Mbak kalau aku memandangnya begini,
Karena fatwa MUI bersifat tidak mengikat secara hukum, gak relevan 
pula kalau dihubung-hubungkan ke pembukaan UUD yang mengikat secara 
hukum. Ini soal FATWAnya.

Aku pikir yang membuat hal ini menjadi heboh ketika dah masuk ke 
masalah PRAKTIS karena JIL and the gang termasuk GD yang pendapatnya 
gak (bakal) digubris sama SBY (pemerintah). Barisan sakit hati?
Dah...biarin aja di godok di DPR sono deh...Dari dulu ahmadiyah dah 
dianggap sesat kok? dulu dah pernah diributin kok...ngapain lagi 
sekarang meributkan hal yang sama. Nelen makanan basi.

duh..perutku lagi mules..neh katanya BBM dan Gas mo naik lagi?
Apa pemerintah sengaja mengalihkan isyu? 

Wassalam,

--- In [email protected], Carla Annamarie 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> $)C
> 
> pluralitas adalah hak konstitutional yang dijamin oleh UUD 45, asas
> pluralitas adalah nafas dari pembukaan UUD 45, fatwa MUI adalah 
jelas> bertentangan dengan hak konstitutional yang dijamin oleh UUD 
45, fatwa mui> bersifat tidak mengikat secara hukum sehingga gak ada 
kewajiban untuk> menaatinya, fatwa Mui yang jelas2 dimana makna 
didalamnya terkandung> ekslusivisme, akan menjadi benih ancaman bagi 
bg indo yang pluralistis,> apalagi dilihat dari kondisi sosio-
psikologi masyarakat indo, yang> cenderung sarat dengan kekerasan, 
gampang terprovokator, belom cerdas dalam> menilai suatu 
permasalahan, paternalistik, so fatwa mui akan sangat ber> impact 
bagi kehidupan saling menghormati dan menghargai antar sesama
> manusia di indo, masyarakat indo klo dalam segi agama cenderung
> defensif-agresif, bukan type yang mencerna secara cerdas even 
dikalangan> orang2 yang educated...
> seharusnya fatwa mui yang lebih positif-manusiawi..such as fatwa 
anti> kekerasan or fatwa menentang keras pengiriman (penganiayaan) 
TKI di arab> saudi...makin gelap aja perkembangan demokrasi dan 
kehidupan sosial yang
> menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebersamaan di indo...
> what a tragedic...
> 
> 
> 
>                                                                    
        
>              
Danardono                                                     
>              
HADINOTO                                                      
>              
<[EMAIL PROTECTED]                                          To 
>              oo.de>                    
[email protected]            
>              Sent 
by:                                                   cc 
>              
[EMAIL PROTECTED]                                             
>              ups.com                                               
Subject 
>                                        [ppiindia] Sejumlah Tokoh 
Agama     
>                                        Prihatin atas Fatwa 
MUI             
>              07/31/2005 
11:26                                              
>              
PM                                                            
>                                                                    
        
>                                                                    
        
>              Please respond 
to                                             
>              
[EMAIL PROTECTED]                                             
>                   
ups.com                                                  
>                                                                    
        
>                                                                    
        
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> SUARA PEMBARUAN DAILY
> ---------------------------------
> Sejumlah Tokoh Agama Prihatin atas Fatwa MUI
> JAKARTA - KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengimbau masyarakat 
untuk tidak
> mendengarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), khususnya 
tentang Jemaah
> Ahmadiyah Indonesia yang dinyatakan sebagai ajaran sesat.
> Gus Dur juga menilai sikap pemerintah, seperti dikemukakan 
Presiden Susilo
> Bambang Yudhoyono ketika membuka Munas ke-7 MUI di Istana Negara, 
sebagai
> sikap yang keliru dari pemimpin formal Indonesia.
> Dia mengatakan hal itu dalam jumpa pers bersama Aliansi Masyarakat 
Madani,
> di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Jumat. Hadir di 
forum
> yang dipandu Ulil Abshar Abdalla itu sejumlah tokoh agama yang 
menyatakan
> keprihatinan atas larangan dan tudingan sesat terhadap Ahmadiyah.
> Mereka yang antara lain hadir mendampingi Gus Dur adalah Dawam 
Rahardjo,
> Johan Effendi (Indonesian Conference Religion and Peace-ICRP), 
Syafii Anwar
> (International Center for Islam and Pluralism-ICIP), Pangeran 
Jatikusuma
> (Penghayat Sunda Wiwitan), Romo Edi (Konferensi Wali Gereja 
Indonesia-KWI),
> Pdt Weinata Sairin (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia-PGI). 
Hadir juga
> tokoh agama Kong Hu Cu, Anand Krishna, para aktivis Jaringan Islam 
Liberal
> (JIL) dan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU). Acara itu juga dihadiri 
wakil
> dari anggota Ahmadiyah, YH Lamardi yang mengaku tidak bisa 
melakukan apa
> pun kecuali hanya diam.
> 
> Kekeliruan
> Mereka memprihatinkan pula sikap MUI yang mencoba memaksakan 
kehendak
> melalui pemerintah. Sedangkan pemerintah, seperti dikemukakan 
Presiden
> Yudhoyono, hanya akan mendengarkan MUI dan menteri agama. "Ini 
kekeliruan,
> bagaimana orang seperti dia pemimpin formal kok sampai keliru," 
ucap Gus
> Dur.
> Dia menyatakan menolak sikap pemerintah dan MUI terhadap 
Ahmadiyah, karena
> Indonesia bukan negara Islam, melainkan negara nasional.
> 
> Sedangkan tokoh agama Sunda Wiwitan, Pangeran Jatikusuma berharap 
semua
> pihak tidak terjebak oleh kelembagaan, apalagi menyangkut hak yang 
paling
> mendasar dalam berkeyakinan. "Lembaga apapun namanya, itu buatan 
manusia
> yang sering terjebak pada kepentingan pribadi, kelompok, politik 
dan dalam
> hal ini kembalikanlah pada keutuhan sebagai bangsa, kembali pada 
kesadaran
> diri sebagai manusia," katanya.
> Seusai penutupan munas, Ketua Komisi Fatwa MUI Ma'ruf Amin 
mengemukakan,
> salah satu fatwanya juga menyatakan haram menganut paham 
pluralisme agama.
> Begitupun terhadap paham sekularisme dan liberalisme agama. MUI 
berpendapat
> bahwa paham pluralisme, sekularisme dan liberalisme adalah 
bertentangan
> dengan ajaran agama Islam.
> MUI mendefinisikan pluralisme agama sebagai suatu paham yang 
mengajarkan
> bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama 
relatif.
> Oleh karena itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa 
hanya
> agamanya saja yang benar sedangkan agama lain salah.
> Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk 
dan hidup
> berdampingan di surga. "Dalam bahasa aqidah dan ibadah, umat Islam 
wajib
> bersikap eksklusif dalam arti haram mencampuradukkan aqidah dan 
ibadah umat
> Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain," kata Ma'ruf 
Amin.
> Namun demikian, bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama 
pemeluk lain
> (pluralitas agama) dalam masalah sosial yang tidak berkaitan 
dengan aqidah
> dan ibadah, umat Islam bersikap infklusif dalam arti tetap 
melakukan
> pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling
> merugikan.
> Ditempat terpisah, Ma'ruf Amin yang datang ke kantor PBNU, ketika 
ditanya
> Pembaruan tentang fatwa MUI yang menimbulkan pertanyaan, dia 
mengatakan,
> "Kami melihatnya dari sisi syariah, bukan pemikiran. Ada 
patokannya."
> Mengenai adanya perbedaan di antara tokoh-tokoh dan pemikir di 
kalangan NU,
> Rais Syuriah PBNU itu menilai, selama patokannya bukan syariah, 
tidak bisa
> dikomentari.
> Gus Dur mengatakan, perbedaan pandangan di kalangan internal NU 
atas suatu
> masalah sudah biasa dan wajar. Jadi, katanya, tidak perlu heran 
kalau wakil
> NU di MUI pun sepertinya tidak mencerminkan pandangan NU yang 
plural.
> Ma'ruf berpendapat, mesti dibedakan antara pluralisme dan 
pluralitas.
> "Kalau pluralitas dan saling menghargai itu harus, tapi pluralisme 
tidak,"
> katanya.
> Direktur ICRP Johan Effendi berharap pemerintah tidak tinggal diam 
atas
> warga negaranya yang tidak bebas menjalankan keyakinannya. " Kalau 
memang
> tak bisa menjamin warganya sebaiknya pemerintah bekerjasama dengan 
PBB dan
> UNHCR agar orang-orang itu bisa pindah menjadi warga negara di 
negara yang
> menjamin kebebasan menjalankan keyakinannya," katanya.
> Sedangkan Dawam Rahardjo menilai, MUI justru menjadi sumber 
konflik agama
> dan tidak menghargai hak asasi manusia. Selain itu, dalam hal 
pelarangan
> Ahmadiyah, MUI mengalami kesesatan berpikir dan bertindak.
> MH Said Abdullah, anggota Komsi VIII DPR bidang agama, sosial dan
> pemberdayaan perempuan, mengkhawatirkan fatwa MUI tersebut.
> Husein Anwar, dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah -
Jakarta,
> yang dihubungi secara terpisah, mengemukakan kemajemukan merupakan 
ciri
> paling mendasar dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Hingga kini,
> kemajemukan adalah faktor paling berat yang dihadapi bangsa 
Indonesia lebih
> dari setengah abad sejak republik ini terbentuk. (E-5/A-21/Y-3)
> 
> 
> The saint <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:Kini tiba saatnya kami
> memberikan sedikit jawaban yang sudah
> dipersiapkan berkenaan dengan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan
> kepada Ahmadiyah.
> 
> Tulisan-tulisan sebelumnya hanya bermaksud memberikan pengertian
> bahwa sebesar apapun perbedaan keyakinan yang ada selama tidak
> melakukan TINDAK KRIMINAL maka semua pihak harus dapat menahan diri
> dan bersabar. Siapapun yang memulai tindakan KRIMINAL inilah yang
> harus segera ditindak untuk memberikan kejelasan hukum kepada
> masyarakat.
> 
> Tulisan ini tidak bermaksud untuk mempromosikan Ahmadiyah, namun
> untuk mengetuk hati rekan-rekan islam lainnya untuk berhati-hati
> dalam memberikan fatwa apalagi bila diumumkan ke publik. Sebab 
kalau
> ternyata yang dituduhkan itu tidak benar, apa yang akan
> dipertanggung jawabkan nanti di depan Tuhan. Menuduh sesuatu yang
> tidak pada seseorang......
> 
> Berkali-kali kami hanya mengatakan bahwa perbedaan yang terjadi
> antara Ahmadiyah adalah masalah penafsiran terhadap Al Quran dan
> Hadis Nabi Muhammad saw.
> 
> Memang benar terjadi perbedaan yang cukup besar dalam beberapa hal
> tetapi semata-mata itu hanyalah konsekuensi dari perbedaan
> penafsiran tersebut yang diambil dari dsar hukum yang sama, yang
> tentu saja harus diterima secara lapang dada oleh semua pihak. Wong
> Ahmadiyah aja juga memahami perbedaan tsb kok....
> 
> Berikut jawaban tulisan M. Amin Djamaluddin cs (LPPI)
> yang barusan tgl 9 dan 15 Juli mengkoordinir dan melakukan aksi
> kekerasan & pelanggaran HAM di Kampus Mubarak Jemaat Ahmadiyah
> Indonesia. Dan kemudian merambah ke bebrapa wilayah di Indonesia.
> 
> 
> Membongkar kesesatan dan kedustaan Ahmadiyah
> 
> 1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam
> Ahma adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak
> Mempercayainya adalah kafir murtad.
> 
> Jawab :
> Ahmadiyah meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi dan Rasul
> adalah berdasar pengakuan bahwa beliau mendapat wahyu dan diangkat
> oleh Tuhan sebagai nabi/rasul. Jadi, bukan atas kemauan beliau
> sendiri. Tuhan mempunyai wewenang mengangkat siapa saja diantara
> hamba-hamba
> yang dipilih-Nya untuk dijadikan utusan-Nya. Ternyata Allah Ta'ala
> berfirman: "Allah maha mengetahui dimana Dia akan menempatkan
> risalat-Nya." (Al-An'aam:124) Allah Ta'ala pasti memberi hukuman
> yang sekeras-kerasnya kepada siapa yang berani-berani mengaku
> menjadi nabi, padahal dia bukan nabi. Ternyata Dia
> berfirman: "Seandainya dia mengada-ada sebagian perkataan atas nama
> Kami, niscaya Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian,
> tentulah Kami memutuskan urat lehernya" (Al-Haqqah:44-46)
> 
> Mengenai masalah kafir, tidak selamanya sebutan kafir ditujukan
> kepada siapa yang mengingkari Tuhan, nabi, rasul, kitab dan
> sebagainya. Ternyata istilah itu beragam pemakaiannya. Contohnya:
> a. Rasulullah saw bersabda: "Janganlah kamu menjadi KAFIR
>    dibelakangku, sehingga sebagian dari kamu memancung leher yang
> lain" (Misykat Jilid 1, hal. 37)Yang dimaksud dengan kafir oleh
> Rasulullah s.a.w. disini adalah orang-orang mukmin jangan saling
> perang-memerangi, sebab perbuatan
> itu kafir.
> 
> b. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Siapa diantara budak-budak yang 
lari
> meninggalkan tuannya, maka sesungguhnya ia telah menjadi KAFIR
> sebelum ia kembali kepada tuan mereka" (Muslim, jld. 1, hal. 37)
> 
> c. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada dua sifat yang masih terdapat 
di
> kalangan umatku, mereka masih KAFIR dalam dua sifat itu, yakni
> mencela kebangsaan orang lain dan meratapi mayit" (Muslim, jld.1,
> hal.37)
> 
> d. Rasulullah s.a.w. bersabda : "Perjanjian teguh yang membedakan
> kita dengan mereka (orang-orang kafir dan musyrik)adalah 
sembahyang,
> maka barangsiapa meninggalkan sembahyang niscaya KAFIRlah dia"
> (Misykat, hal. 58).
> 
> Jadi, andaikata ada sebutan kafir, maka yang dimaksud di situ ialah
> tak lain hanya menyatakan, tanpa sekelumit pun rasa benci atau 
tidak
> bersahabat, bahwa orang itu tidak beriman dan mengingkari kebenaran
> seorang nabi atau rasul.
> 
> Dalam kaitan ini perlu untuk memperhatikan tulisan Pendiri Jemaat
> Ahmadiyah berikut ini:
> 
> "Cobalah perhatikan kebohongan para alim-ulama, betapa mereka
> menuduh kami telah mengkafirkan dua ratus juta kaum muslimin,
> padahal bukanlah kami yang memulai hal ini, bahkan para ulamalah
> yang mula-mula mengkafirkan kami dan mereka pulalah yang telah
> menimbulkan kiamat dengan menghamburkan fatwa-fatwa mengkafirkan
> kami, dan dengan fatwa-fatwa itu mereka telah menimbulkan
> kegemparan  di seluruh India ..." (Haqiqatul Wahyi, hal.120-121)
> 
> Selain itu, menurut Ahmadiyah kafir ada 2 macam. Mengingkari nabi
> tasyri'i (nabi pembawa Syari'at) adalah hal yang berbeda dan
> mengingkari nabi ummati (nabi pengikut) adalah lain lagi statusnya.
> Dikarenakan Rasulullah s.a.w. adalah nabi pembawa Syari'at, maka
> mengingkari Islam atau mengingkari Rasulullah s.a.w., langsung
> membuat seseorang itu menjadi kafir, dalam arti menjadi non-muslim.
