Menurut saya, sebaiknya Indonesia belajar pada Thailand dan Malaysia. Sebab bagaimana pun, ternyata mereka lebih kaya dari kita (Thailand 2x, sementara Malaysia 3x), meski kemampuan tidak jauh berbeda.
Kalau kita mencoba meniru Jepang atau AS, bagus sih bagus. Tapi apa mampu? AS dan Jepang sudah mampu membuat mobil, pesawat, kapal, TV, Kulkas, Kamera, AC, dll, yang bukan cuma dijual di dalam negeri, tapi juga dijual ke seluruh dunia. Mereka juga mendirikan berbagai perusahaan minyak dan gas yang menyerap kekayaan alam dari seluruh dunia. Nah jika kita bisa seperti itu, kita bisa makmur seperti AS dan Jepang. Tapi jika tidak, tiru saja saudara dekat kita dulu. Tidak mungkin kita menyuruh para petani kita ganti profesi jadi buruh pabrik mobil misalnya. Ini perlu proses pendidikan yang panjang (padahal sekarang sekolah mahalnya minta ampun). Yang diperlukan adalah, bagaimana kita bisa mandiri di bidang pangan. Toh di AS, Jepang, dan Eropa, para petani juga masih disubsidi. Agar tidak terlalu miskin, petani kita minimal punya 1 hektar sawah. Mudah2an kita bukan cuma mandiri, tapi bisa mengekspor pangan seperti Thailand. Wassalam --- mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Weeeeh, menarik nih. Rupanya saya memperoleh > pandangan-pandangan baru justru di ppiindia.... > Kebetulan... kebetulan aku masih dijadikan > pengampu mata kuliah yang betul-betul di luar > jauuuuh sekali dengan bidang akademikku, yang > Pomology dan Viticulture. Aku terpaksa mengampu > mata kuliah Kewirausahaan Hortikultura yang > pengampunya sedang kuliah ke Aussie. (sekarang > tak tinggal 11 bulan, dipegang oleh ketua PS, > dengan buku pegangan tulisanku.... hehehe, > wong tani nulis buku enterpreneurship.... opo > nggak ngawur iku?) > > Untuk sedikit memberi arah pada kita dalam > merembug cara memandirikan negeri "agraris" > yang katanya tanpa komoditas andalan ini, > mari perhatikan sekelumit data tahun (2003) > yang dipajang di http://www.bartleby.com/ > berikut mulai yang paling "nggilani" kayanya > dan nggilani besarnya. Mulai dari USA sampai > India. Kita masih setingkat di bawah India dari > 6 negeri berikut dalam GDP, GDP-real growth rate > (GRGR), Purcashing Power Parity/caput (PPP), > dan kita sudah melewati Thailand dalam ke-agrarisan > populasi. > GDP-GRGR-PPP/caput: > USA Jpn Mal Thai Ina > Ind > GDP (USD) 10.4 T 3.55 T 210 B 429 B 663 B > 2.66 T > GRGR (%) 2.45 -0.3 4.2 5.2 3.5 > 4.3 > PPP (USD) 37,600 28,000 9,300 6,900 3,100 > 2,540 > > GDP-composition by sector (%) > USA Jpn Mal Thai Ina > Ind > Agric. 2.0 1.4 12.0 11.0 17.0 > 25.0 > Industry 18.0 30.9 48.0 40.0 41.0 > 25.0 > Service 80.0 67.7 48.0 49.0 42.0 > 50.0 > > Labor-composition by sector (%) > USA Jpn Mal Thai Ina > Ind > Agric. 2.4 5.0 16.0 54.0 45.0 > 60.0 > Industry 24.1 25.0 55.0 15.0 16.0 > 17.0 > Service 73.5 70.0 29.0 31.0 39.0 > 23.0 > --> > > Nah teman-teman, sederhananya kalau melihat besarnya > angka, cara memandirikan negeri agraris sudah jelas > arahnya, meniru langkah Malaysia agar semakin > mendekati > kondisi Jepang, sesama negeri kepulauan dan masih > kuat > menjaga tradisi perekonomiannya. Kalau bisa sih > seperti > USA ya, pemenuhan pangan, sandang dan papan yang > dari > sektor pertanian cukup hanya oleh 2% tenaga > kerjanya. > Itu pun sudah "turah-turah" sampai sebagian menjadi > senjata ekonomi untuk negeri-negeri rawan pangan, > seperti Rusia dan Timur Tengah...;p. > > Jangan meniru Thailand, yang masih banyak petaninya, > selama produk pertanian kita terlanjur kalah jauh > dengannya. Jangan ngotot pula bertahan seperti > India yang 60% tenaga kerjanya hanya menyumbang 25% > GDP. Padahal negeri itu sering rawan pangan. Maka, > hasil jerih payah 60% tenaga kerjanya itu selalu > tidak memperoleh apresiasi yang layak dari para > ahli dan "pengamat" perekonomiannya. Ya miriplah > dengan Indonesia. Yang awal tahun ini prestasi > pertumbuhan sektor pertanian berhasil mempertahankan > laju GDP, dianggap angin lalu oleh para yang > berwenang dan "tajam" penglihatan perekonomiannya. > Harus investasi-investasi, reformasi-perbankan, > deregulasi perundangan permodalan, fiskal.... > tariff.. > wissss, mumet wis.... akunya, yang cuman paham > cangkul-mencangkul dan pangkas memangkas anggur ini. > > Dengan sedikitnya agricultural-labor yang mampu > kasih makan secara nasional, dijamin deh, sektor > lainnya akan semakin membumbung dan mantap. Karena > hidupnya sektor pertanian yang "melaba" dan "me- > limpah" akan menggeret sektor industri (mulai dari > yang terkait pertanian hingga ke macem-macem...) > dan jasa. Terutama jasa pemasaran dan penyimpanan, > plus jasa komunikasi dan pendataan pertanian. > Kalaupun sektor ini perlu subsidi... toh jumlah > jiwanya sedikit, jadi makna subsidi akan signifikan. > Tak hanya sekedar bagi-bagi KREDIT USAHA TANI.... > yang malah mengundang manipulasi kaum tani berdasi > dan berpeci.... hihihihi. > > Dengan begitu, ringkasnya ya itu tadi: KURANGI > PETANI, dan perbanyak sektor usaha jasa. Dari > angka-angka di atas, KITA sudah memulainya.... > Sudah semakin mendekati Malaysia. Tinggal > memperhalus > lagi metode dan strateginya. Pertama, bagaimana > menyeimbangkan beban ekonomi dan ekologi dari > P. Jawa yang hanya 7% daratan Indonesia itu agar > tidak harus menyangga 40% sawah dan 60% populasi > yang semangkin terlihat serakah... karena kurangnya > jatah yang bisa dibagikan. > > Nah, demikian tanggapan saya atas wacana BAGAIMANA > CARA MANDIRI ini. > "loro telu - papat limo enem; parine lemu-lemu > tanine ayem-ayem" > > --mbahsoeloyo-- > http://www.geocities.com/soeloyo/ > > > ===== Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.geocities.com/nizaminz __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses. http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

