Betul juga bu Lina.
Kalau ada yang mencoba mengukur agama dgn UUD, ya
berarti agama yang menyembah 3 oknum Tuhan harus
dilarang di Indonesia, karena bertentangan dengan sila
pertama dari Pancasila...:)


--- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Apakah bisa sebuah fatwa (keagamaan) dijadikan dasar
> utk digugat 
> penghasutan?
> 
> Sama saja dengan
> 
> Apakah bisa sebuah konsep Trinitas dijadikan dasar
> utk tertolak di 
> negara RI yang juga tercantum dalam preambule UUD
> yang berdasarkan 
> ketuhanan Yang Maha Esa?
> 
> sama saja dengan
> 
> Apakah bisa konsep memerangi amar makruf nahi munkar
> dalam AlQur'an 
> dijadikan dasar untuk menggugat konsep tsb ke
> pengadilan krn telah 
> menjadikan segolongan umat menjadi berang terhadap
> orang kafir?
> 
> Inti saya sih, pelaku anarkhis itu yang harus
> digugat or dihukum, 
> gak ada hubungan dengan fatwa. Fatwa itu sama
> seperti ilmu, tinggal 
> orang yang mengamalkannya gimana?.
> 
> Apakah bisa ilmuwan pencipta bom/nuklir di gugat
> karena menciptakan 
> bom/nuklir yang dipake kekerasan/perang oleh manusia
> sekarang ini?
> 
> Saya pecinta pluralis, saya pecinta liberalis..tapi
> bukan yang 
> kebablasan. Tapi yang proporsional...:-)
> 
> wassalam,
> 
> 
> --- In [email protected], Carla Annamarie 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > 
> > mba Lina,
> > 
> > intinya bukan mengikat secara hukum atau tidak,
> tapi apakah fatwa 
> yang> dikeluarkan MUI bertentangan dengan UUD 45 n
> pembukaan UUD 45, 
> klo terbukti> bertentangan seharusnya pemerintah
> melakukan tindakan 
> menentang hal> tersebut, karena indo bukan neg
> agama, dan pluralitas 
> dijamin oleh UUD 45.
> > klo dalam praktek bermasyarakat terdapat tindakan2
> anarkhis n 
> kekerasan> yang dilakukan dengan dasar fatwa MUI,
> maka MUI dapat 
> digugat secara pidana> dengan dasar penghasutan...
> > mba Lina, kita kudu melihat ini dalam aspek global
> dan aspek
> > bernegara..karena kita ada dalam neg yang
> plural...
> > 
> > 
> > 
> >                                                   
>                 
>         
> >              "Lina 
> Dahlan"                                             
>    
> >              
> <[EMAIL PROTECTED]                                   
>          
> >              .com>                                
>                 
>      To 
> >              Sent by:                  
> [email protected]            
> >              
> [EMAIL PROTECTED]                                   
>       cc 
> >              
> ups.com                                             
>          
> >                                                   
>                 
> Subject 
> >                                        [ppiindia]
> Re: Sejumlah 
> Tokoh Agama 
> >              08/01/2005 12:06          Prihatin
> atas Fatwa 
> MUI             
> >              
> PM                                                  
>          
> >                                                   
>                 
>         
> >                                                   
>                 
>         
> >              Please respond 
> to                                             
> >              
> [EMAIL PROTECTED]                                   
>          
> >                   
> ups.com                                             
>     
> >                                                   
>                 
>         
> >                                                   
>                 
>         
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Mbak kalau aku memandangnya begini,
> > Karena fatwa MUI bersifat tidak mengikat secara
> hukum, gak relevan
> > pula kalau dihubung-hubungkan ke pembukaan UUD
> yang mengikat secara
> > hukum. Ini soal FATWAnya.
> > 
> > Aku pikir yang membuat hal ini menjadi heboh
> ketika dah masuk ke
> > masalah PRAKTIS karena JIL and the gang termasuk
> GD yang 
> pendapatnya
> > gak (bakal) digubris sama SBY (pemerintah).
> Barisan sakit hati?
> > Dah...biarin aja di godok di DPR sono deh...Dari
> dulu ahmadiyah dah
> > dianggap sesat kok? dulu dah pernah diributin
> kok...ngapain lagi
> > sekarang meributkan hal yang sama. Nelen makanan
> basi.
> > 
> > duh..perutku lagi mules..neh katanya BBM dan Gas
> mo naik lagi?
> > Apa pemerintah sengaja mengalihkan isyu?
> > 
> > Wassalam,
> > 
> > --- In [email protected], Carla Annamarie
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> 
> 
> 


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hr7na0r/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122899351/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke