Ya, saya pikir konteks sepenggal tulisan Mbak Lina itu bukan hitung2an
dalam berbuat baik, melainkan memperbaiki landasan perbuatan baik tsb.
Sama seperti kata2 Mas Tony, anda boleh tidak sependapat dg kami,
tetapi bagi saya segi positif dalam meluruskan niat suatu amalan
antara lain adalah menjaga kebaikan nilai amalan itu sendiri. Misalnya
menghindarkan asumsi bahwa uang hasil korupsi asal disumbangkan akan
dihargai sbg kebaikan dari Tuhan.

Mungkin ada perbedaan persepsi atas definisi "amalan" bagi FT dan
kami. Setahu saya, CMIIW, kata amal itu artinya "perbuatan", makanya
ada amal sholeh (perbuatan baik) dan amal munkar (perbuatan jahat).
Kelihatannya sdr. FT mendefinisikan amal sebagai amal baik saja
sehingga mengatakan "Amal pasti keluar dari hati tulus."
Ini bedanya, karena bagi muslim, amal itu bisa menjadi amalan baik
atau sia2 tergantung juga dari niatannya (mis. mau menolong atau spy
dipilih lagi dalam pemilu? ;) ).
 
Kalau soal tiket masuk surga, saya rasa agama semit mempunyai patron
yang sama. Dikalangan umat Islam, dipercaya bahwa yang bisa menjamin
masuk surga adalah ridho Allah SWT. Di agama Kristen, adalah mengakui
penebusan dosa oleh Jesus. Sah2 saja, sama sahnya dg menganggap bahwa
hanya satu agama yang benar. Asal jangan dipaksakan ke orang lain atau
berbuat tidak adil pada orang lain yg tidak sependapat.

just my two-cent,

fau


--- In [email protected], tony picasso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bukan begitu Free Thinker (FT), nampaknya anda kurang paham yg mbak
Lina maksudkan.  Menurut kepercayaan kami (mungkin berbeda sekali dg
yg anda percayai atau anut), diterimanya amal itu atau tdk dimata
Allah SWT, di tentukan dg niatannya.  Niat yg tulus semata-mata krn
Allah SWT baru akan membuahkan hasil yg baik, itu yg kami percayai. 
Anda boleh tdk sependapat dg kami, dan merupakan hak anda 100 persen,
apalagi memandang kita berbeda kepercayaan, adalah suatu hal yg lumrah
dan wajar.  Sekali lagi amal perbuatan (bagi kaum Muslimin) ditentukan
oleh niat (yg baik, ikhlas dan semata-mata krn Allah SWT tentunya),
tanpa ini kami percaya (you don't have to) amal ibadah kami akan
sia-sia, makanya mbak Lina bilang,"betapa meruginya orang beramal
sebaik apapun kalau dihatinya ada kemusyrikan, kemunafikan dan
penyakit hati lainnya".  Contoh sederhana, katakanlah saya ini telah
menolong beberapa anak2 yg kena busung lapar, saya menolong mereka
sampai sehat kembali spt layaknya anak2 sehat,
>  disini saya tlh banyak korbankan waktu, keuangan dll.  Suatu
perbuatan mulia bukan? dan merupakan amal yg baik, tapi ternyata saya
ini punya latar belakang tertentu dlm melakukan segala amal tsb, saya
ingin dg begini akan membuat saya tersohor, atau dpt dikagumi oleh
tetangga saya dan menjadikan saya sbg contoh tauladan yg hrs ditiru,
sampe kalo mereka buka kamus dan melihat kata "tauladan" gambar/foto 
saya akan ada dlm kamus tsb.  Amalan yg spt ini buat kami adalah
SIA-SIA, krn NIATnya saja sdh jelek.  Memang saya (mungkin) akan
mendapatkan banyak pujian dr tetangga2 saya tapi dimata Allah SWT,
amalan saya tdk berarti apa-apa, dan MERUGILAH saya!!!
> Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Buat Lina,amal itu harus
kembali berguna kepada
> dirinya sendiri. Harus bisa dihitung untung-ruginya,
> bisa jadi tiket untuk dirinya supaya bisa lolos dari
> neraka.
> 
> Buat saya  (dan mungkin Danardono) amal, ya amal saja.
> Yang pasti, amal sih ga bakal keluar dari hati yang
> musyrik atau munafik. Amal pasti keluar dari hati yang
> tulus. Kalau buat Danardono, contoh amal yang paling
> gampang dilihat adalah amalan Bunda Teresa. Dan buat
> saya, orang yang saya kagumi Romo Mangun.  
> 
> Atau, teman saya seorang Amerika agnostic, yang secara
> spontan menyumbang untuk korban Tsunami di Aceh, tanpa
> mau namanya disebutkan. 
> 
> Amal yang ga dihitung-hitung yang akan membuat bumi
> ini damai. Amal yang datang dari hati yang tulus,
> nggak peduli apa agamanya. 
> 
> Disinilah perbedaan prinsipil bagaimana seseorang
> memaknai amal.Buat saya, beramal tidak akan merugi. 
> 





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke