian iklim untuk berbagai produk pertanian penting dunia (terutama rempah, stimulan dan oil-crops) dan yang lebih penting lagi "tenaga kerja". Tenaga kerja yang semula jadi TKI gelap di M'sia, seharusnya bisa dikerahkan di negeri sendiri, dengan meningkatkan upah yang mereka terima. Paling tidak menyamai upah di M'sia. --> tinggal pertanyaannya siapa yang mau dan bersedia? - Tentu pemerintah mutlak ber- peran. Tanpa pemerintah aktif dan berkemauan politik positip demi kepentingan negara, mustahil. Permasalahan utama pertanian negeri ini adalah: 1. petani berbasis tanaman hanya punya 0.26 - 0.33 hektar lahan usaha per kapita. 2. jumlah petani masih cukup besar, meskipun faktual sudah kalah dibanding sektor non pertanian ---> mengakibatkan subsidi yang "teramat besar" bila diterapkan oleh pemerintah. Jadi harus ada pengorbanan dan perombakan mendasar tentang masalah lahan usaha yang efektif ekonomis. (Saya pernah menghitung, petani sawah dengan lahan 2.5 hektar baru berpenghasilan bersih sekitar Rp 600.000/bulan yang setara dengan UMR DKI 2002. Kalau ingin berpenghasilan separti guru besar di Indonesia yang 2.5an juta, perlu lahan usaha padi sedikitnya 10 hektar. Bayangkan dengan lahan yang hanya 0.26 - 0.33 hektar) 3. petani berbasis perikanan (penangkapan ikan) atau nelayan... rata-rata hanyalah tenaga buruh para tauke kapal nelayan. untuk kelautan dan perikanan agar maju, usahakan nelayan pemilik kapal dan organisasi nelayan pengolah (pengawet) dan pemasar ikan yang baik. Tanpa itu, ya hanya pantas jadi artikel-2 di surat kabar...;p. 4. dunia penelitian dan pengembangan pertanian kita kini terlalu didominasi oleh "ilmu-ilmu ghaib". Ya, masalah sitogenetika dan biomolekuler. Terakhir malah balai yang dulu urusannya tanaman obat-rempah-industri, juga pangan, saya dengar-dengar mau membikin terong, kacang tanah dan tomat atau apa gitu yang transgenik. Padahal masalah utama Indonesia masih berkutat pada ketahanan dan keman- dirian pangan nasional. Berupa sumber karbohidrat. Penelitian harusnya diuarahkan pada komoditas-2 pangan pokok, sumber protein nabati (kekacangan) yang mencakup sistem budidaya dan produksinya. Bukan ke ilmu-ilmu ghaib-nya. Sebab itu mahal biayanya, belum tentu dapat dimanfaatkan di lapangan apalagi oleh petani (mungkin ada yang heran ada kenyataan seorang peneliti jagung bisa memperoleh dana 125 juta untuk luasan tanaman hanya 0.25 hektar.... jadi berapa hektar kalau itu dikelola oleh petani jagung? -- masalah penelitian jagung itu, sayang beresensi pula 'bioteknologi dan DNA'). Penelitian-penelitian seperti itu hanya memperbesar "pabrik-pabrik alat dan kit serta protokolnya belaka". 5. Indonesia adalah bangsa kekurangan gizi protein hewani. 6. dan masih banyak lagi yang sebenarnya bisa diupayakan dengan kemauan politik positip pemerintah dan peran serta seluruh komponen bangsa yang peduli kepada pertanian. (saya buka milis sejak 1999 berjudul [EMAIL PROTECTED], nyatanya juga nggak laku... hehehehe kalah laku dibanding dengan [EMAIL PROTECTED] yang lebih cengengesan). Dan harus disadari bahwa sekarang ini negara Indonesia sudah bukan negara agraris! Sebab jumlah populasi petani tinggal sekitar 48%, non pertaniannya sudah 52%. Masalahnya adalah petani kita yang cenderung miskin karena keter- batasan lahan usaha. Maka harapan saya mudah-mudahan SBY sebagai presiden yang pernah kuliah (program khusus) di IPB dapat dan harus mengusahakan tim kabinet yang lebih besar lagi komitmennta kepada pembangunan pertanian nasional. Masih amat banyak ketertinggalan sekaligus potensial bangsa ini di sektor pertanian dibandingkan negara- negara lain yang sebetulnya kurang seberuntung Indonesia dalam kekayaan SDA. pareng, mBah Soel --------------------------------- http://www.geocities.com/soeloyo/ > rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bagaimana nihh pakar2 kita dibidan agrikultiral? mBah soel dan adik2 > yang belajar dibidang ini? benarkah? > > Salam > > RM D Hadinoto > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

