Setuju !!!

Tapi sudah siap nggak SDM nya.

Jangan sampai terjadi seperti suatu BUMN yang bergerak 
dalam bidang pelayaran, mereka tidak mau mencari order, 
tapi menyewakan kapalnya ke pengusaha di Singapura. Dan 
orang Singapura ini yang kemudian keliling Indonesia 
mengangkut produk-produk ekspor dari Indonesia.

Mereka dapet 1000, kita dapet 100

Untuk menyaingi Singapura, kita bisa lakukan terobosan 
dengan membuat pelabuhan di Kalimantan Timur menjadi 
pelabuhan Internasional.
Laut cukup dalam untuk kapal-kapal besar,. Jika fasilitas 
disana dibuat sedemikian rupa, maka kapal-kapal dari 
Jepang, Filipina akan lebihmudah lewat disana daripada ke 
Singapura kemudian melalui selat Malaka yang semakin 
padat.


On Thu, 23 Sep 2004 03:37:10 -0000
  "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Weeeeh, menarik nih. Rupanya saya memperoleh
> pandangan-pandangan baru justru di ppiindia....
> Kebetulan... kebetulan aku masih dijadikan
> pengampu mata kuliah yang betul-betul di luar
> jauuuuh sekali dengan bidang akademikku, yang
> Pomology dan Viticulture. Aku terpaksa mengampu
> mata kuliah Kewirausahaan Hortikultura yang 
> pengampunya sedang kuliah ke Aussie. (sekarang
> tak tinggal 11 bulan, dipegang oleh ketua PS,
> dengan buku pegangan tulisanku.... hehehe,
> wong tani nulis buku enterpreneurship.... opo
> nggak ngawur iku?)
> 
> Untuk sedikit memberi arah pada kita dalam
> merembug cara memandirikan negeri "agraris"
> yang katanya tanpa komoditas andalan ini,
> mari perhatikan sekelumit data tahun (2003)
> yang dipajang di http://www.bartleby.com/
> berikut mulai yang paling "nggilani" kayanya 
> dan nggilani besarnya. Mulai dari USA sampai 
> India. Kita masih setingkat di bawah India dari
> 6 negeri berikut dalam GDP, GDP-real growth rate
> (GRGR), Purcashing Power Parity/caput (PPP),
> dan kita sudah melewati Thailand dalam ke-agrarisan
> populasi. 
> GDP-GRGR-PPP/caput:
>           USA     Jpn     Mal     Thai    Ina     Ind
> GDP (USD) 10.4 T  3.55 T  210 B    429 B   663 B  2.66 T
> GRGR (%)   2.45    -0.3   4.2      5.2     3.5    4.3
> PPP (USD) 37,600 28,000   9,300    6,900   3,100  2,540
> 
> GDP-composition by sector (%)
>           USA     Jpn     Mal     Thai    Ina     Ind
> Agric.     2.0      1.4    12.0    11.0    17.0    25.0 
> Industry  18.0     30.9    48.0    40.0    41.0    25.0
> Service   80.0     67.7    48.0    49.0    42.0    50.0
> 
> Labor-composition by sector (%)
>           USA     Jpn     Mal     Thai    Ina     Ind
> Agric.     2.4     5.0    16.0     54.0    45.0    60.0
> Industry  24.1    25.0    55.0     15.0    16.0    17.0
> Service   73.5    70.0    29.0     31.0    39.0    23.0
> -->
> 
> Nah teman-teman, sederhananya kalau melihat besarnya
> angka, cara memandirikan negeri agraris sudah jelas
> arahnya, meniru langkah Malaysia agar semakin mendekati
> kondisi Jepang, sesama negeri kepulauan dan masih kuat
> menjaga tradisi perekonomiannya. Kalau bisa sih seperti
> USA ya, pemenuhan pangan, sandang dan papan yang dari
> sektor pertanian cukup hanya oleh 2% tenaga kerjanya.
> Itu pun sudah "turah-turah" sampai sebagian menjadi
> senjata ekonomi untuk negeri-negeri rawan pangan,
> seperti Rusia dan Timur Tengah...;p.
> 
> Jangan meniru Thailand, yang masih banyak petaninya,
> selama produk pertanian kita terlanjur kalah jauh
> dengannya. Jangan ngotot pula bertahan seperti
> India yang 60% tenaga kerjanya hanya menyumbang 25%
> GDP. Padahal negeri itu sering rawan pangan. Maka,
> hasil jerih payah 60% tenaga kerjanya itu selalu
> tidak memperoleh apresiasi yang layak dari para
> ahli dan "pengamat" perekonomiannya. Ya miriplah
> dengan Indonesia. Yang awal tahun ini prestasi 
> pertumbuhan sektor pertanian berhasil mempertahankan
> laju GDP, dianggap angin lalu oleh para yang 
> berwenang dan "tajam" penglihatan perekonomiannya.
> Harus investasi-investasi, reformasi-perbankan,
> deregulasi perundangan permodalan, fiskal.... tariff..
> wissss, mumet wis.... akunya, yang cuman paham
> cangkul-mencangkul dan pangkas memangkas anggur ini.
> 
> Dengan sedikitnya agricultural-labor yang mampu
> kasih makan secara nasional, dijamin deh, sektor
> lainnya akan semakin membumbung dan mantap. Karena
> hidupnya sektor pertanian yang "melaba" dan "me-
> limpah" akan menggeret sektor industri (mulai dari
> yang terkait pertanian hingga ke macem-macem...)
> dan jasa. Terutama jasa pemasaran dan penyimpanan,
> plus jasa komunikasi dan pendataan pertanian.
> Kalaupun sektor ini perlu subsidi... toh jumlah
> jiwanya sedikit, jadi makna subsidi akan signifikan.
> Tak hanya sekedar bagi-bagi KREDIT USAHA TANI....
> yang malah mengundang manipulasi kaum tani berdasi
> dan berpeci.... hihihihi.
> 
> Dengan begitu, ringkasnya ya itu tadi: KURANGI
> PETANI, dan perbanyak sektor usaha jasa. Dari
> angka-angka di atas, KITA sudah memulainya....
> Sudah semakin mendekati Malaysia. Tinggal memperhalus
> lagi metode dan strateginya. Pertama, bagaimana
> menyeimbangkan beban ekonomi dan ekologi dari
> P. Jawa yang hanya 7% daratan Indonesia itu agar
> tidak harus menyangga 40% sawah dan 60% populasi
> yang semangkin terlihat serakah... karena kurangnya
> jatah yang bisa dibagikan.
> 
> Nah, demikian tanggapan saya atas wacana BAGAIMANA
> CARA MANDIRI ini.
> "loro telu - papat limo enem; parine lemu-lemu
> tanine ayem-ayem"
> 
> --mbahsoeloyo--
> http://www.geocities.com/soeloyo/
> 
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. 
>Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared 
>Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA 
>(kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
>dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: 
>[EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 

===========================================================================================
"Gabung INSTANIA, dapatkan XENIA. Daftar di www.telkomnetinstan.com, langsung dapat 
akses Internet Gratis..
Dan ..ikuti "Instan Smile" berhadiah Xenia,Tour S'pore, Komputer,dll, info hub : 
TELKOM Jatim 0-800-1-467826 "
===========================================================================================


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke