Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Sekali lagi perlunya memisahkan agama sebagai ajaran or prinsip dengan manusia,
yang dapat membuat agama sebagai alat. Agama tidak bisa memperalat dirinya.
Hanya manusia yang bisa memperalat segala sesuatu.
Agama adalah sesuatu, sedang watak manusia yang bobrok adalah sesuatu yang
lain. Kebenaran inheren pada agama tidaklah dapat dihapuskan atau sirna oleh
kezaliman para penganutnya. Kebenaran itu tetap, meski segala sesuatu lainnya
berlangsung seakan-akan kebenaran itu tak pernah ada.
DH: Benar sekali,mBak. Agama agama mempunyai kebenaran, yang disajikan berbeda
karena lingkaran budaya dan sejarah yang berbeda.
kebenaran ini tetap. manusia yang tak mampu memahami dan mengamalkan kebenaran
ini.
Seringkali kita saksikan disekolah, bahwa sedikit sekili teman sekelas yang
benar benar mampu memahami mathematics. Salahkah mathematics itu? Tidak kan?
Tetapi mengapa sebagian besar teman sekelas tak mampu mencernakannya?
Nah inilah yang terjadi. Bangsa ini menyandang agama (Islam misalnya) sudah
entah berapa lamanya, sudah zaman penjajahan, sampai kini. Lebih dari 300
tahun. Isi ajaran tetap, karena tak diubah. Tetapi kenyataan juga tetap, moral
bangsa yang amburadul, yang membuahkan kemiskinan dan keterbelakangan kita.
-------------
Kebodohan merupakan suatu yang 'bathil' (dalam istilah AlQur'an) yang berarti
"kekosongan" atau "khayalan". "Kekosongan" tidaklah memiliki substansi, dan
"khayalan" adalah kabut yang akan menghilang oleh cahaya matahari.
DH: Benar mBak. Sidharta mengajarkan, ratusan tahun sebelum nabi Muhammad dan
Yesus, bahwa sumber kesengsaraan adalah ketidaktahuan (ketidakfahamanan). Juga
ketidaktahuan akan ajaran yang lain, hanya menguasai agama kita, yang kita duga
telah kita fahami, membuat bangsa ini gontok gontokan.
-------------------
Agama universal mengajarkan kapan perlu humanity, kapan perlu perang, kapan
perlu benci, kapan begini dan kapan begitu. Proporsional.
DH: saya agak berbeda pendapat mBak. Sidharta mengajarkan, misalnya,
kesempurnaan bathin akan kita capai, kalau kita membebaskan diri dari naluri
duniawi yang tidak jernih, antara lain kebencian. Kedengkian, kekerasan,
keserakahan. Perang, adalah akibat dari ketamakan manusia, bukan hal yang perlu
dianjurkan. Perang akan selalu terjadi, selama manusia menganggap kekerasan
adalah jalan terbaik, dan adalah wujud keAKUan yang paling nyata.
KeAKUan takkan membawa kita pada kesempurnaan bathin.
-------------------
Jadi, saya hanya merasa kasihan kepada orang-orang yang mengatakan
religion is sucks.
DH: Saya juga tak sependapat.
Tetapi mungkin ada baiknya, menanyakan dengan tepat, apa yang dimaksud disini.
Mungkin dimaksud, agama yang di-gotong gotong hanya membawa kenyataan yang tak
kondusif di Indonesia: Poso, Maluku, Sampit. Dll.
Salam
Danardono
Kita menjalani kehidupan dengan apa yang
kita peroleh, tetapi kita menciptakan
kehidupan dengan apa yang kita berikan.
(Winston Churchill)
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/