> 
> Dalam kondisi di mana seseorang menerima Rasulullah s.a.w. dan Al-
> Qur'an sebagai Kalamullah, namun ia mengingkari Masih MAU'UD (Al
> Masih yang Dijanjikan), maka keingkarannya itu bukanlah suatu ke-
> kafir-an yang dapat membuatnya menjadi non-muslim. Dikarenakan 
Masih
> Mau'ud adalah nabi ummati, maka mengingkari beliau berarti membuat
> seseorang menjadi kafir/ingkar terhadap nabi ummati. Sebagai 
anggota
> di dalam umat Rasulullah s.a.w., orang itu dapat disebut MUSLIM.
> Akan tetapi dia menjadi "kafir" dalam hal mengingkari Masih Mau'ud
> a.s.
> 
> Mengingkari Masih Mau'ud a.s. bukanlah kekafiran secara langsung,
> melainkan kekafiran secara tidak langsung - sebagaimana bahwa 
halnya
> kenabian Masih Mau'ud itu adalah kenabian yang tidak langsung.
> Inilah yang merupakan ruh daripada tulisan pendiri Jemaat Ahmadiyah
> berikut ini:
> 
> "Poin ini perlu diingat bahwa menyatakan orang-orang yang 
mengingkari
> pendakwaannya sebagai kafir hanyalah ciri nabi-nabi yang membawa
> Syari'at serta hukum-hukum baru dari Allah Ta'ala. Akan tetapi,
> selain daripada pembawa Syari'at, segenap mulham (penerima ilham)
> dan muhaddats (yang bercakap-cakap dengan Allah Ta'ala) - tidak
> perduli betapa mulianya kedudukannya disisi Allah dan memperoleh
> anugerah bercakap-cakap langsung dengan Allah - dengan mengingkari
> mereka tidak ada yang menjadi kafir" (Taryaqul Qulub, cat.kaki hal.
> 130, Rohani Khazain Jld. 15, cat. kaki hal. 432)
> 
>   2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri 
yaitu
>   Mirza Ghulam Ahmad dari India
> 
> Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. bukan satu-satunya wujud yang 
dipercayai
> sebagai Nabi dan Rasul, bahkan Ahmadiyah mempercayai semua nabi dan
> rasul, baik yang disebut maupun yang tidak disebut (An-Nisa:164) 
dan
> Ahmadiyah tidak membeda-bedakan mereka (Al-Baqarah:285). Namun, 
nabi
> anutan dan junjungan Ahmadiyah yang utama dan satu-satunya adalah
> Nabi Muhammad s.a.w., sebagaimana yang kami ikrarkan dalam kalimat
> Syahadat kami: "asyhadu alla ilaaha Illallah wa asyhadu anna
> Muhammadar-rasulullah."
> 
> Adanya nabi sesudah nabi Muhammad s.a.w. tidak mengurangi kemuliaan
> serta keagungan beliau, bahkan meningkatkan martabat serta derajat
> beliau. Kaum Bani Israil sebelum datangnya Islam mengikuti Syari'at
> Nabi Musa a.s. dan banyak nabi-nabi telah lahir ditengah-tengah
> mereka. Mengapa pula Syari'at nabi Muhammad s.a.w. yang jauh lebih
> tinggi kedudukannya tidak dapat melahirkan seorang pun diantara
> hamba-hamba Rasulullah s.a.w. yang mencapai kedudukan rohani tinggi
> sehingga berhak meraih martabat nabi - suatu 
martabat/status/derajat
> rohani yang merupakan nikmat Allah yang peringkatnya tertinggi (An-
> Nisa:69) berkat gebyar pancaran sinar Syari'at Nabi Muhammad s.a.w?
> 
> Akan tetapi, nabi sesudah beliau s.a.w. hanyalah nabi ummati (nabi
> umat/pengikut) dan sekali-kali tidak membawa Syari'at baru,
> melainkan membawa misi untuk menegakkan kembali Syari'at Rasulullah
> s.a.w. tanpa sedikit pun menambah atau menguranginya.
