mBah Soel, et al, kalo apa-apa nunggu gov, saya nomer satu yang cenderung pesimis, orang kita tahu sendiri model birokrat-politisinya. dan saya sampe detik ini masih yakin tak bakal efektif biar 10 tahun kedepan bila tak dimulai dari sektor-bersih artinya rakyat sendiri dilibatkan, tanpa dana-dana 'politis' gov. memang kita ya mesti puas dulu bisa secara 'gurem' bikin pilot projects pribadi (kalo kebanyakan, istri bisa 'ngroweng' dana-domestik sedikit katut ya) sementara upaya itu masih part-time. tapi kalo ada dukungan 'netral', tanpa disunati, lain lagi bakal ceritanya. gak usah nunggu pension pun kita bisa jadi pilih full berdayakan rakyat. sasaran garapan ada banyak kok di network kami. hayo gimana ? salam-mikro (bosen bual makro)
--- In [EMAIL PROTECTED], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mbah, > Seandainya petani hanya punya 1 hektar, tapi mereka juga miara sapi/kambing/ayam/bebek, serta beternak ikan, bisa tidak mereka hidup layak? > Kira2 berapa penghasilan mereka? > > mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Beberapa tulisan saya mengarah-arah > ke situ-situ sejak tahun 2002, > sebagian sudah saya upload ke > http://www.geocities.com/wd_widodo/ atau > yang terkait dengan pendidikan di: > http://www.geocities.com/denggleng/ > Mas. Atau beberapa masih nyangkut > di web-file-nya [EMAIL PROTECTED] > atau [EMAIL PROTECTED] > > Monggo saja bila berkenan ngeklik.... > Yang jelas, negeri ini punya andalan > modal besar, berupa lahan, kesesuaian iklim > untuk berbagai produk pertanian penting > dunia (terutama rempah, stimulan dan oil-crops) > dan yang lebih penting lagi "tenaga kerja". > Tenaga kerja yang semula jadi TKI gelap di > M'sia, seharusnya bisa dikerahkan di negeri > sendiri, dengan meningkatkan upah yang mereka > terima. Paling tidak menyamai upah di M'sia. > --> tinggal pertanyaannya siapa yang mau > dan bersedia? - Tentu pemerintah mutlak ber- > peran. Tanpa pemerintah aktif dan berkemauan > politik positip demi kepentingan negara, > mustahil. > > Permasalahan utama pertanian negeri ini adalah: > 1. petani berbasis tanaman hanya punya 0.26 - 0.33 > hektar lahan usaha per kapita. > 2. jumlah petani masih cukup besar, meskipun faktual > sudah kalah dibanding sektor non pertanian > ---> mengakibatkan subsidi yang "teramat besar" bila > diterapkan oleh pemerintah. Jadi harus ada pengorbanan > dan perombakan mendasar tentang masalah lahan usaha > yang efektif ekonomis. (Saya pernah menghitung, > petani sawah dengan lahan 2.5 hektar baru berpenghasilan > bersih sekitar Rp 600.000/bulan yang setara dengan > UMR DKI 2002. Kalau ingin berpenghasilan separti guru > besar di Indonesia yang 2.5an juta, perlu lahan > usaha padi sedikitnya 10 hektar. Bayangkan dengan lahan > yang hanya 0.26 - 0.33 hektar) > > 3. petani berbasis perikanan (penangkapan ikan) atau > nelayan... rata-rata hanyalah tenaga buruh para tauke > kapal nelayan. untuk kelautan dan perikanan agar maju, > usahakan nelayan pemilik kapal dan organisasi nelayan > pengolah (pengawet) dan pemasar ikan yang baik. Tanpa > itu, ya hanya pantas jadi artikel-2 di surat kabar...;p. > > 4. dunia penelitian dan pengembangan pertanian kita kini > terlalu didominasi oleh "ilmu-ilmu ghaib". Ya, masalah > sitogenetika dan biomolekuler. Terakhir malah balai yang > dulu urusannya tanaman obat-rempah-industri, juga pangan, > saya dengar-dengar mau membikin terong, kacang tanah dan > tomat atau apa gitu yang transgenik. Padahal masalah > utama Indonesia masih berkutat pada ketahanan dan keman- > dirian pangan nasional. Berupa sumber karbohidrat. Penelitian > harusnya diuarahkan pada komoditas-2 pangan pokok, sumber > protein nabati (kekacangan) yang mencakup sistem > budidaya dan produksinya. Bukan ke ilmu-ilmu ghaib-nya. > Sebab itu mahal biayanya, belum tentu dapat dimanfaatkan > di lapangan apalagi oleh petani (mungkin ada yang heran > ada kenyataan seorang peneliti jagung bisa memperoleh > dana 125 juta untuk luasan tanaman hanya 0.25 hektar.... > jadi berapa hektar kalau itu dikelola oleh petani > jagung? -- masalah penelitian jagung itu, sayang beresensi > pula 'bioteknologi dan DNA'). Penelitian-penelitian > seperti itu hanya memperbesar "pabrik-pabrik alat dan > kit serta protokolnya belaka". > > > 5. Indonesia adalah bangsa kekurangan gizi protein hewani. > 6. dan masih banyak lagi yang sebenarnya bisa diupayakan > dengan kemauan politik positip pemerintah dan peran serta > seluruh komponen bangsa yang peduli kepada pertanian. > (saya buka milis sejak 1999 berjudul [EMAIL PROTECTED], > nyatanya juga nggak laku... hehehehe kalah laku dibanding > dengan [EMAIL PROTECTED] yang lebih cengengesan). > > Dan harus disadari bahwa sekarang ini negara Indonesia > sudah bukan negara agraris! Sebab jumlah populasi petani > tinggal sekitar 48%, non pertaniannya sudah 52%. Masalahnya > adalah petani kita yang cenderung miskin karena keter- > batasan lahan usaha. > > Maka harapan saya mudah-mudahan SBY sebagai presiden > yang pernah kuliah (program khusus) di IPB dapat dan > harus mengusahakan tim kabinet yang lebih besar lagi > komitmennta kepada pembangunan pertanian nasional. > Masih amat banyak ketertinggalan sekaligus potensial > bangsa ini di sektor pertanian dibandingkan negara- > negara lain yang sebetulnya kurang seberuntung > Indonesia dalam kekayaan SDA. > > pareng, > > mBah Soel > --------------------------------- > http://www.geocities.com/soeloyo/ > > > rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bagaimana nihh pakar2 kita dibidan agrikultiral? mBah soel dan > adik2 > > yang belajar dibidang ini? benarkah? > > > > Salam > > > > RM D Hadinoto > > > > > > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com > ********************************************************************** ***** > ______________________________________________________________________ ____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > Bacalah artikel tentang Islam di: > http://www.geocities.com/nizaminz > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > vote.yahoo.com - Register online to vote today! > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