> 
>   3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab
> suci "Tadzkirah"
> 
> Tidak diragukan lagi bagi Jemaat Ahmadiyah bahwa tidak ada kitab
> suci lain kecuali Al-Qur'an. Dan nama Tadzkirah yang disebut-sebut
> sebagai kitab suci baru muncul sekitar tahun 1992, ketika salah
> seorang penulis buku yang terbit di Indonesia yaitu M. Amin
> Djamaluddin mengarang buku berjudul Ahmadiyah & Pembajakan Al-
> Qur'an . Jadi, istilah kitab suci yang melekat pada buku Tadzkirah
> diciptakan oleh M. Amin Djamaluddin, bukan oleh Jemaat Ahmadiyah.
> 
> Di dalam literatur-literatur Ahmadiyah apapun, sejak masa hidup Hz.
> Mirza Ghulam Ahmad a.s. (1835-1908) sampai dengan hari ini, tidak
> pernah ditemukan istilah kitab suci untuk Tadzkirah.
> 
> Tadzkirah bukanlah kitab suci bagi Jemaat Ahmadiyah. Kitab suci
> Ahmadiyah adalah Al-Qur'an Karim yang diturunkan kepada 
junjungannya
> Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya, yaitu Nabi Besar Muhammad
> s.a.w.
> 
> Tadzkirah adalah sebuah buku yang berisi kumpulan wahyu-wahyu,
> kasyaf-kasyaf serta mimpi-mimpi yang diterima oleh Hz. Mirza Ghulam
> Ahmad dalam hidupnya selama lebih dari 30 tahun. Selama Hz. Mirza
> Ghulam Ahmad hidup, tidak ada buku yang bernama Tadzkirah dalam
> lingkungan Jemaat Ahmadiyah dan Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak
> pernah menulis buku yang berjudul Tadzkirah.
> 
> Buku Tadzkirah ini dibuat kemudian atas prakarsa Hz. Mirza
> Bashiruddin Mahmud Ahmad r.a.. Pada sekitar tahun 1935, beliau
> menginstruksikan kepada Nazarat Ta'lif wa Tashnif, sebuah biro
> penerangan dan penerbitan Jemaat Ahmadiyah pada waktu itu untuk
> menghimpun wahyu-wahyu, kasyaf-kasyaf serta mimpi-mimpi yang
> diterima Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagaimana terdapat dalam
> berbagai macam terbitan (buku-buku, jurnal-jurnal [selebaran,
> majalah] dan surat kabar-surat kabar) yang mana materi terbitan itu
> telah disebarkan kepada umum pada saat itu. Selain itu, dari
> catatan-
> catatan harian Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. juga ditemukan 
keterangan
> mengenai pengalaman ruhani beliau. Dan juga adanya kesaksian dari
> para Sahabat, anggota keluarga, kerabat dan lainnya, di mana mereka
> diberitahu oleh Hz. Mirza Ghulam Ahmad mengenai wahyu, kasyaf, 
mimpi
> yang beliau terima dari Allah Ta'ala.
> 
> Untuk maksud ini dibentuklah sebuah panitia yang terdiri dari
> Maulana Muhammad Ismail, Syekh Abdul Qadir dan Maulvi Abdul Rasyid.
> Panitia tersebut menyusun buku Tadzkirah secara sistematis dan
> kronologis. Setelah pekerjaan tersebut selesai, maka buku tersebut
> diberi nama Tadzkirah. Nama Tadzkirah sendiri mempunyai arti
> kenangan atau peringatan. Buku ini dicetak dalam jumlah yang
> terbatas. Di Indonesia pun jumlahnya sangat terbatas dan hanya
> dimiliki oleh mereka yang mengerti bahasa Urdu.
> 
> Jadi, apa yg dikatakan dan ditulis LPPI itu merupakan fitnah belaka
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> SPONSORED LINKS
> Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity
> Indonesian
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
> 
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
> 
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
**************
> 
> 
> It is wrong to think that misfortunes come from the east or from 
the west;
> they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to 
guard
> against
> misfortunes from the external world and leave the inner mind 
uncontrolled.
> 
> Sidharta Gautama
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hvkqbnk/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122879999/A=2894350/R=0/SIG=10tj5mr8v/*http://www.globalgiving.com";>Make
 a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke